Musi Online https://musionline.co.id 05 October 2025 @18:21 124 x dibaca 
Presiden Prabowo dan Jokowi Bertemu di Kertanegara, Prasetyo Hadi: Silaturahmi Dua Pemimpin Sekaligus Waktunya Makan Siang.
Musionline.co.id, Jakarta - Pertemuan hangat antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Ke-7 Joko Widodo berlangsung di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/10/2025).
Keduanya terlihat berbincang akrab dalam suasana santai sambil menikmati santap siang bersama.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) yang juga Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi antara dua tokoh besar bangsa.
Ia menegaskan bahwa momen itu bukan pertemuan politik formal, melainkan pertemuan penuh keakraban dan saling menghormati antara dua pemimpin yang pernah dan sedang memimpin Indonesia.
“Yang pertama, memang silaturahmi antara dua pemimpin: Presiden Ke-7 dan Presiden Ke-8. Kalau Pak Prabowo kebetulan sedang ke Jawa Tengah, biasanya beliau yang sowan atau mampir ke kediaman Pak Jokowi. Kali ini kebetulan Pak Jokowi ada di Jakarta dan sudah janjian, jadi waktunya pas untuk makan siang bersama,” ujar Prasetyo Hadi saat ditemui wartawan di kawasan Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (5/10), usai menghadiri peringatan HUT ke-80 TNI.
Prasetyo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung selama lebih dari dua jam. Dalam suasana santai namun penuh makna, keduanya membahas sejumlah hal penting terkait arah bangsa ke depan, termasuk isu-isu kebangsaan dan pembangunan nasional.
“Tentu banyak hal yang diperbincangkan mengenai masalah kebangsaan, termasuk beberapa masukan yang disampaikan Pak Jokowi kepada Pak Prabowo. Namun, saya tidak bisa menyampaikan secara detail karena sifatnya sangat pribadi dan internal,” tambahnya.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu diawali dengan santap siang bersama di ruang makan kediaman Prabowo. Setelah makan siang, keduanya melanjutkan pembicaraan empat mata secara tertutup.
Suasana pertemuan digambarkan berlangsung hangat, penuh canda, dan menggambarkan hubungan baik antara dua pemimpin yang sebelumnya juga pernah bekerja bersama di pemerintahan.
Selepas bertemu dengan Jokowi, Presiden Prabowo melanjutkan agendanya dengan menerima sejumlah tokoh bangsa di tempat yang sama.
Dalam pertemuan dengan para tokoh tersebut, Prabowo didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Pertemuan lanjutan ini disebut-sebut membahas arah pembangunan nasional dan konsolidasi kebangsaan menjelang awal pemerintahan baru.
Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan turut memberikan tanggapan atas pertemuan dua tokoh bangsa itu. Menurutnya, silaturahmi antara Presiden dan mantan Presiden adalah hal yang sangat positif dan perlu dicontoh.
“Bagus sekali kalau Presiden dan mantan presiden bertemu. Ini menunjukkan suasana kebersamaan dan semangat guyub di antara pemimpin bangsa,” kata Luhut ketika ditemui di Monas pada kesempatan yang sama.
Luhut juga menilai bahwa pertemuan tersebut memiliki makna simbolis bagi stabilitas politik nasional. “Saya tidak tahu isi pembicaraannya apa, tapi saya yakin pasti positif.
Mereka berdua adalah pemimpin, dan tentu berbicara tentang hal-hal yang baik untuk bangsa. Kita doakan semoga mereka tetap kompak dan saling mendukung untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.
Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di Kertanegara ini menjadi sorotan publik karena berlangsung tidak lama setelah transisi pemerintahan resmi dimulai. Banyak pihak menilai, langkah ini menunjukkan kedewasaan politik dan kesinambungan kepemimpinan nasional.
Hubungan antara keduanya memang dikenal dekat. Prabowo, yang dulu menjadi rival politik Jokowi dalam dua kali pemilihan presiden, akhirnya bergabung ke kabinet Jokowi-Ma’ruf sebagai Menteri Pertahanan. Keakraban itu terus terjalin bahkan setelah Prabowo resmi menjabat sebagai Presiden.
Pertemuan di Kertanegara kali ini mempertegas komitmen kedua tokoh untuk terus menjaga persatuan nasional dan kesinambungan pembangunan. Dalam konteks politik nasional, momen ini juga dinilai sebagai sinyal kuat bahwa transisi pemerintahan berjalan mulus dan damai.
Dengan demikian, silaturahmi antara Presiden Prabowo dan Presiden Ke-7 Joko Widodo di Jalan Kertanegara bukan hanya sekadar makan siang, tetapi juga simbol rekonsiliasi, kesinambungan, dan keteladanan politik di tengah dinamika bangsa.
Pertemuan dua pemimpin itu menjadi pesan kuat bagi rakyat Indonesia bahwa perbedaan masa lalu tidak boleh menghalangi langkah bersama menuju masa depan yang lebih baik. (***)
0 Komentar