Musi Online https://musionline.co.id 28 October 2025 @15:18 109 x dibaca 
dr Ratu Tenny Leriva MM.
Musionline.co.id, Baturaja - Sebanyak 10 mahasiswa Universitas Baturaja (Unbara) menerima bantuan sosial Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun 2025 jalur aspirasi dari anggota DPD RI Dapil Sumatera Selatan (Sumsel), dr Ratu Tenny Leriva MM. Pada kesempatan itu, para mahasiswa juga dikenalkan dengan literasi digital di gedung FISIP Unbara, Senin (27/10/2025) siang.
dr Ratu yang juga sebagai Duta Literasi Sumsel menjelaskan, literasi digital adalah kemampuan individu dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan informasi melalui teknologi digital secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.
"Literasi digital sangat penting karena membantu individu berpikir kritis, menangkal disinformasi, dan berperilaku etis di ruang digital," jelas dr Ratu.
Dia melanjutkan, komponen literasi digital diataranya akses informasi digital mampu mencari dan menemukan informasi yang relevan, evaluasi dan verifikasi informasi, mampu membedakan informasi yang benar dan hoax, evaluasi dan verifikasi informasi mengetahui hak dan kewajiban, tidak melakukan plagiarisme atau menyebarkan ujaran kebencian, Kreatifitas dan partisipatif menggunakan media digital untuk produksi konten positif.
Sementara dampak negatif kurang literasi digital yaitu mudah termakan informasi Hoax tidak bisa membedakan informasi palsu dan fakta, rendahnya kemampuan mengakses dan mengelola informasi kesulitan mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif, terhambatnya kemampuan berpikir kritis dan kreatif sulit mengembangkan kreativitas dan kemampuan berfikir kritis dalam menanggapi konten digital.
"Manfaat literasi digital sebagai sarana pembelajaran dapat memperkuat integritas digital, mampu menjadi pengontrol sosial melalui media, menumbuhkan kreatifitas dan inovasi dalam belajar. Mendorong mahasiswa untuk menggunakan berbagai media digital secara kreatif dalam menyampaikan ide seperti melalui video atau presentasi interaktif, meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan etika digital membentuk pemikiran menjadi lebih kritis dalam memilah informasi di internet serta membentuk sikap etis dalam menggunakan dan menyebarkan informasi digital," jelasnya lagi.
Menurutnya, kolaborasi dalam menumbuhkan literasi di Sumsel yaitu literasi perlu dukungan komunitas, orang tua dan pemerintah. Dosen menjadi penghubung antar mahasiswa dilingkungan kampus dan lingkungan luar. Media digital dapat dimanfaatkan oleh pengajar untuk menumbuhkan minat literasi.
"Literasi digital mendorong lahirnya sikap kritis, jujur, dan bertanggungjawab dalam menyikapi informasi di dunia digital. Dengan literasi yang baik individu lebih mampu berfikir kritis dan menyaring informasi secara objektif," ujarnya.
Sementara itu bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah, dr Ratu berpesan, mahasiswa penerima KIP Kuliah adalah amanah karena bantuan tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan sebuah kepercayaan dari negara untuk mencerdaskan bangsa. Mahasiswa diharapkan dapat menjalankan kewajiban seperti lulus tepat waktu, menjaga prestasi akademik dan non-akademik, serta menggunakan dana bantuan secara bijak untuk kemajuan diri sendiri dan masyarakat.
"Mahasiswa harus menjadi teladan, baik dalam hal karakter maupun prestasi akademik dan non-akademik. Menjadi penerima beasiswa KIP bukan hanya soal keringanan biaya, melainkan tanggung jawab moral yang besar. Negara telah memercayakan dana pendidikan kepada kalian agar bisa belajar dengan tenang, tumbuh menjadi generasi yang cerdas, jujur, dan berkontribusi untuk bangsa," harapnya.
Dikatakan, mahasiswa penerima KIP Kuliah harus memberikan prestasi yang baik karena bantuan tersebut bertujuan untuk mendukung mereka menjadi pribadi yang unggul dan dapat memberikan dampak positif, bukan hanya sekadar membantu finansial.
Hadir dalam acara Rektor Unbara Ir Lindawati MZ MT, Wakil Rektor, para Dekan, dan mahasiswa. (***)
0 Komentar