Musi Online https://musionline.co.id 14 October 2025 @18:42 232 x dibaca 
Manajemen Nonaktifkan Pelatih SFC, Wakil Presiden Sriwijaya FC David: Hasil Laga di Lampung Viral dan Dibully Netizen.
Musionline.co.id, Palembang - Manajemen Sriwijaya FC (SFC) resmi menonaktifkan pelatih kepala Achmad Zulkifli (Azul) mulai 13 Oktober 2025, setelah muncul polemik yang mencoreng nama besar klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.
Keputusan tegas ini bukan semata karena performa buruk tim di ajang Liga 2 Indonesia musim 2025/2026, melainkan akibat tindakan indisipliner yang dinilai melanggar etika profesional pelatih.
Wakil Presiden Sriwijaya FC, Mohammad David, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil menyusul kehadiran Coach Azul—sapaan akrab Achmad Zulkifli—dalam acara peluncuran tim Nusantara Lampung FC, yang disertai laga uji coba antara kedua tim.
Kehadiran Azul dalam acara itu dilakukan tanpa izin resmi dari manajemen SFC, yang kemudian menimbulkan reaksi keras dari internal klub maupun suporter.
“Tadi malam kami mendapat kabar bahwa ada pertandingan uji coba antara Sriwijaya FC dan Nusantara Lampung FC. Padahal, manajemen tidak pernah memberikan izin kepada pelatih untuk hadir, apalagi membawa pemain. Kami juga tidak menerima undangan resmi dari pihak Lampung,” ujar David saat konferensi pers di Palembang, Senin (13/10/2025).
Dalam laga tersebut, Azul diketahui membawa sejumlah pemain lapis kedua dan ketiga untuk memperkuat tim. Namun, keputusan itu justru berujung bencana.
Sriwijaya FC kalah telak 0-3 dari tuan rumah Nusantara Lampung FC. Hasil itu kemudian viral di media sosial, memicu gelombang kritik dan bullying dari netizen serta pendukung fanatik SFC yang kecewa berat dengan langkah sang pelatih.
“Coach Azul pergi tanpa izin resmi dan hasilnya pun tidak baik. Kekalahan itu viral dan menimbulkan citra negatif bagi klub. Reaksi publik sangat keras. Ini jadi catatan penting bagi kami,” tegas David.
Menurut manajemen, tindakan yang dilakukan Azul melanggar kode etik dan tata tertib internal klub, terutama karena menyangkut representasi tim di hadapan publik.
Oleh karena itu, keputusan menonaktifkannya dianggap sebagai langkah yang tak bisa ditunda lagi.
“Keputusan ini murni karena masalah kedisiplinan, bukan hanya soal hasil pertandingan. Kami masih bisa menerima kekalahan, tetapi kami tidak bisa mentolerir pelanggaran terhadap aturan klub,” imbuhnya.
Performa Tim Menurun dan Tekanan Suporter
SFC memang tengah berada dalam periode sulit di Liga 2 Indonesia 2025/2026. Dari lima laga terakhir, mereka hanya mampu meraih satu poin dari hasil imbang 3-3 melawan Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor.
Empat pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan, membuat Sriwijaya FC terpuruk di dasar klasemen sementara.
Meski performa tim menjadi sorotan publik, manajemen sebelumnya masih memberikan kepercayaan penuh kepada Azul untuk memperbaiki situasi.
Namun, tindakan indisipliner terbaru membuat kepercayaan tersebut runtuh.
“Kami masih memberi kesempatan kepada Coach Azul untuk memperbaiki performa, tapi kejadian ini mencoreng nama baik klub. Keputusan nonaktifkan beliau adalah bentuk ketegasan kami dalam menegakkan disiplin,” tutur David.
Pelatih Sementara dan Langkah Evaluasi
Untuk sementara waktu, posisi pelatih kepala akan diisi oleh asisten pelatih senior, sembari manajemen melakukan evaluasi menyeluruh dan mencari sosok pelatih baru yang dinilai mampu mengembalikan performa tim.
“Kami akan menunjuk pelatih sementara agar persiapan tim tetap berjalan. Fokus kami adalah menjaga motivasi pemain dan mengembalikan semangat bertanding di sisa kompetisi,” ungkap David.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen tim agar menjunjung tinggi profesionalisme.
Manajemen menegaskan, setiap anggota tim harus menghormati aturan yang berlaku demi menjaga marwah klub yang pernah menjadi penguasa sepak bola nasional dengan dua gelar Liga Indonesia dan Copa Indonesia di masa keemasan mereka.
Kini, Sriwijaya FC dihadapkan pada tantangan besar: mengembalikan kepercayaan publik dan membangkitkan semangat juang tim yang sempat redup.
“Kami ingin Sriwijaya FC kembali dikenal sebagai klub yang berprestasi dan berkarakter disiplin. Pembenahan ini adalah langkah awal menuju kebangkitan,” tutup David dengan nada optimistis.
Dengan situasi yang memanas dan dukungan publik yang mulai menurun, langkah manajemen menonaktifkan Coach Azul menjadi keputusan berani sekaligus pertaruhan besar.
Sriwijaya FC kini berjuang bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam mengembalikan reputasi dan kepercayaan dari ribuan pendukung setia mereka di seluruh Tanah Air. (***)
0 Komentar