Musi Online https://musionline.co.id 27 December 2025 @14:41 78 x dibaca 
Bocah Asal Palembang Tenggelam di Sungai Komering OKI, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir - Peristiwa tragis menimpa seorang bocah asal Kota Palembang yang dilaporkan tenggelam di Sungai Komering, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Korban diketahui bernama Rizki (7), warga Talang Jambe, Palembang, yang saat kejadian tengah berlibur ke rumah neneknya di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayuagung.
Informasi tenggelamnya korban pertama kali diterima Kantor SAR Palembang pada Jumat, 26 Desember 2025, sekitar pukul 21.30 WIB.
Begitu menerima laporan, Basarnas Palembang langsung bergerak cepat dengan mengerahkan tim rescue ke lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menjelaskan bahwa pihaknya segera memerintahkan Tim Rescue untuk melakukan pencarian menggunakan peralatan khusus SAR air.
Langkah cepat ini dilakukan mengingat kondisi Sungai Komering yang dikenal memiliki arus cukup deras, terutama saat musim hujan.
“Setelah menerima informasi kejadian, kami langsung mengerahkan Tim Rescue Kantor SAR Palembang menuju lokasi dengan membawa peralatan SAR air untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Raymond, Sabtu (27/12/2025).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat itu, Rizki bersama neneknya dan tiga orang saudaranya pergi mandi di Sungai Komering.
Aktivitas mandi di sungai tersebut diketahui merupakan kebiasaan warga setempat, terutama anak-anak yang memanfaatkan waktu sore hari.
Namun, suasana ceria berubah menjadi kepanikan ketika tiba-tiba arus sungai menjadi lebih kuat.
Rizki dan ketiga saudaranya terseret arus secara bersamaan. Nenek korban yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan.
“Dari informasi yang kami terima, nenek korban berhasil menyelamatkan tiga orang saudara korban. Namun naas, Rizki tidak sempat tertolong dan tubuhnya hanyut terbawa arus sungai hingga tenggelam,” ungkap Raymond.
Upaya pencarian korban telah dilakukan sejak malam hari pascakejadian. Tim SAR Gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, unsur TNI dan Polri, BPBD OKI, perangkat desa setempat, relawan, serta masyarakat sekitar yang turut membantu proses pencarian.
Meski demikian, hingga Sabtu siang, korban masih belum berhasil ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan dengan mengedepankan keselamatan personel di lapangan serta mempertimbangkan kondisi arus sungai yang cukup menantang.
Dalam pelaksanaan operasi SAR, Tim Gabungan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 bertugas melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Komering menggunakan perahu karet, dengan radius pencarian mencapai sekitar 8 kilometer persegi ke arah barat laut dari titik awal kejadian.
Sementara itu, SRU 2 difokuskan pada pencarian di sekitar lokasi awal korban diduga tenggelam. Jika kondisi memungkinkan, tim ini akan melakukan metode penyelaman.
Selain itu, SRU 2 juga melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir sungai agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Raymond menambahkan, pihaknya akan terus melanjutkan operasi pencarian hingga korban ditemukan, dengan mengoptimalkan seluruh potensi dan sumber daya yang ada.
“Kami berharap dengan berbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan, korban dapat segera ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama terhadap anak-anak,” tutup Raymond.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan terbuka, khususnya sungai dengan arus yang tidak menentu. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap bocah malang tersebut masih terus berlangsung. (***)
0 Komentar