Musi Online https://musionline.co.id 28 November 2025 @18:18 110 x dibaca 
Perkuat Budaya Islam, MUI OKU Bina Komunitas Seni Generasi Muda di Tengah Arus Globalisasi.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan memperkuat identitas budaya Islam di tengah derasnya arus globalisasi.
Melalui program pembinaan komunitas seni, MUI OKU berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda dengan pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyentuh aspek seni budaya.
Kegiatan pembinaan ini digelar di Yayasan Asyifa Baturaja pada Kamis (27/11/2025) dan diikuti oleh sekitar 40 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai majelis taklim di Kota Baturaja.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai seni budaya Islam, mulai dari seni musik religi, keterampilan membaca Al-Qur’an dengan tartil, hingga pemahaman mengenai seni yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat.
Ketua Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam MUI OKU, Rosnelly, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi MUI dalam memperkuat identitas budaya Islam di tengah perubahan sosial yang begitu cepat.
Ia menegaskan bahwa seni memiliki peran penting dalam proses dakwah, terlebih bagi generasi muda yang kini tumbuh di era serba digital dan terpapar berbagai gaya hidup global.
“Pembinaan komunitas seni ini dilakukan untuk memperkuat identitas budaya masyarakat, khususnya budaya Islam di OKU. Seni bukan hanya hiburan, tetapi juga alat yang sangat efektif untuk menyampaikan ajaran agama dan menjaga harmoni sosial,” kata Rosnelly.
Menurutnya, mempertahankan identitas budaya Islam di tengah derasnya arus globalisasi bukanlah hal yang mudah. Banyak generasi muda yang kini lebih akrab dengan budaya asing dibanding budaya daerah atau seni religi yang menjadi bagian dari identitas keislaman masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal ragam seni Islami yang telah lama berkembang di Nusantara. Rosnelly mencontohkan tradisi gamelan yang mengiringi lantunan shalawat, atau tabuhan rebana yang menjadi pengiring zikir dan syair-syair pujian kepada Allah SWT.
Tradisi seperti ini, menurutnya, tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta kepada agama serta memperkuat spiritualitas.
Selain seni musik Islami, pembinaan juga mencakup pelatihan membaca Al-Qur’an secara tartil dengan suara merdu. Para peserta dibimbing langsung oleh ustadz dan ustadzah yang berkompeten di bidangnya.
Pembinaan ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kecakapan seni, tetapi juga mampu menjadi duta-duta dakwah di lingkungan masing-masing.
“Melalui pembinaan ini, kami ingin membekali komunitas seni di Baturaja dengan pengetahuan tentang seni Islam yang halal, mendidik, serta bermakna. Harapannya, generasi muda dapat menjadi pelopor dalam menumbuhkan kembali kecintaan terhadap seni budaya Islam,” ujarnya.
MUI OKU menegaskan bahwa pembinaan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain untuk memperkuat identitas keagamaan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kelestarian warisan budaya Islam yang telah turun-temurun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat OKU.
Dengan adanya program tersebut, MUI berharap seni Islami dapat tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda, sekaligus menjadi benteng moral di tengah tantangan era digital dan globalisasi yang semakin kompleks. (***)
0 Komentar