Musi Online https://musionline.co.id 23 March 2026 @14:43 45 x dibaca 
Kecelakaan Speedboat di Perairan Desa Sukaraja OKI, Satu Korban Tenggelam Masih Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir - Kecelakaan speedboat terjadi di perairan Desa Sukaraja, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pria bernama Iwan (35) dilaporkan tenggelam dan hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Insiden nahas ini terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026, sekitar pukul 18.30 WIB.
Korban diketahui merupakan pengemudi atau serang speedboat yang mengangkut tiga orang penumpang dari Desa Semuntul, Kabupaten Banyuasin menuju Kayuagung, Kabupaten OKI.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun, perjalanan speedboat sempat mengalami kendala saat melintasi jalur perairan yang dinilai berbahaya.
“Dalam perjalanan, speedboat sempat menepi untuk menanyakan arah kepada warga setempat,” ungkap Raymond dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, warga sekitar telah memberikan peringatan kepada rombongan agar tidak melanjutkan perjalanan melalui jalur tersebut.
Mereka disarankan untuk memutar balik dan mencari rute alternatif karena kondisi perairan dikenal memiliki banyak hambatan serta fenomena berbahaya berupa “hole” atau pusaran air.
Namun, pengemudi tetap memilih melanjutkan perjalanan melalui jalur tersebut meskipun telah diperingatkan berulang kali.
“Sekitar pukul 18.30 WIB, speedboat yang ditumpangi korban tersedot ke dalam pusaran air atau hole, sehingga menyebabkan kecelakaan,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, dua orang penumpang berhasil selamat setelah dievakuasi oleh warga setempat. Sementara itu, Iwan selaku pengemudi speedboat hilang terseret arus dan diduga tenggelam di lokasi kejadian.
Kantor SAR Palembang menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 21.50 WIB di hari yang sama. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk menyisir area perairan.
Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) guna memaksimalkan proses pencarian. SRU 1 dan SRU 2 melakukan penyisiran permukaan air menggunakan perahu karet (LCR) dengan radius pencarian mencapai 5 kilometer persegi ke arah utara dari lokasi kejadian.
Selain itu, pencarian juga dilakukan dengan menyisir sisi kanan dan kiri aliran sungai, serta menyebarkan informasi kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir untuk membantu pemantauan.
“Hingga saat ini korban masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal menyisir area yang telah ditentukan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” tambah Raymond.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya pengguna transportasi air di wilayah Sumatera Selatan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan.
Raymond juga mengimbau agar setiap pengguna transportasi air memperhatikan kondisi jalur yang akan dilalui, termasuk potensi bahaya seperti arus deras dan pusaran air yang dapat mengancam keselamatan.
“Pastikan untuk selalu menggunakan alat keselamatan seperti life jacket dan mengikuti arahan warga atau pihak berwenang setempat demi menghindari risiko kecelakaan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Pihak keluarga korban pun masih menunggu kabar dengan penuh harap di tengah upaya intensif yang dilakukan tim SAR gabungan. (***)
0 Komentar