Musi Online https://musionline.co.id 22 April 2026 @18:11 17 x dibaca 
Gandeng Fasilkom Unsri, RSMH Palembang Kembangkan Sistem Monitoring Pasien Realtime Berbasis Digital.
Musionline.co.id, Palembang – Transformasi digital di sektor kesehatan terus mengalami percepatan.
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) untuk mengembangkan sistem monitoring pasien berbasis teknologi realtime.
Kerja sama ini ditandai dengan penyerahan perangkat monitoring pasien Intensive Care Unit (ICU) dari pihak RSMH kepada tim peneliti Fasilkom Unsri pada Jumat, 17 April 2026.
Penyerahan tersebut menjadi tonggak awal dalam pengembangan sistem informasi kesehatan yang lebih modern, terintegrasi, dan efisien dalam mendukung pelayanan medis.
Selama ini, sistem monitoring pasien di ruang ICU RSMH masih mengandalkan metode manual.
Tenaga medis harus secara rutin membaca dan mencatat data vital pasien seperti detak jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen ke dalam rekam medis.
Proses ini dinilai cukup menyita waktu dan tenaga, terutama di tengah tingginya beban kerja dokter dan perawat di ruang perawatan intensif.
Melalui kolaborasi ini, perangkat monitoring tersebut akan diteliti secara komprehensif oleh tim riset dari Fasilkom Unsri yang tergabung dalam kelompok keahlian Enterprise dan Edge/Pervasive Computing, yakni COMNETS-SPCIES.
Penelitian difokuskan pada identifikasi protokol komunikasi perangkat medis serta pengembangan rekayasa perangkat lunak yang mampu mengotomatisasi pencatatan data pasien.
P.J. Pemeliharaan Alat Medis RSMH, Jepri Winaldi, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Menurutnya, penerapan sistem digital terintegrasi akan memungkinkan tenaga medis mengakses data pasien secara real-time, sehingga mempercepat proses diagnosis dan pengambilan keputusan klinis.
“Dengan sistem ini, data pasien tidak lagi harus dicatat secara manual. Semua informasi vital bisa langsung terhubung ke sistem pusat dan diakses kapan saja oleh tenaga medis,” ujarnya.
Sementara itu, peneliti dari tim COMNETS-SPCIES Fasilkom Unsri, Dr. Ahmad Zarkasi, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa data riil dari rumah sakit menjadi komponen krusial dalam menciptakan inovasi teknologi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan lapangan.
Menurutnya, hasil riset ini ke depan diharapkan mampu mengekstraksi data langsung dari alat monitoring pasien secara otomatis.
Dengan demikian, perangkat yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai alat pembaca manual akan berevolusi menjadi sistem cerdas yang dapat mengirimkan data kondisi pasien secara real-time ke pusat data rumah sakit.
“Data tersebut nantinya akan ditampilkan dalam dashboard Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS), sehingga meminimalisir potensi kesalahan manusia atau human error, sekaligus meningkatkan efisiensi pemantauan pasien kritis,” jelasnya.
Implementasi sistem ini juga diyakini akan meningkatkan responsivitas tenaga medis terhadap perubahan kondisi pasien. Dengan akses data yang cepat dan akurat, tindakan medis dapat dilakukan lebih tepat waktu, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan keselamatan pasien.
Lebih luas lagi, kerja sama antara RSMH dan Unsri ini menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi digital nasional di sektor kesehatan.
Perguruan tinggi berperan sebagai pusat inovasi dan pengembangan teknologi, sementara rumah sakit menjadi lokasi implementasi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kolaborasi ini juga membuka peluang besar dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia, baik tenaga medis maupun mahasiswa.
Selain itu, pengembangan teknologi seperti rekam medis elektronik, integrasi data kesehatan, hingga layanan telemedicine akan semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan penguatan infrastruktur digital, sistem monitoring pasien berbasis real-time ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan layanan kesehatan modern di Indonesia.
Ke depan, inovasi seperti ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (***)
0 Komentar