Musi Online | Pemuda Asal Muara Enim Tewas dalam Insiden Tabrak Lari di Prabumulih, Polisi Buru Pengemudi Triton Putih
HDCU
Home        Berita        Hukum Kriminal

Pemuda Asal Muara Enim Tewas dalam Insiden Tabrak Lari di Prabumulih, Polisi Buru Pengemudi Triton Putih

Musi Online
https://musionline.co.id 27 December 2025 @14:43
Pemuda Asal Muara Enim Tewas dalam Insiden Tabrak Lari di Prabumulih, Polisi Buru Pengemudi Triton Putih
Pemuda Asal Muara Enim Tewas dalam Insiden Tabrak Lari di Prabumulih, Polisi Buru Pengemudi Triton Putih.

Musionline.co.id, Prabumulih - Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. 
Seorang pemuda asal Kabupaten Muara Enim dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Lintas Gunung Kemala–Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat, Kamis (25/12/2025) siang.
Korban diketahui bernama Ahmad Gustiyansah (20), warga Dusun II, Desa Gunung Raja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim. 
Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta keprihatinan masyarakat, lantaran pengemudi mobil yang terlibat justru melarikan diri usai kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian dan saksi di lapangan, kecelakaan bermula saat Ahmad Gustiyansah mengendarai sepeda motor Honda Beat seorang diri. Saat itu, korban melaju dari arah Payuputat menuju Kota Prabumulih dengan kecepatan normal di jalur lintas yang dikenal cukup padat kendaraan.
Ketika melintas di kawasan Jalan Lintas Gunung Kemala–Payuputat, tepatnya di wilayah Kecamatan Prabumulih Barat, dari arah berlawanan datang sebuah mobil Mitsubishi Triton Strada berwarna putih yang melaju dari arah Kota Prabumulih menuju Payuputat. Hingga kini, identitas pengemudi mobil tersebut masih belum diketahui.
Diduga kuat, pengemudi mobil Triton berupaya mendahului kendaraan lain di depannya. Namun, karena jarak yang terlalu dekat dan kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan, mobil tersebut akhirnya bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai korban.
Benturan keras tidak dapat dihindari. Sepeda motor korban terpental, sementara Ahmad Gustiyansah terhempas ke badan jalan dengan kondisi luka parah. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan pertolongan awal dan melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian.
Dalam kondisi kritis dan bersimbah darah, korban langsung dilarikan oleh warga ke RS Fadhilah Prabumulih untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, karena kondisi luka yang cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Prabumulih guna memperoleh perawatan lebih intensif.
Sayangnya, upaya tim medis tidak mampu menyelamatkan nyawa korban. Ahmad Gustiyansah akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya. Berdasarkan keterangan medis, korban mengalami patah tulang pada bagian kaki, luka robek di lengan atas, serta luka lecet di wajah akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.
Ironisnya, usai menabrak korban hingga terkapar di jalan, pengemudi mobil Mitsubishi Triton tersebut tidak berhenti untuk memberikan pertolongan. Pelaku justru melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian, sehingga kasus ini masuk dalam kategori kecelakaan tabrak lari.
Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, SH, SIK, MSi, melalui Kasi Humas Polres Prabumulih, AKP Bratanata, SH, membenarkan peristiwa kecelakaan maut tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Unit Gakkum Satlantas Polres Prabumulih telah mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP awal, mengamankan barang bukti berupa sepeda motor korban, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi,” ujar AKP Bratanata.
Lebih lanjut, AKP Bratanata menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pengemudi mobil Triton Strada putih yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. 
Polisi juga telah mengumpulkan sejumlah petunjuk penting, termasuk keterangan saksi mata dan kemungkinan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalur lintas tersebut.
“Kami masih melakukan identifikasi kendaraan dan pengemudinya. Kami juga mengimbau kepada pengemudi mobil yang terlibat untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan, demi keselamatan bersama dan rasa keadilan bagi para korban. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top