Musi Online https://musionline.co.id 20 September 2025 @20:02 214 x dibaca 
Program Bedah Rumah Pemkot Lubuklinggau Sasar 3.000 RTLH, Warga Merasa Terbantu.
Musionline.co.id, Lubuklinggau – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau terus menggenjot program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Tahun ini, program tersebut kembali berjalan dengan target ambisius, yakni menyasar hingga 3.000 unit rumah yang masuk kategori RTLH.
Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat atau yang akrab disapa Yoppy Karim, menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan sektor perumahan rakyat.
Tidak hanya mengandalkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), program ini juga menggandeng sejumlah mitra melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), seperti Bank Sumsel Babel serta beberapa perusahaan swasta.
“Hari ini adalah hari kedua pelaksanaan program bedah rumah. Total ada 76 unit rumah yang dibedah tahun ini, terdiri dari 50 unit bersumber dari APBD dan sisanya dari CSR,” ujar Yoppy, Jumat (20/9).
Menurutnya, data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menunjukkan jumlah RTLH di Lubuklinggau masih mencapai 743 unit. Pemkot bertekad menuntaskan seluruhnya secara bertahap hingga 2030.
“Target kami mulai 2026 minimal 150 rumah per tahun, dilanjutkan dengan jumlah serupa di tahun berikutnya. Bahkan, jika kerja sama dengan pengembang berjalan lancar, jumlah itu bisa ditingkatkan. Insya Allah pada 2030 tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Lubuklinggau,” tegas Yoppy.
Warga Merasa Sangat Terbantu
Salah satu penerima manfaat program ini, pasangan suami istri Yandri Ahmad dan Yeni Marlina, warga Kecamatan Lubuklinggau Timur, mengaku sangat bersyukur rumah mereka termasuk yang mendapatkan bantuan bedah rumah tahun ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota atas program bedah rumah ini. Rumah kami dulunya semi permanen, dinding papan sudah banyak bolong dan atap bocor di mana-mana. Alhamdulillah sekarang bisa diperbaiki,” ungkap Yandri dengan raut wajah sumringah.
Yeni Marlina pun menambahkan, dengan adanya program ini mereka bisa merasakan kenyamanan yang sebelumnya sulit diperoleh.
“Semoga program ini terus berlanjut agar warga lain yang nasibnya sama seperti kami juga bisa merasakan tinggal di rumah layak huni,” katanya.
Skema Bantuan dan Pendanaan
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lubuklinggau, Febrio Fadila, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan per unit rumah mencapai Rp20 juta.
Rinciannya, Rp17,5 juta dialokasikan untuk material bangunan, sementara Rp2,5 juta digunakan untuk biaya tenaga kerja.
“Skema ini kami buat agar perbaikan rumah benar-benar tepat sasaran dan sesuai standar. Kami juga sedang menjajaki tambahan pembiayaan agar kualitas rumah hasil program bedah lebih kokoh dan nyaman ditempati,” jelas Febrio.
Untuk tahun anggaran 2025, Pemkot Lubuklinggau menargetkan penyelesaian 76 unit RTLH hingga Desember mendatang. Dari jumlah tersebut, 50 unit bersumber dari APBD dan 26 unit dari CSR. Hingga pertengahan September, 15 unit sudah mulai dikerjakan.
“Selasa (23/9) nanti kami akan mengumpulkan semua rekening penerima manfaat, dan minggu depan dana bantuan material bangunan akan langsung ditransfer ke rekening mereka,” tambah Febrio.
Program bedah rumah yang dijalankan Pemkot Lubuklinggau ini tidak hanya memberikan manfaat fisik berupa perbaikan hunian, tetapi juga memberikan dampak sosial dan psikologis bagi masyarakat.
Warga yang sebelumnya hidup dalam kondisi rumah seadanya kini memiliki semangat baru karena bisa tinggal di rumah yang lebih layak.
Selain itu, dengan melibatkan CSR dan pihak swasta, program ini juga menjadi contoh nyata kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak dalam mendorong pembangunan daerah.
“Ke depan, kami berharap sinergi ini bisa terus berlanjut agar masyarakat kecil benar-benar bisa merasakan pembangunan. Rumah yang layak adalah hak setiap warga, dan pemerintah berkewajiban mewujudkannya,” tutup Yoppy.
Dengan komitmen yang kuat dari Pemkot Lubuklinggau, program bedah rumah ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi nyata dalam mengurangi angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sebiduk Semare. (***)
0 Komentar