Musi Online https://musionline.co.id 09 March 2026 @14:01 73 x dibaca 
BBPOM Palembang Pastikan Takjil di Kayuagung OKI Aman Dikonsumsi, Hasil Uji Sampel Negatif Bahan Berbahaya.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir - Pengawasan terhadap keamanan pangan selama bulan Ramadan terus dilakukan oleh pemerintah guna memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat tetap aman.
Kali ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Palembang bersama pemerintah daerah melakukan pemeriksaan langsung terhadap berbagai jenis takjil yang dijual di kawasan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Hasilnya, seluruh sampel makanan dan minuman yang diuji dinyatakan aman dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pangan masyarakat selama bulan Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan mobil laboratorium keliling yang dilengkapi dengan berbagai alat pengujian cepat untuk mendeteksi kandungan zat berbahaya pada makanan.
Melalui fasilitas tersebut, petugas dapat langsung melakukan pengujian di lapangan tanpa harus membawa sampel ke laboratorium utama.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sekitar 20 sampel makanan dan minuman dari para pedagang takjil yang berjualan di sejumlah titik keramaian di Kota Kayuagung. Sampel yang diuji cukup beragam, mulai dari minuman segar hingga makanan ringan yang populer saat Ramadan.
Beberapa jenis takjil yang diperiksa antara lain cendol, cincau, es campur, serta berbagai minuman dengan warna mencolok yang sering menarik perhatian pembeli.
Selain itu, petugas juga mengambil sampel makanan seperti pempek, tahu isi, sosis goreng, hingga bakso bakar yang banyak dijajakan di lapak-lapak pedagang kaki lima.
Pengujian tersebut difokuskan pada kemungkinan adanya kandungan bahan kimia berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan.
Beberapa zat yang menjadi target pemeriksaan di antaranya formalin, boraks, rhodamin B, dan kuning metanil. Bahan-bahan tersebut diketahui kerap disalahgunakan dalam industri makanan karena dapat membuat makanan terlihat lebih menarik atau tahan lebih lama, meskipun sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.
Berdasarkan hasil uji cepat yang dilakukan menggunakan rapid test kit, seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif dari keempat zat berbahaya tersebut. Dengan demikian, makanan dan minuman yang dijual para pedagang takjil di Kayuagung dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Muhammad Lubis mengatakan bahwa kegiatan pengawasan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.
Menurutnya, pengawasan terhadap jajanan takjil sangat penting karena pada momen ini aktivitas konsumsi makanan meningkat drastis, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan bahwa makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat, khususnya takjil selama Ramadan, benar-benar aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pedagang untuk tetap menjaga kualitas dan kebersihan makanan yang dijual. Para pelaku usaha kuliner diharapkan tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang demi menjaga kesehatan masyarakat.
“Kami berharap para pedagang dapat terus mempertahankan praktik penjualan yang baik dengan tidak menggunakan bahan berbahaya, sehingga keamanan pangan tetap terjaga dan masyarakat bisa mengonsumsi makanan dengan tenang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksaan sekaligus Koordinator Substansi Pemeriksaan BBPOM Palembang, Aquina Leonora menjelaskan bahwa mobil laboratorium keliling menjadi salah satu inovasi dalam meningkatkan efektivitas pengawasan pangan.
Menurutnya, kendaraan tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan modern yang mampu mendeteksi kandungan zat berbahaya secara cepat di lokasi pemeriksaan.
“Mobil laboratorium keliling ini memungkinkan kami melakukan pemeriksaan langsung di lapangan dengan hasil yang relatif cepat. Dengan alat uji cepat yang tersedia, kami dapat mendeteksi bahan seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan kuning metanil pada makanan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan pengawasan pangan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada periode tertentu yang biasanya diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat, seperti bulan Ramadan, hari raya, maupun momen libur panjang.
Dengan adanya pengawasan rutin tersebut, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan makanan yang mereka konsumsi saat berbuka puasa.
“Kami ingin memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman dan memenuhi standar kesehatan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terkait keamanan makanan,” tutup Aquina.
Langkah pengawasan yang dilakukan oleh BBPOM dan pemerintah daerah ini sekaligus menjadi upaya edukasi bagi pedagang agar terus menjaga kualitas produk pangan yang dijual kepada masyarakat. Dengan pengawasan yang konsisten, keamanan pangan di daerah diharapkan semakin terjamin.
Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan tersebut memberikan kabar baik bagi masyarakat Kayuagung dan sekitarnya, karena takjil yang dijual di kawasan tersebut dinyatakan aman untuk dikonsumsi selama bulan Ramadan. (***)
0 Komentar