Musi Online | Sempat Suruh Adik Keluar, Lio Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya, Warga Ulak Kembahang Berduka
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Hukum Kriminal

Sempat Suruh Adik Keluar, Lio Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya, Warga Ulak Kembahang Berduka

Musi Online
https://musionline.co.id 27 October 2025 @18:45
Sempat Suruh Adik Keluar, Lio Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya, Warga Ulak Kembahang Berduka
Sempat Suruh Adik Keluar, Lio Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya, Warga Ulak Kembahang Berduka.

Musionline.co.id, Ogan Ilir - Suasana sore di Desa Ulak Kembahang, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, mendadak berubah mencekam pada Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. 
Seorang warga bernama Lio Haryanto (28) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya. 
Peristiwa tragis ini sontak menggegerkan warga sekitar yang tidak menyangka pria muda itu akan mengakhiri hidupnya dengan cara mengenaskan.
Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian, Lio sempat menyuruh adiknya keluar dari rumah tanpa menjelaskan alasan apa pun. 
Tak lama setelah itu, sang adik yang kembali ke rumah terkejut bukan main saat menemukan Lio sudah tak bernyawa, tergantung dengan seutas tali di salah satu ruangan rumah mereka. 
Panik dan ketakutan, adik korban langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.
Warga yang berdatangan kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. 
Tak lama berselang, Kapolsek Tanjung Batu Iptu Iwanto Putra bersama Kanit Reskrim dan sejumlah anggota piket fungsi tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 
Petugas mengevakuasi jenazah, mengamankan tali yang digunakan korban, serta mencatat sejumlah keterangan dari saksi-saksi dan pihak keluarga.
“Dari hasil pemeriksaan awal, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara korban murni meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri,” ujar Iptu Iwanto Putra saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2025).
Menurut penuturan warga, Lio dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang bergaul. Ia juga diketahui belum memiliki pekerjaan tetap. 
Diduga, tekanan hidup dan kesulitan ekonomi yang dialaminya menjadi salah satu penyebab depresi yang berujung pada keputusan nekat tersebut.
“Korban ini orangnya tidak banyak bicara, pendiam. Kadang terlihat murung, tapi kami tidak menyangka kalau dia sampai berbuat seperti itu,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Pihak keluarga korban mengaku menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Lio.
Mereka juga menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun atas kejadian ini. 
Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.
Kapolsek Tanjung Batu memastikan situasi di lokasi kejadian tetap aman dan kondusif. 
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi keluarga korban untuk mengantisipasi dampak psikologis maupun sosial yang mungkin muncul setelah kejadian tragis tersebut.
“Kami berkoordinasi dengan perangkat desa dan pihak keluarga agar tetap saling mendukung. Kondisi seperti ini sangat sensitif dan butuh perhatian bersama,” jelas Iptu Iwanto Putra.
Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut. 
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan mental dan kondisi psikologis orang-orang di sekitar.
“Kami turut berbelasungkawa. Kami berharap masyarakat dapat lebih peka terhadap tanda-tanda stres, depresi, atau tekanan hidup yang dialami oleh orang-orang di sekitar kita. Jika ada keluarga atau tetangga yang menunjukkan gejala demikian, segera ajak bicara, berikan dukungan, atau hubungi pihak berwenang maupun tenaga profesional,” ujar Kapolres dalam keterangan resminya.
Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di tengah tekanan ekonomi dan sosial yang kian kompleks. 
Banyak kasus bunuh diri yang berawal dari masalah sepele namun tidak tertangani dengan baik karena minimnya komunikasi dan dukungan emosional.
Kapolres Ogan Ilir berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak menganggap remeh tanda-tanda keputusasaan pada seseorang. “Terkadang senyap itu tanda. Jangan biarkan mereka menghadapi tekanan sendirian,” tutupnya.
Peristiwa meninggalnya Lio Haryanto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Ulak Kembahang. 
Kini, masyarakat setempat hanya bisa mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top