Musi Online https://musionline.co.id 31 October 2025 @18:35 168 x dibaca 
Forum DAS Sosialisasikan Dampak Penggundulan Hutan Terhadap Bencana Kekeringan dan Banjir di Kabupaten Lahat.
Musionline.co.id, Lahat — Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Lahat terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Bertempat di kantor Desa Singapure, Kecamatan Kota Agung, Forum DAS Lahat menggelar kegiatan sosialisasi tentang “Dampak Penggundulan Hutan terhadap Bencana Kekeringan dan Banjir.”
Kegiatan tersebut berlangsung atas undangan Kepala Desa Singapure, Arsito Hasan, dan dihadiri langsung oleh Ketua Forum DAS Kabupaten Lahat, Ujang Meriansyah, para anggota Forum DAS, serta perwakilan masyarakat setempat.
Dalam kegiatan ini, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di kawasan hulu, khususnya di wilayah Kecamatan Kota Agung, menjadi fokus utama pembahasan.
Salah satu isu yang mencuat adalah semakin maraknya penggundulan hutan lindung akibat pembukaan lahan secara ilegal, baik oleh masyarakat secara pribadi maupun oleh aktivitas perusahaan.
Hutan Lindung Sebagai Penyangga Kehidupan
Ketua Forum DAS Kabupaten Lahat, Ujang Meriansyah, menegaskan pentingnya menjaga hutan lindung karena memiliki peran vital sebagai penyangga kehidupan.
Hutan berfungsi untuk mencegah bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan, sekaligus menjaga ketersediaan air tanah dan kesuburan lahan pertanian.
“Hutan lindung bukan sekadar bentang alam hijau. Ia adalah penjaga keseimbangan ekosistem, penyerap air hujan, pengendali banjir bandang di daerah hilir, serta penahan erosi di wilayah pegunungan,” ujar Ujang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hutan juga berperan penting dalam menjaga kualitas udara, menyerap karbon dioksida, dan mengurangi pemanasan global.
Selain itu, hutan menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna yang menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati di Bumi Serelo, julukan Kabupaten Lahat.
Kondisi Debit Air Menurun Drastis
Sementara itu, Kepala Desa Singapure, Arsito Hasan, yang juga menjabat sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lahat, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi debit air yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh penggundulan hutan di daerah hulu yang menyebabkan hilangnya daerah resapan air.
Dari hasil identifikasi sementara, terdapat sekitar 1.700 hektare lahan kritis yang menjadi prioritas untuk dilakukan penanaman kembali.
“Kami berharap Forum DAS bersama pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat dapat mendukung upaya reboisasi ini. Ini bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat,” jelas Arsito.
Selain itu, ia juga mendorong penggunaan pupuk organik di sektor pertanian guna menjaga kesuburan tanah.
Menurutnya, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan justru merusak struktur tanah dan menurunkan daya serap air, yang berimbas pada menurunnya kualitas hasil pertanian.
Harapan Masyarakat: Tanaman Produktif untuk Reboisasi
Perwakilan masyarakat, Viktor, menyampaikan harapannya agar program penanaman kembali hutan dapat segera direalisasikan.
Ia menekankan pentingnya menanam pohon produktif seperti tanaman buah-buahan yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami sangat berharap reboisasi ini tidak hanya simbolis. Kalau bisa, pohon yang ditanam adalah tanaman yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, seperti durian, mangga, atau jengkol,” kata Viktor.
Menanggapi aspirasi warga, Ketua Forum DAS Lahat, Ujang Meriansyah, menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lahat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, termasuk dinas-dinas terkait, untuk menyusun langkah konkret penanganan lahan kritis.
Forum DAS juga berencana membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan agar dapat memperluas jangkauan kegiatan dan memperkuat sinergi antarwilayah.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran serta masyarakat sangat penting. Karena tanpa dukungan warga, pelestarian alam tidak akan berjalan maksimal,” tegas Ujang.
Melalui kegiatan ini, Forum DAS Lahat berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan dan memelihara sumber daya air.
Upaya pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban bersama demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang. (***)
0 Komentar