Musi Online | Harga Emas Anjlok Akibat Aksi Obral Besar Pelaku Pasar, Namun Prospek Jangka Panjang Tetap Bullish
HDCU
Home        Berita        Nasional

Harga Emas Anjlok Akibat Aksi Obral Besar Pelaku Pasar, Namun Prospek Jangka Panjang Tetap Bullish

Musi Online
https://musionline.co.id 05 December 2025 @17:38
Harga Emas Anjlok Akibat Aksi Obral Besar Pelaku Pasar, Namun Prospek Jangka Panjang Tetap Bullish
Harga Emas Anjlok Akibat Aksi Obral Besar Pelaku Pasar, Namun Prospek Jangka Panjang Tetap Bullish.

Musionline.co.id, Palembang - Harga emas dunia kembali mengalami tekanan tajam setelah dua hari reli menguat. 
Penurunan ini disebut-sebut dipicu aksi obral besar-besaran atau profit taking yang dilakukan pelaku pasar ketika harga emas menyentuh level psikologis US$4.200 per troy ons. 
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa reli emas yang terjadi sejak awal pekan lalu mulai kehilangan tenaga, meskipun sentimen pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) masih mendominasi pasar.
Pada perdagangan Selasa (02/12/2025), harga emas global tercatat merosot 0,60% ke level US$4.207,14 per troy ons.
Sebelumnya, emas sempat jatuh lebih dalam hingga menyentuh penurunan lebih dari 1% akibat aksi jual masif sesaat setelah menyentuh level tertinggi dalam enam minggu. 
Koreksi ini sekaligus memutus penguatan dua hari beruntun yang sebelumnya menopang harga emas menuju target kenaikan baru.
Namun pada pembukaan pasar Rabu pagi (03/12/2025) hingga pukul 06.29 WIB, harga emas spot kembali bergerak menguat tipis 0,05% ke US$4.209,22 per troy ons. 
Kenaikan terbatas ini menunjukkan pasar masih berusaha mencari arah di tengah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat, sekaligus menggambarkan bahwa pelemahan sebelumnya belum sepenuhnya menjatuhkan sentimen positif investor.
Aksi Profit Taking Pelaku Pasar Disebut Jadi Pemicu Utama
Penurunan tajam harga emas diperkirakan terjadi karena gelombang profit taking yang dilakukan para investor besar. 
Ketika emas menyentuh level psikologis US$4.200—level yang selama dua pekan terakhir menjadi area krusial—banyak pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan, terutama setelah emas mencetak kenaikan signifikan pada sesi sebelumnya.
Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus ahli strategi logam senior di Zaner Metals, mengungkapkan bahwa aksi jual tersebut bukan sinyal perubahan tren, melainkan bagian dari gerakan teknikal pasar yang umum terjadi ketika harga mencapai titik jenuh beli.
“Ini mungkin hanya sedikit aksi ambil untung. Fokus terbesar pasar akhir-akhir ini adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga dan ekspektasi tersebut masih cukup stabil,” ujarnya.
Grant bahkan menegaskan bahwa secara jangka panjang, tren emas masih solid berada di jalur bullish.
“Kita berada dalam pola kelanjutan yang pada akhirnya akan mengarah pada kenaikan harga, dan saya masih menyukai skenario emas mencapai US$5.000 per troy ons pada awal tahun baru,” tambahnya.
Pasar Menanti Sinyal The Fed, Volatilitas Diprediksi Berlanjut
Perhatian investor kini tertuju pada serangkaian data ekonomi penting AS jelang rapat kebijakan The Fed minggu depan. Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga semakin menguat setelah sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal dovish dan laporan ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Menurut proyeksi pasar, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 89%, mencerminkan meningkatnya keyakinan bahwa bank sentral AS akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya.
Beberapa data yang saat ini menjadi fokus pelaku pasar antara lain:
Laporan ketenagakerjaan ADP November, yang akan dirilis Rabu.
Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) September, indikator inflasi favorit The Fed, yang dijadwalkan rilis Jumat.
Secara historis, suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas karena menekan imbal hasil obligasi dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
Permintaan Emas Fisik dari Bank Sentral Melejit
Di tengah gejolak pasar, permintaan emas fisik dari berbagai bank sentral justru meningkat tajam. Data World Gold Council mencatat pembelian emas oleh bank sentral global mencapai 53 ton pada Oktober 2025, melonjak 36% secara bulanan. Angka ini menjadi pembelian terbesar sejak awal tahun.
Lonjakan permintaan ini menunjukkan bahwa bank-bank sentral terus meningkatkan cadangan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan upaya meredam risiko ketidakpastian ekonomi global, termasuk gejolak geopolitik dan penurunan nilai mata uang besar dunia.
Aksi jual besar-besaran yang membuat harga emas rontok pada Selasa memang menjadi tekanan jangka pendek. 
Namun banyak analis sepakat bahwa koreksi ini bersifat sementara dan lebih dipengaruhi faktor teknikal pasar. 
Sentimen fundamental emas masih ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan tingginya permintaan emas fisik dari bank sentral.
Pasar kini memasuki fase penantian menjelang rilis data ekonomi AS dan keputusan kebijakan The Fed minggu depan. 
Kedua faktor tersebut diperkirakan menjadi katalis terbesar berikutnya yang dapat menentukan arah pergerakan harga emas dunia dalam jangka menengah. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top