Musi Online https://musionline.co.id 30 March 2026 @15:10 54 x dibaca 
25 Warga Binaan Lapas Sekayu Jalani Skrining HIV dan TBC, Upaya Cegah Penularan di Lingkungan Padat Hunian.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin - Upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan lembaga pemasyarakatan terus diperkuat.
Sebanyak 25 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sekayu menjalani pemeriksaan kesehatan berupa skrining HIV dan Tuberkulosis (TBC) pada Sabtu (28/03/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah deteksi dini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit di lingkungan lapas yang memiliki tingkat hunian cukup padat.
Pelaksanaan skrining tersebut merupakan hasil kerja sama antara pihak Lapas Sekayu dengan Puskesmas Balai Agung Sekayu.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan seluruh warga binaan mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai, khususnya dalam pencegahan penyakit menular yang berisiko tinggi di ruang tertutup dan padat.
Kepala Lapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, menegaskan bahwa kegiatan skrining ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan bagi warga binaan.
Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit seperti HIV dan TBC.
“Melalui pemeriksaan ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau. Jika ditemukan indikasi penyakit, penanganan bisa segera dilakukan sehingga risiko penularan dapat ditekan,” ujar Aris.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Fiqih Utama, menyampaikan bahwa skrining kesehatan menjadi bagian penting dalam program pembinaan yang menyeluruh di dalam lapas.
Tidak hanya fokus pada pembinaan mental dan keterampilan, aspek kesehatan juga menjadi prioritas utama.
“Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memetakan kondisi kesehatan warga binaan secara keseluruhan. Hasil dari skrining ini akan menjadi dasar untuk tindak lanjut, termasuk pengobatan dan edukasi kesehatan,” jelas Fiqih.
Selain pemeriksaan medis, kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat.
Warga binaan diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta cara mencegah penularan penyakit menular, khususnya HIV dan TBC.
Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif di dalam lapas.
Langkah preventif ini dinilai sangat penting mengingat lingkungan lapas memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit, terutama akibat keterbatasan ruang dan interaksi antar penghuni yang intens.
Dengan adanya skrining rutin dan edukasi kesehatan, potensi penyebaran penyakit dapat diminimalkan secara signifikan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Sekayu menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan manusiawi.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup warga binaan sekaligus mendukung program kesehatan nasional. (***)
0 Komentar