Musi Online | Diduga Pencemaran Lingkungan di Muratara, Tumpahan Minyak Tangki Penyimpanan PT SRMD Cemari Sungai dan Sumur Warga
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Seputar Musi

Diduga Pencemaran Lingkungan di Muratara, Tumpahan Minyak Tangki Penyimpanan PT SRMD Cemari Sungai dan Sumur Warga

Musi Online
https://musionline.co.id 11 March 2026 @16:47
Diduga Pencemaran Lingkungan di Muratara, Tumpahan Minyak Tangki Penyimpanan PT SRMD Cemari Sungai dan Sumur Warga
Diduga Pencemaran Lingkungan di Muratara, Tumpahan Minyak Tangki Penyimpanan PT SRMD Cemari Sungai dan Sumur Warga.

Musionline.co.id, Musi Rawas Utara - Warga di wilayah Belani, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak yang diduga berasal dari oil storage tank atau tangki penyimpanan minyak milik PT SRMD. 
Tumpahan minyak tersebut disebut telah mengalir hingga ke aliran sungai dan berdampak pada sumur milik warga di sekitar kawasan perusahaan.
Keluhan masyarakat mencuat setelah warga melihat adanya lapisan minyak yang mengapung di permukaan sungai dalam beberapa hari terakhir. 
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena sungai tersebut selama ini menjadi salah satu sumber air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, hingga Senin (9/3/2026), sisa-sisa minyak masih terlihat di aliran sungai dan menimbulkan bau menyengat di lingkungan sekitar. Warga menilai pencemaran tersebut berpotensi merusak lingkungan sekaligus mengganggu kesehatan masyarakat.
Sejumlah warga menyebutkan, dugaan kebocoran atau tumpahan minyak tersebut diperkirakan telah terjadi sejak 1 Maret 2026. Namun penanganan dari pihak perusahaan disebut baru dilakukan beberapa hari kemudian, tepatnya pada 4 Maret 2026.
Keterlambatan penanganan tersebut diduga menyebabkan minyak sudah terlebih dahulu menyebar mengikuti arus sungai hingga mendekati kawasan permukiman warga. Akibatnya, sumber air yang selama ini digunakan masyarakat dikhawatirkan ikut tercemar.
RN, salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi perusahaan, mengaku sumur miliknya mengalami perubahan sejak munculnya dugaan tumpahan minyak tersebut. Menurutnya, air sumur kini tidak lagi layak digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi maupun mencuci.
“Saya sudah menyampaikan keluhan ke pihak Humas SRMD. Katanya sumur kami yang tercemar akan digali kembali, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ujar RN kepada wartawan.
Ia berharap perusahaan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi dampak pencemaran tersebut. Warga juga meminta agar perusahaan tidak hanya memberikan janji, tetapi benar-benar melakukan perbaikan terhadap sumur warga yang diduga terdampak.
Selain itu, masyarakat juga menyayangkan lambannya respons perusahaan dalam menangani persoalan yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
“Harusnya kami yang tinggal di sekitar perusahaan ini bisa merasakan kesejahteraan dari keberadaan mereka. Tapi yang kami rasakan sekarang justru pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak ini. Mana yang katanya kesejahteraan itu,” keluh RN.
Kekhawatiran warga tidak hanya terkait sumber air bersih. Mereka juga takut tumpahan minyak tersebut akan semakin meluas dan merusak lahan perkebunan, khususnya kebun kelapa sawit milik warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Jika tidak segera ditangani secara maksimal, masyarakat menilai tumpahan minyak tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan yang lebih luas, termasuk pencemaran tanah dan ekosistem sungai.
Atas kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, khususnya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan sejauh mana dampak pencemaran yang terjadi.
Masyarakat juga berharap aparat penegak hukum (APH), terutama pihak kepolisian, dapat melakukan penyelidikan apabila dugaan pencemaran lingkungan tersebut terbukti berasal dari aktivitas perusahaan.
“Kalau memang ini mencemari lingkungan dan merugikan warga, kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah dan kepolisian. Tapi sampai sekarang belum ada yang datang ke lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PT SRMD belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tumpahan minyak yang mencemari lingkungan tersebut.
Humas sekaligus HSE Safety PT SRMD, Tanheri, belum berhasil dikonfirmasi. Nomor kontak yang dihubungi hanya terdengar nada dering, sementara pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp juga belum mendapatkan balasan.
Kasus dugaan pencemaran lingkungan ini kini menjadi perhatian warga setempat yang berharap adanya langkah cepat dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan tidak membahayakan masyarakat. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top