Musi Online https://musionline.co.id 05 November 2025 @17:58 171 x dibaca 
ODGJ Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Karet Batu Putih, Keluarga Tolak Autopsi dan Nyatakan Sebagai Musibah.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Warga Dusun VI Air Suban, Desa Batu Putih, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), digemparkan dengan penemuan sesosok pria meninggal dunia di kebun karet milik warga, pada Senin (3/11) sekitar pukul 17.30 WIB.
Korban diketahui bernama Amiril (42), warga RT 03 Dusun III Desa Batu Putih, yang selama ini dikenal sebagai Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) dan berada dalam pengawasan pihak Puskesmas setempat.
Peristiwa mengejutkan ini pertama kali diketahui oleh dua warga, Rima Safitri (30) dan Adelina Eka Saputri (25).
Keduanya mengaku mendengar suara keras dari arah belakang rumah yang berbatasan langsung dengan area kebun karet milik warga bernama Dina.
“Saat itu kami mendengar suara seperti orang menabrak dinding papan rumah. Begitu kami intip dari jendela, terlihat ada seorang pria tengkurap di tanah. Awalnya kami kira pingsan, tapi setelah diperiksa warga ternyata sudah tidak bernyawa,” ungkap Rima kepada aparat desa yang datang ke lokasi.
Kabar penemuan mayat ini dengan cepat menyebar ke warga sekitar. Pihak Polsek Baturaja Barat segera turun ke lokasi bersama Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta warga setempat sekitar pukul 20.00 WIB untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Kondisi jasad Amiril ditemukan dalam posisi tengkurap, dengan mulut mengeluarkan cairan berwarna putih yang diduga merupakan reaksi alami tubuh sebelum meninggal dunia.
“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya luka atau indikasi kekerasan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban merupakan ODGJ yang sejak lama menjalani perawatan dan rutin mengonsumsi obat dari Puskesmas,” jelas Kasubsi Penmas Polres OKU, Ipda Chandra, saat dikonfirmasi pada Selasa (4/11) sore.
Menurut informasi dari pihak keluarga, Amiril diketahui mulai mengalami gangguan kejiwaan sejak usia muda, tepatnya setelah ayahnya meninggal dunia.
Sejak saat itu, kondisi mentalnya kerap naik turun, meskipun dalam beberapa tahun terakhir masih dalam pengawasan medis dan mendapat pendampingan dari pihak desa serta Puskesmas Batu Putih.
Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, jenazah Amiril dievakuasi ke rumah orang tuanya di Desa Batu Putih untuk dimakamkan.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi bahwa mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah murni.
“Keluarga sudah memberikan keterangan tertulis bahwa mereka tidak menginginkan dilakukan autopsi. Mereka menyatakan ikhlas dan menganggap kejadian ini sebagai takdir,” tambah Ipda Chandra.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar rumah duka untuk memastikan situasi kondusif.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi, mengingat korban memiliki saudara kembar yang juga diketahui mengalami gangguan jiwa.
“Langkah pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman, karena pihak keluarga memiliki anggota lain dengan kondisi serupa. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar seorang petugas Bhabinkamtibmas setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang perlunya perhatian khusus terhadap warga dengan gangguan kejiwaan di lingkungan sekitar.
Selain pengawasan medis, dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian menyatakan kasus tersebut ditutup sebagai kematian wajar tanpa unsur pidana, dan jenazah telah dimakamkan secara layak di TPU Desa Batu Putih pada Selasa sore. (***)
0 Komentar