Musi Online https://musionline.co.id 19 November 2025 @19:33 122 x dibaca 
Kebakaran Lahan Gambut Meluas di Ogan Ilir, 35 Personel Dikerahkan Lakukan Pemadaman Hingga Malam Hari.
Musionline.co.id, Ogan Ilir - Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda wilayah Kabupaten Ogan Ilir pada Senin, 17 November 2025.
Kebakaran kali ini terjadi di kawasan Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, dan langsung menyedot perhatian aparat serta warga setempat karena lokasi yang terbakar merupakan hamparan lahan gambut yang dikenal mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Upaya pemadaman bahkan berlangsung hingga malam hari untuk mencegah api merembet ke wilayah yang lebih luas.
Titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 18.00 WIB, memicu respon cepat dari tim gabungan Polri, BPBD, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Asap tebal yang membubung dari kejauhan membuat situasi semakin mendesak, terlebih cuaca panas dan kondisi lahan yang sangat kering mempercepat penyebaran api.
Lahan Gambut Jadi Tantangan Utama Pemadaman
Berdasarkan laporan resmi kepolisian, kebakaran melanda area lahan gambut dan semak belukar dengan luas total terdampak mencapai sekitar 24 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 4 hektare berhasil dipadamkan hingga operasi pemadaman sementara dihentikan sekitar pukul 23.00 WIB.
Namun, bara api masih ditemukan di beberapa titik sehingga tim di lapangan melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.
Karakteristik lahan gambut yang menyimpan api di bawah permukaan menjadi tantangan tersendiri bagi personel gabungan.
Meski di permukaan tampak padam, bara di lapisan bawah tanah dapat kembali memicu kebakaran baru apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Kondisi inilah yang membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan hati-hati dan membutuhkan waktu yang lama.
Selain faktor alam, akses menuju lokasi kebakaran juga menjadi kendala. Medan yang sulit dilalui serta minimnya penerangan saat malam hari membuat personel harus bekerja ekstra. Beberapa area hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki sambil membawa peralatan pemadaman.
35 Personel Gabungan Dikerahkan
Operasi pemadaman melibatkan setidaknya 35 personel gabungan. Terdiri dari 10 personel Polri, 20 anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta 5 relawan dari kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka bergerak secara bergantian untuk memaksimalkan efektivitas penanganan di lapangan.
Petugas menggunakan empat unit mesin pompa air untuk membasahi area kebakaran, dibantu peralatan manual seperti sekop dan cangkul untuk membuka jalur air dan memotong penyebaran api. Teknik pembasahan dan pendinginan dilakukan secara simultan di titik-titik yang masih menunjukkan aktivitas bara.
Kasat Samapta Polres Ogan Ilir, AKP Sutopo, menjelaskan bahwa hingga malam hari petugas terus bekerja untuk memastikan kebakaran tidak semakin meluas.
“Personel di lapangan masih terus bekerja melakukan pendinginan dan pemadaman lanjutan. Kami berupaya agar api dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar AKP Sutopo.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi cuaca yang panas dan angin kencang berpotensi memperburuk penyebaran api sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan.
Pemilik Lahan dalam Penyelidikan
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki identitas pemilik lahan yang terdampak kebakaran. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia atau faktor alam semata.
Pihak berwenang juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur kesengajaan, mengingat praktik membuka lahan dengan cara membakar masih kerap ditemukan di beberapa daerah, khususnya wilayah yang memiliki lahan gambut luas.
Imbauan Keras kepada Masyarakat
Melalui kesempatan tersebut, AKP Sutopo kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
Selain melanggar hukum, tindakan tersebut sangat berpotensi memicu kebakaran besar, terutama pada musim panas dan di area gambut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Risiko kebakaran cukup tinggi, dan dampaknya bisa merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga berkomitmen memperkuat patroli dan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan sebagai upaya mitigasi.
Edukasi kepada masyarakat turut ditingkatkan, mengingat sebagian besar kejadian karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi kebakaran untuk memastikan bara api benar-benar padam dan tidak menimbulkan ancaman susulan.
Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir juga telah menyiapkan langkah-langkah lanjutan, termasuk pemantauan titik panas dan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla. (***)
0 Komentar