Musi Online https://musionline.co.id 18 November 2025 @18:50 186 x dibaca 
Bayi Perempuan Dibuang Dalam Kantong Plastik di Muba, Ditemukan Warga Dalam Kondisi Meninggal Dunia, Polisi Ringkus Ibu Kandung Pelaku.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin — Warga Kelurahan Sungai Lilin Jaya dikejutkan oleh penemuan tragis seorang bayi perempuan yang dibuang dalam kantong plastik berwarna hitam di belakang Ruko Pelangi “Kenzo Karaoke” pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 08.30 WIB.
Bayi malang tersebut awalnya ditemukan dalam kondisi masih hidup, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Sungai Lilin.
Ditemukan di Atas Tumpukan Kayu, Masih Mengeluarkan Tangisan Lemah
Penemuan bermula saat seorang tukang bangunan yang tengah bekerja mengangkut pasir di belakang ruko “Maxwin” mendengar suara lirih menyerupai tangisan hewan kecil.
Suara itu terdengar dua kali dan membuat saksi merasa curiga. Mencari sumber suara, ia menemukan sebuah kantong plastik hitam dalam keadaan tertutup dan tergeletak di atas tumpukan kayu dekat puing bangunan.
Saat membuka kantong tersebut, betapa terkejutnya ia menemukan seorang bayi perempuan yang terbalut kain putih berlumur darah.
Kondisi bayi tampak kritis, dengan luka pada bagian perut dan tubuh masih dipenuhi bercak darah. Sontak, saksi segera memanggil pegawai Ruko Kenzo untuk memastikan kondisi bayi dan melakukan dokumentasi sebelum melaporkannya ke Polsek Sungai Lilin.
Dibawa ke RSUD Sungai Lilin, Nyawa Bayi Tak Tertolong
Bayi langsung dilarikan ke RSUD Sungai Lilin oleh warga dan pihak ruko. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bayi mengalami luka serius di bagian perut, terdapat tiga lubang yang diduga akibat benda tajam.
Tenaga medis langsung menempatkan bayi ke ruang ICU untuk penanganan intensif.
Namun, setelah beberapa jam berjuang, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.04 WIB.
Jenazah kemudian disemayamkan di ruang jenazah RSUD Sungai Lilin sebelum rencana pemakaman dilakukan pada hari yang sama.
Polisi Bergerak Cepat, Ibu Kandung Mengakui Perbuatannya
Polsek Sungai Lilin yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas orang tua yang tega membuang bayi tersebut.
Upaya cepat aparat membuahkan hasil setelah mengamankan DO (20), seorang pekerja karaoke Kenzo yang kemudian mengakui bahwa bayi itu merupakan anak kandungnya.
Menurut keterangan sementara, DO melahirkan bayinya sekitar pukul 08.00 WIB di kamar mandi lantai bawah ruko tanpa bantuan medis maupun orang lain.
Ia mengaku memotong tali pusar sendiri menggunakan gunting yang ada di kamar mandi.
Kain putih dan kantong plastik hitam serta kantong plastik hijau sebelumnya telah dipersiapkan untuk membungkus bayi tersebut.
Setelah melahirkan, DO membungkus bayi lain kandungnya dan meletakkannya di tumpukan kayu di belakang ruko, lalu kembali ke kamar mandi untuk membersihkan darah sebelum naik ke atas ruko untuk beristirahat.
Motif: Rasa Malu dan Tak Ada Tanggung Jawab dari Pasangan
Kasi Humas Polsek Sungai Lilin, Iptu Hutahean, mewakili Kapolsek AKP Jon Kenedi menjelaskan bahwa DO membuang bayinya karena merasa malu.
Selain itu, kekasihnya yang diduga menjadi ayah dari bayi tersebut tidak mau bertanggung jawab dan rupanya telah beristri.
“Pelaku merasa malu lantaran melahirkan tanpa keluarga, dan kekasihnya tidak mau bertanggung jawab serta sudah memiliki istri,” ujar Iptu Hutahean.
Ia juga menambahkan bahwa kehamilan DO tidak disadari oleh rekan-rekannya di tempat kerja.
Pelaku mengaku menyesal dan membantah sebagai penyebab luka tiga lubang pada perut bayi. Menurutnya, bayi masih dalam kondisi normal saat ia tinggalkan.
Barang Bukti Diamankan, Pelaku Masih Dirawat
Sejumlah barang bukti telah diamankan pihak kepolisian, antara lain:
Pakaian yang digunakan saat persalinan
Kantong plastik hitam dan hijau
Sampel darah
Gunting
Surat keterangan kematian bayi
Pelaku saat ini masih menjalani perawatan medis sambil menunggu kondisi kesehatannya stabil untuk menjalani proses hukum.
Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab luka yang ada pada tubuh bayi dan menuntaskan kasus ini sesuai hukum yang berlaku.
Kasus Menjadi Perhatian Publik
Tragedi ini menimbulkan duka mendalam sekaligus keprihatinan banyak pihak. Warga berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran penting bahwa masalah kehamilan dan hubungan di luar pernikahan harus ditangani dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan edukatif untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Polsek Sungai Lilin memastikan proses hukum akan berjalan hingga tuntas dan meminta masyarakat agar tidak menghakimi pelaku sebelum penyidikan selesai. Namun, kematian tragis bayi perempuan ini tetap meninggalkan luka besar bagi masyarakat sekitar. (***)
0 Komentar