Musi Online https://musionline.co.id 30 March 2026 @15:08 121 x dibaca 
Remaja Disabilitas Tewas Tertabrak Kereta Api di Lubuklinggau, Diduga Tak Sadar Saat Berada di Rel.
Musionline.co.id, Lubuklinggau - Peristiwa kecelakaan tragis kembali terjadi di jalur perlintasan kereta api di Kota Lubuklinggau.
Seorang remaja berinisial DK (16) dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api pada Minggu (29/3/2026) sore di kawasan RT 01, Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.
Insiden memilukan tersebut melibatkan kereta api Bukit Serelo relasi Palembang–Lubuklinggau yang saat itu tengah melintas di lokasi kejadian.
Korban diketahui tewas seketika dengan kondisi mengenaskan akibat benturan keras dengan rangkaian kereta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, kecelakaan terjadi tidak jauh dari tempat tinggal korban.
Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa sebelum kejadian, korban terlihat berada di atas rel kereta api.
Namun, hingga kini kronologi pasti masih belum dapat dipastikan secara utuh karena adanya perbedaan keterangan di lapangan.
Salah satu saksi yang berada di lokasi mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat.
Ia melihat korban berada di tengah rel beberapa saat sebelum kereta datang dari arah Palembang menuju Lubuklinggau.
“Kejadiannya sangat cepat. Korban terlihat berdiri di tengah rel, lalu kereta datang dan langsung menabrak. Tidak ada kesempatan untuk menghindar,” ujar saksi tersebut.
Informasi yang beredar di masyarakat juga menyebutkan bahwa korban merupakan penyandang disabilitas, dengan dugaan tuna netra dan tuna rungu.
Namun, kabar tersebut masih simpang siur dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Di sisi lain, muncul pula dugaan bahwa korban saat itu tengah bermain ponsel sehingga tidak menyadari datangnya kereta api.
Dugaan ini diperkuat oleh keterangan beberapa warga yang melihat korban tampak fokus pada perangkat yang dipegangnya sesaat sebelum insiden terjadi.
Benturan keras antara korban dan kereta api menyebabkan luka fatal.
Bahkan, tubuh korban dilaporkan terseret sejauh kurang lebih 200 meter dari titik awal kejadian.
Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut langsung panik dan berteriak meminta pertolongan, sebelum akhirnya menghubungi pihak kepolisian.
Petugas kepolisian bersama tim terkait segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat kondisi korban yang mengalami luka parah.
Pihak keluarga korban yang datang ke lokasi terlihat sangat terpukul atas kejadian tersebut.
Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar yang turut berbelasungkawa atas meninggalnya remaja tersebut.
Kepala Stasiun Kereta Api Lubuklinggau, Yudi Setiawan, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa terkait kronologi kejadian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan.
“Terkait detail kejadiannya, itu menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk menyelidiki,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah bekerja sama dengan Jasa Raharja dalam penanganan kecelakaan di perlintasan kereta api.
“Jasa Raharja akan memberikan santunan, baik berupa biaya pengobatan maupun santunan duka jika korban meninggal dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Rodiman, hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi yang sebenarnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berada di sekitar jalur rel kereta api.
Aktivitas di area tersebut sangat berisiko tinggi, terlebih jika tidak disertai kewaspadaan penuh terhadap kondisi sekitar.
Selain itu, penggunaan ponsel di area berbahaya seperti rel kereta api juga menjadi perhatian serius.
Kurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar dapat berakibat fatal, sebagaimana yang terjadi dalam insiden tragis ini.
Kasus kecelakaan ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian.
Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi guna mengetahui penyebab pasti dari kejadian yang merenggut nyawa remaja tersebut. (***)
0 Komentar