Musi Online https://musionline.co.id 19 November 2025 @19:31 163 x dibaca 
Isu Perselingkuhan Pegawai RSUD Prabumulih Merebak, Manajemen Tegas Membantah: Hoaks dan Tidak Berdasar.
Musionline.co.id, Prabumulih — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih mendadak menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir setelah muncul isu tak sedap mengenai dugaan perselingkuhan antar oknum pegawainya.
Kabar burung yang menyebar cepat itu memicu kegaduhan, keresahan internal, serta berbagai spekulasi liar di kalangan masyarakat.
Namun pihak manajemen akhirnya angkat bicara dan memastikan bahwa seluruh tudingan tersebut adalah informasi palsu alias hoaks.
Direktur RSUD Prabumulih, drg Sri Widyastuti, secara tegas membantah semua rumor yang beredar.
Ia menegaskan bahwa dugaan adanya hubungan terlarang di lingkungan RSUD Prabumulih tidak pernah terbukti, bahkan setelah dilakukan pemeriksaan internal, pemanggilan sejumlah pegawai, hingga pengecekan CCTV bersama tim Inspektorat Kota Prabumulih.
Rumor Menguat, Suasana Internal Menghangat
Isu perselingkuhan itu mulai mencuat sekitar sepekan lalu dan langsung menyebar melalui percakapan informal antar pegawai serta media sosial.
Cepatnya kabar berkembang membuat suasana internal RSUD memanas karena sejumlah nama pegawai disebut-sebut tanpa dasar yang jelas.
Melihat kondisi tersebut, manajemen rumah sakit bergerak cepat dengan mengeluarkan edaran resmi terkait peningkatan kedisiplinan dan etika pegawai.
Namun edaran tersebut justru semakin dikaitkan oleh sebagian pihak sebagai respons atas rumor perselingkuhan, sehingga kesimpangsiuran semakin bertambah.
Padahal, menurut Direktur, surat edaran itu bersifat rutin sebagai pengingat agar seluruh pegawai menjaga profesionalitas.
“Edaran yang kami keluarkan adalah bentuk arahan umum. Tapi karena waktu beredarnya berbarengan dengan isu liar itu, banyak yang justru salah mengartikan,” jelas drg Sri Widyastuti.
Tim Internal Bergerak Cepat, Semua Nama Dipanggil
Untuk mencegah informasi semakin liar, pihak RSUD membentuk tim khusus yang bertugas melakukan investigasi internal.
Tim tersebut langsung memanggil semua pegawai yang namanya dikaitkan dengan kabar miring itu.
“Kami klarifikasi semua nama yang disebut. Bahkan petugas sekuriti pun kami panggil untuk dimintai keterangan agar tidak ada ruang bagi spekulasi apa pun,” ungkap Sri Widyastuti.
Tidak hanya mengandalkan klarifikasi pegawai, manajemen juga memeriksa seluruh rekaman CCTV di titik-titik strategis rumah sakit, termasuk area yang disebut dalam rumor. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun aktivitas mencurigakan.
“Semua rekaman CCTV bersih. Tidak ada bukti apa pun yang menguatkan rumor itu. Artinya, isu tersebut dibuat tanpa dasar sama sekali,” tegasnya.
Inspektorat Turun Tangan: “Berita Itu Hoaks”
Melihat rumor yang semakin meresahkan pegawai dan masyarakat, Inspektorat Kota Prabumulih turut melakukan pemeriksaan.
Pada Senin lalu, sejumlah pegawai, pejabat struktural, dan pihak-pihak yang disebut dalam isu diperiksa langsung oleh Inspektorat.
“Hasil pemeriksaan Inspektorat juga menunjukkan bahwa berita itu bohong, hoaks. Tidak ada perselingkuhan seperti yang diberitakan,” tegas Direktur.
Salah satu pejabat yang kabarnya disebut melakukan penggerebekan dalam rumor tersebut bahkan menyatakan bahwa ia baru mengetahui isu itu pada pagi hari setelah kabar tersebut ramai dibicarakan. Hal itu menambah bukti bahwa isu tersebut tidak memiliki landasan.
Dampak Rumor: Pegawai dan Keluarga Ikut Terseret
Sri Widyastuti tidak menampik bahwa isu tersebut berdampak besar terhadap psikologis pegawai RSUD Prabumulih.
Banyak dari mereka merasa tertekan karena nama-nama baik terseret tanpa alasan jelas. Kondisi ini bahkan merembet ke keluarga para pegawai.
“Kasihan para suami dan istri pegawai yang bekerja di RSUD. Mereka ikut resah dan bertanya-tanya. Ini yang membuat kami sangat menyayangkan adanya penyebaran berita palsu seperti ini,” ujarnya.
Direktur menegaskan bahwa RSUD Prabumulih selama ini menjunjung tinggi profesionalisme di lingkungan kerja. Ia tidak ingin rumor palsu merusak keharmonisan internal maupun pelayanan publik rumah sakit.
“Kami menjaga betul etika dan kinerja pegawai. Tidak benar jika ada yang mengatakan kami menutupi sesuatu, karena faktanya memang tidak ada kejadian itu,” tegasnya.
Manajemen Siap Tempuh Jalur Hukum
Terkait penyebaran kabar bohong tersebut, RSUD Prabumulih memastikan kesiapan mengambil langkah hukum.
Sri Widyastuti mengatakan bahwa tim hukum RSUD akan diperkuat, dan pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan Inspektorat, Pemerintah Kota Prabumulih, hingga Kejaksaan Negeri.
“Kami sudah berkonsultasi dan akan melapor kepada Pak Wali Kota serta pihak Kejaksaan. Jika nanti terjadi lagi dan menimbulkan kerugian bagi pegawai maupun institusi, kami siap melakukan somasi,” ujarnya tegas.
Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga nama baik RSUD Prabumulih sekaligus memberikan efek jera terhadap pihak-pihak yang berupaya merusak reputasi institusi.
Minta Media Turut Meluruskan Informasi
Sebagai penutup, drg Sri Widyastuti meminta dukungan seluruh media untuk meluruskan informasi di tengah masyarakat agar isu serupa tidak kembali memicu keresahan.
“Kami mohon bantuan rekan-rekan media untuk mengklarifikasi dan menyampaikan fakta sebenarnya. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar bahwa isu itu tidak terjadi,” pungkasnya.
Dengan klarifikasi resmi manajemen dan hasil pemeriksaan Inspektorat, rumor perselingkuhan pegawai RSUD Prabumulih dipastikan tidak benar dan hanya kabar palsu yang mencoreng reputasi institusi.
Pihak rumah sakit berharap ke depan masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi agar tidak mudah terhasut isu yang belum tentu benar. (***)
0 Komentar