Musi Online https://musionline.co.id 13 March 2026 @19:30 104 x dibaca 
TP PKK dan Dinas Kesehatan OKU Bagikan 555 Kg Telur untuk Balita dan Ibu Hamil, Dorong Target Zero Stunting.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui berbagai program intervensi gizi bagi masyarakat.
Salah satu langkah konkret dilakukan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten OKU bersama Dinas Kesehatan OKU dengan membagikan ratusan kilogram telur ayam kepada balita dan ibu hamil yang berisiko stunting.
Sebanyak 555 kilogram telur ayam dibagikan kepada 185 balita yang terindikasi atau berisiko stunting yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten OKU.
Selain telur, penerima bantuan juga mendapatkan paket makanan tambahan bergizi seperti susu dan produk pendukung nutrisi lainnya.
Pembagian bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kabupaten OKU, Zwesty Karenia Teddy, dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten OKU yang digelar di Taman Kota Baturaja, Kamis (12/3/2026).
Dalam sambutannya, Zwesty Karenia Teddy mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah bersama TP PKK untuk menekan angka stunting serta memastikan tumbuh kembang anak di Kabupaten OKU berjalan optimal.
Menurutnya, meskipun angka stunting di Kabupaten OKU saat ini sudah tergolong rendah, pemerintah daerah tidak ingin lengah dalam upaya pencegahan.
Berbagai langkah terus dilakukan agar kasus stunting dapat ditekan hingga mencapai target Zero Stunting di wilayah tersebut.
“Kita bisa katakan bahwa angka stunting di OKU sudah sangat kecil. Namun kita tidak ingin terlena. Upaya pencegahan harus terus dilakukan agar ke depan Kabupaten OKU benar-benar dapat mencapai target zero stunting,” ujarnya.
Wanita yang akrab disapa Reni ini juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama TP PKK terus melakukan pemantauan dan pengelolaan terhadap balita yang terindikasi stunting agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi kasus stunting yang lebih serius.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan pemenuhan asupan gizi bagi balita dan ibu hamil.
Program pemberian telur, susu, dan makanan tambahan bergizi diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi sehingga mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
“Kami ingin seluruh anak di Kabupaten OKU tumbuh sehat, kuat, dan berkembang dengan baik sesuai usianya. Begitu juga dengan ibu hamil, kita berharap mereka melahirkan generasi yang sehat dan bebas dari stunting,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya, didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Fitriyanti, menjelaskan bahwa distribusi bantuan telur dilakukan secara bertahap melalui fasilitas layanan kesehatan di setiap kecamatan.
Menurut Deddy, setiap balita yang terindikasi atau berisiko stunting mendapatkan jatah 1 kilogram telur ayam setiap bulan. Penyaluran bantuan tersebut akan didistribusikan oleh puskesmas setempat agar lebih tepat sasaran dan mudah dipantau.
“Untuk kegiatan hari ini kita menyerahkan telur sebanyak tiga kilogram per balita, yang merupakan akumulasi untuk tiga bulan, yakni dari Januari hingga Maret. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan balita,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa selain telur, para penerima bantuan juga memperoleh paket makanan tambahan yang terdiri dari susu dan produk makanan bergizi lainnya yang berfungsi untuk membantu meningkatkan asupan nutrisi bagi balita maupun ibu hamil.
Dinas Kesehatan OKU juga terus melakukan berbagai program pendampingan kesehatan seperti pemantauan pertumbuhan balita, edukasi gizi kepada orang tua, hingga pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil.
Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai sektor, termasuk tenaga kesehatan, kader posyandu, serta organisasi masyarakat seperti PKK.
Deddy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten OKU menargetkan penurunan angka prevalensi stunting secara signifikan pada tahun ini, bahkan hingga mencapai kondisi Zero Stunting.
“Pemerintah daerah terus berupaya maksimal melakukan berbagai langkah pencegahan stunting. Target kita tentu bukan hanya menurunkan angka stunting, tetapi benar-benar mewujudkan OKU sebagai daerah zero stunting,” pungkasnya.
Program pembagian telur dan makanan tambahan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi anak-anak di Kabupaten OKU sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang. (***)
0 Komentar