Musi Online https://musionline.co.id 20 March 2026 @16:59 101 x dibaca 
Akses Terputus, Warga Desa Karang Agung Desak Perbaikan Jembatan Gantung Rusak Pascabanjir 2024.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Warga Desa Karang Agung, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mendesak pemerintah segera memperbaiki dua unit jembatan gantung yang rusak akibat diterjang banjir pada 2024 lalu.
Hingga kini, fasilitas vital tersebut belum juga diperbaiki, padahal memiliki peran penting sebagai jalur utama penghubung aktivitas warga, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian.
Kepala Desa Karang Agung, Muhamad Subri, mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan gantung tersebut berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.
Dua jembatan yang sebelumnya menjadi akses utama kini tidak bisa digunakan sama sekali.
“Ada dua jembatan gantung di desa kami yang rusak akibat banjir 2024 lalu, dan sampai saat ini belum diperbaiki,” ujar Muhamad Subri, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital yang menunjang mobilitas warga, terutama para petani dalam mengangkut hasil kebun seperti kelapa sawit, karet, dan komoditas pertanian lainnya. Tanpa jembatan, aktivitas distribusi hasil pertanian menjadi terhambat.
Saat ini, warga terpaksa menggunakan alat tradisional berupa lanting atau rakit untuk menyeberangi sungai. Kondisi ini dinilai tidak hanya menyulitkan, tetapi juga berisiko tinggi, terutama saat debit air meningkat.
“Sekarang warga harus menyeberang sungai menggunakan lanting untuk membawa hasil pertanian mereka. Ini tentu berisiko dan memakan waktu lebih lama,” jelasnya.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, rusaknya jembatan juga menghambat akses sosial masyarakat.
Salah satu jembatan yang putus sebelumnya menghubungkan Desa Karang Agung dengan wilayah permukiman warga yang berada di seberang sungai, sebagian masuk dalam wilayah Desa Tungku Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap.
Akibatnya, terdapat dua dusun di RT 3 yang secara administratif masih masuk wilayah Desa Karang Agung menjadi terisolasi. Warga di wilayah tersebut kesulitan mengakses fasilitas umum maupun layanan pemerintahan desa.
“Dulu, warga di RT 3 hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk sampai ke kantor desa. Sekarang harus memutar lewat jalur darat yang jauh lebih lama,” ungkap Muhamad Subri.
Kondisi ini tidak hanya menghambat pelayanan administrasi, tetapi juga berdampak pada akses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Pemerintah Desa Karang Agung telah beberapa kali mengusulkan perbaikan kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan. Padahal, keberadaan jembatan gantung dinilai sangat krusial dalam mendukung roda perekonomian desa.
“Kami sangat berharap pemerintah segera membangun kembali dua jembatan gantung ini agar aktivitas warga kembali normal, terutama dalam mengangkut hasil pertanian,” tegasnya.
Warga juga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.
Dengan mayoritas penduduk Desa Karang Agung berprofesi sebagai petani, keberadaan akses transportasi yang memadai menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa dukungan infrastruktur yang layak, potensi ekonomi desa dikhawatirkan akan terus terhambat.
Perbaikan jembatan gantung ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembangunan infrastruktur desa yang berkelanjutan.
Selain meningkatkan konektivitas, pembangunan tersebut juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata kunci SEO: jembatan gantung rusak OKU, Desa Karang Agung, akses pertanian terhambat, banjir 2024 Sumsel, infrastruktur desa rusak. (***)
0 Komentar