Musi Online https://musionline.co.id 25 November 2025 @18:31 73 x dibaca 
Latih 30 Pemuda Jadi Tour Guide, Disparekraf Muara Enim Dorong Profesionalisme Pemandu Wisata Lokal.
Musionline.co.id, Muara Enim - Dalam upaya memperkuat SDM pariwisata dan mendorong masyarakat agar lebih berperan dalam pengembangan destinasi lokal, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Muara Enim menggelar kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata (Tour Guide) selama dua hari, mulai 24–25 November 2025.
Pelatihan berlangsung di Hotel Griya Sintesa Muara Enim dan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis), komunitas, masyarakat umum, hingga pengelola destinasi di Kabupaten Muara Enim.
Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Disparekraf Muara Enim, Kandar Budizon, serta dihadiri jajaran dinas terkait, para undangan, narasumber berpengalaman, dan perwakilan instansi kebudayaan dan pariwisata.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam bidang pariwisata sekaligus menyiapkan pemandu wisata lokal yang dapat bersaing secara profesional.
Tujuan Pelatihan: Siapkan Pemandu Wisata yang Paham Sejarah dan Sarana Destinasi
Ketua Panitia Pelaksana, Fredy, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, Pokdarwis, komunitas, serta pengelola usaha pariwisata tentang pentingnya keberadaan seorang pemandu wisata di sebuah destinasi.
Menurutnya, seorang pemandu wisata bukan hanya bertugas mengantar wisatawan, tetapi juga harus mampu menjelaskan sejarah, fasilitas, sarana, prasarana, serta nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang melekat pada suatu tempat wisata.
“Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kompetensi para pengelola serta masyarakat, agar destinasi wisata di desa maupun kecamatan dapat dikelola lebih baik. Mereka juga harus mampu menyambut wisatawan dengan ramah sekaligus menjadi bagian dari promosi daerah,” jelas Fredy.
Adapun narasumber pelatihan berasal dari berbagai institusi berpengalaman, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Politeknik Pariwisata Palembang, komunitas Good Gaet Palembang, serta Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Palembang.
Pemandu Wisata adalah “Duta” Kabupaten Muara Enim
Dalam sambutannya, Kadis Disparekraf Muara Enim, Kandar Budizon, mengapresiasi seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan kegiatan.
Ia menegaskan bahwa Muara Enim memiliki potensi wisata yang sangat besar, mulai dari kekayaan alam, budaya, hingga warisan sejarah, sehingga diperlukan SDM pariwisata yang profesional sebagai ujung tombak promosi daerah.
“Kita memiliki potensi luar biasa. Namun potensi itu tidak akan dikenal dunia jika tidak ada juru cerita yang mampu mengisahkan keindahannya. Di sinilah peran strategis seorang pemandu wisata,” ujar Kandar.
Ia menekankan bahwa seorang tour guide bukan sekadar penunjuk jalan, tetapi merupakan wajah dari keramahan masyarakat Muara Enim.
“Kesan pertama wisatawan datang itu dari Anda. Layanan Anda, cara Anda bertutur, hingga narasi yang Anda bangun akan menentukan apakah mereka pulang membawa kenangan indah atau tidak,” tegasnya.
Kandar menjelaskan bahwa profesionalisme seorang pemandu wisata mengacu pada tiga pilar utama, yakni pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan etika (attitude). Ketiganya harus dimiliki oleh peserta agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
Dorong SDM Pariwisata Profesional dan Berdaya Saing
Lebih jauh, Kandar berharap pelatihan ini dapat membentuk pemandu wisata yang tidak hanya memahami mekanisme kerja, SOP, dan standar pelayanan, tetapi juga memiliki wawasan luas tentang seni budaya, kuliner, sejarah, hingga kearifan lokal Muara Enim.
Ia menekankan bahwa tugas peserta setelah pelatihan adalah turut mempromosikan seluruh kekayaan pariwisata yang dimiliki Kabupaten Muara Enim.
“Kami ingin wisatawan yang datang tidak hanya membawa foto, tetapi membawa cerita dan pengalaman berkesan yang membuat mereka ingin kembali,” tambahnya.
Kandar meminta peserta memanfaatkan pelatihan dua hari ini dengan maksimal, bertanya, membangun jaringan, dan menggali ilmu sebanyak mungkin dari para narasumber.
“Anda adalah garda terdepan pariwisata Muara Enim. Tunjukkan bahwa Anda siap menjadi representasi terbaik daerah ini,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Kandar berharap para peserta dapat menguasai standar pelayanan, memahami teknik penyambutan tamu, serta memiliki kemampuan menjelaskan sejarah, fasilitas, hingga potensi pariwisata di daerah masing-masing secara profesional.
“Dengan SDM yang kompeten, kita optimis destinasi wisata di Kabupaten Muara Enim dapat berkembang pesat dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya. (***)
0 Komentar