Musi Online https://musionline.co.id 05 October 2025 @18:19 225 x dibaca 
Pemkab Muara Enim Siapkan Pembangunan Lima Jembatan Layang: Dukung Kelancaran Logistik dan Keselamatan Masyarakat.
Musionline.co.id, Muara Enim - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan, tengah mempersiapkan langkah besar dalam meningkatkan infrastruktur transportasi melalui pembangunan lima unit jembatan layang (flyover) yang akan mulai dikerjakan pada awal tahun 2026.
Proyek strategis ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai kepadatan lalu lintas, memperlancar angkutan logistik, serta meningkatkan keselamatan masyarakat di sejumlah titik rawan perlintasan kereta api dan padat kendaraan.
Bupati Muara Enim, Edison, mengatakan bahwa proyek pembangunan jembatan layang tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah untuk mendorong efisiensi logistik dan memperbaiki konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan pertambangan dan industri.
“Pembangunan lima jembatan layang ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya strategis untuk menjamin keselamatan masyarakat sekaligus memperlancar arus barang dan logistik yang melewati wilayah Muara Enim,” ujar Edison di Muara Enim, Minggu (5/10/2025).
Menurut Edison, saat ini Pemkab Muara Enim tengah fokus pada tahap awal pembangunan, yakni percepatan proses pengadaan lahan.
Ada lima titik strategis yang menjadi lokasi pembangunan flyover tersebut, yakni Simpang Belimbing, Ujan Mas, Gunung Megang 1, Gunung Megang 2, dan Muara Enim.
Total kebutuhan lahan untuk proyek ini mencapai 86.076 meter persegi. Bupati menegaskan bahwa penyelesaian pengadaan lahan menjadi kunci utama agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Kami menargetkan proses pembebasan lahan dapat segera tuntas. Setelah itu, tahapan konstruksi bisa dimulai awal tahun 2026,” tegas Edison.
Ia menambahkan, pembangunan lima jembatan layang ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan sejumlah pihak strategis, seperti PT Bukit Asam (PTBA), PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta asosiasi pengusaha tambang batu bara yang selama ini beroperasi di wilayah Muara Enim.
“Semua pihak harus berperan aktif sesuai tanggung jawabnya masing-masing. Proyek ini akan membawa manfaat besar, baik bagi industri maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Bupati Edison juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan rapat tindak lanjut pembangunan flyover bersama Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
Dalam rapat tersebut, dibahas mengenai kesiapan detail engineering design (DED) yang disusun oleh PT KAI dan kini masih dalam proses review oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan.
“Kami terus memantau perkembangan desain teknisnya agar sesuai dengan standar keselamatan dan kebutuhan logistik di lapangan. Setelah disetujui, proyek ini akan langsung masuk tahap lelang dan konstruksi,” kata Edison.
Target ambisius pun ditetapkan: pembangunan kelima jembatan layang ini diharapkan selesai pada tahun 2027.
Dengan rampungnya proyek tersebut, diharapkan arus lalu lintas antara kendaraan umum, kendaraan tambang, serta kereta pengangkut batu bara dapat berjalan lebih lancar tanpa menimbulkan kemacetan atau risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.
Selain itu, Edison menegaskan bahwa pembangunan flyover ini akan mendukung peningkatan daya saing ekonomi daerah, terutama dalam mempercepat arus distribusi hasil tambang, hasil pertanian, serta produk industri yang keluar masuk Kabupaten Muara Enim.
“Kita ingin Muara Enim menjadi daerah yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki infrastruktur transportasi modern yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Muara Enim juga berkomitmen untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan transparan dan sesuai regulasi, termasuk dalam hal pembebasan lahan dan kompensasi bagi warga terdampak.
Edison menegaskan bahwa setiap langkah akan dilakukan secara humanis dan adil agar masyarakat mendukung penuh proyek tersebut.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, perusahaan BUMN, dan swasta, Pemkab Muara Enim optimistis pembangunan lima jembatan layang ini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan infrastruktur daerah.
Selain memperlancar logistik, proyek ini juga diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh warga Muara Enim. (***)
0 Komentar