Musi Online https://musionline.co.id 26 March 2026 @13:04 15 x dibaca 
Beredar Video Belasan Ayam Warga OKU Diduga Dimangsa Harimau, Warga Diminta Tetap Waspada.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan belasan ayam ternak mati diduga akibat serangan hewan buas.
Video berdurasi sekitar 1 menit 20 detik tersebut viral di berbagai grup WhatsApp sejak Selasa, 24 Maret 2026 pagi.
Dalam video itu, terlihat sejumlah ayam milik warga ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka robek di beberapa bagian tubuh.
Perekam video bahkan menyebut bahwa hewan yang menyerang diduga adalah harimau yang masuk ke kawasan permukiman warga di Kemiling, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur.
Video tersebut juga memuat watermark bertuliskan “Raje Rimbe Masuk Kemiling”, yang oleh sebagian warga diartikan sebagai kemunculan hewan buas dari hutan ke wilayah pemukiman. Hal ini semakin memicu kekhawatiran masyarakat setempat.
“Harimau masuk ke Kemiling. Tewas semua ayam kami, 11 ekor. Dirobek-robek semua,” ujar perekam dalam video tersebut. Ia juga menegaskan bahwa serangan tersebut bukan dilakukan oleh hewan kecil seperti musang atau anjing liar. “Ini bukan macan akar, tapi si belang,” tambahnya.
Selain memperlihatkan bangkai ayam, video tersebut juga menyorot sejumlah jejak kaki di tanah yang diklaim berukuran besar dan dalam. Perekam menyebut jejak tersebut tampak mencurigakan karena meninggalkan bekas yang cukup dalam meskipun berada di permukaan tanah yang keras.
“Jejaknya besar-besar, bahkan di tanah keras juga amblas. Waspada untuk daerah Kemiling, sudah ada si belang,” ucapnya memperingatkan warga lain.
Menurut keterangan dalam video, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Senin malam, 23 Maret 2026, saat pemilik rumah sedang tidak berada di tempat karena sedang berada di wilayah Batumarta. Hal ini membuat kandang ayam dalam kondisi tanpa pengawasan saat serangan terjadi.
“Rumah kami kosong, kami lagi di Batumarta. Pas pulang, sudah habis semua ayam,” ungkap pemilik ternak tersebut dalam rekaman.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Desa Tanjung Baru, Subri, mengatakan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan jenis hewan yang menyerang ternak warga. Ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari aparat terkait.
“Belum bisa dipastikan, apakah itu harimau, anjing liar, atau hewan lainnya. Informasi masih simpang siur,” ujar Subri saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Meski demikian, pihak kepolisian setempat telah bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Bhabinkamtibmas bersama Kanit Reskrim Polsek Baturaja Timur telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengumpulan informasi di lapangan.
“Petugas sudah ke lokasi untuk memastikan kejadian sebenarnya dan mengumpulkan bukti-bukti,” jelas Subri.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang memiliki hewan ternak. Subri menekankan pentingnya tidak langsung menyimpulkan bahwa pelaku adalah harimau sebelum ada bukti yang kuat.
“Kami minta warga tetap hati-hati. Jangan panik, tapi tetap waspada. Apalagi informasi ini sudah menyebar luas di masyarakat,” pesannya.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar, terutama di daerah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Jika benar pelaku adalah harimau, maka kemungkinan besar hewan tersebut keluar dari habitatnya akibat terganggu atau kekurangan sumber makanan di hutan.
Hingga kini, warga Kemiling dan sekitarnya masih diliputi kekhawatiran. Mereka berharap pihak berwenang segera memberikan kepastian terkait jenis hewan yang menyerang serta langkah penanganan yang akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (***)
0 Komentar