Musi Online https://musionline.co.id 02 October 2025 @18:55 254 x dibaca 
4 Anak Tewas Setelah Rumah Terbakar di OKU Timur, Diduga Akibat Korsleting Listrik.
Musionline.co.id, OKU Timur – Suasana duka mendalam menyelimuti warga Desa Rasuan Dusun 9 (Kepuh), Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.
Sebuah kebakaran hebat melanda sebuah rumah pada Selasa (30/9/2025) malam sekitar pukul 23.30 WIB, yang menelan korban jiwa empat anak.
Rumah tersebut diketahui milik Sudirman, warga setempat. Saat kejadian, pemilik rumah tidak sedang berada di kediaman karena bersama seorang kerabatnya, Pendi, berada di Desa Mengulak.
Nahasnya, empat anak yang masih berstatus pelajar SD dan SMP justru berada di dalam rumah ketika api membesar dan melahap bangunan.
Mereka adalah Yoga (10), Aditya Fernando (14), Aldri (13), dan Marson (13).
Seluruh korban masih duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Keempatnya tewas terjebak di dalam rumah akibat tidak sempat menyelamatkan diri.
Api Cepat Membesar
Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar. Rizal (41), Kepala Dusun 9, yang menjadi saksi mata, menuturkan bahwa api tiba-tiba muncul dari bagian tengah rumah dan dengan cepat membesar.
“Awalnya terlihat percikan api, lalu dalam hitungan menit sudah membesar. Kami berusaha memanggil warga untuk membantu, tapi api begitu cepat merambat karena bangunan rumah terbuat dari kayu,” ujar Rizal.
Hal senada disampaikan Edi Tasripan (55), Ketua RT setempat. Menurutnya, upaya penyelamatan sulit dilakukan karena asap pekat dan suhu panas yang sangat tinggi. Warga yang mencoba mendekat tidak bisa masuk ke dalam rumah.
“Kami semua panik. Ada yang coba menimba air, ada juga yang pakai alat seadanya. Tapi apinya sudah terlanjur besar. Kami tidak bisa berbuat banyak selain menunggu pemadam kebakaran datang,” kata Edi.
Pemadam Kebakaran Turun Tangan
Setelah mendapat laporan, perangkat desa segera menghubungi pemadam kebakaran.
Dua unit mobil Damkar dari Pos Belitang dan Pos Betung diterjunkan ke lokasi. Namun, api baru berhasil dipadamkan setelah melahap habis seluruh bangunan beserta isinya.
Kondisi rumah ludes terbakar membuat seluruh harta benda korban tidak bisa diselamatkan. Petugas pemadam bersama warga hanya berhasil mengamankan beberapa barang kecil yang berada di sekitar rumah.
Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Madang Suku I, Iptu Dodi Mardani, S.H., membenarkan peristiwa kebakaran tragis tersebut.
Pihaknya telah melakukan olah TKP dan menduga penyebab kebakaran adalah konsleting listrik atau arus pendek.
“Kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp200 juta. Rumah beserta seluruh barang di dalamnya tidak ada yang bisa diselamatkan. Dugaan sementara api berasal dari konsleting listrik,” jelas Iptu Dodi.
Ia menambahkan, jajaran kepolisian bersama aparat desa dan warga setempat ikut berupaya mengevakuasi korban serta membantu mengamankan lokasi agar tidak menimbulkan bahaya baru.
Duka Mendalam Warga
Tragedi ini meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat sekitar. Warga yang datang ke lokasi pada Rabu pagi (1/10) tampak masih tidak percaya dengan peristiwa yang terjadi.
Banyak warga yang menitikkan air mata saat jenazah keempat anak tersebut berhasil dievakuasi dari dalam rumah. Prosesi pemakaman pun berlangsung penuh haru, diiringi doa dan isak tangis keluarga serta tetangga.
“Ini musibah besar bagi desa kami. Mereka masih anak-anak, masih sekolah, tapi harus pergi dengan cara seperti ini. Kami semua sangat kehilangan,” ucap salah satu warga, Siti Aminah (47), dengan mata berkaca-kaca.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di malam hari.
Instalasi listrik yang sudah lama sebaiknya diperiksa kembali, dan penggunaan alat elektronik perlu diawasi agar tidak menimbulkan bahaya.
“Kami harap masyarakat bisa lebih berhati-hati dan melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala. Jangan menyalakan peralatan listrik tanpa pengawasan,” pungkas Kapolsek.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit betapa cepatnya api dapat melahap rumah, terutama jika bangunan terbuat dari material kayu.
Kehilangan empat anak sekaligus membuat peristiwa kebakaran di OKU Timur ini menjadi salah satu tragedi paling memilukan di wilayah tersebut sepanjang tahun 2025. (***)
0 Komentar