Musi Online https://musionline.co.id 31 March 2026 @18:05 116 x dibaca 
Mobil Rombongan Jurnalis TVRI Terjun ke Jurang di Musi Rawas, Diduga Sopir Mengantuk.
Musionline.co.id, Musi Rawas - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Lintas Provinsi yang menghubungkan wilayah Musi Rawas (Mura) dengan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Insiden kali ini melibatkan rombongan jurnalis dari Televisi Republik Indonesia yang mengalami kecelakaan tunggal pada Sabtu malam, 29 Maret 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di Desa Tambangan, Kecamatan BTS Ulu Cecar, Kabupaten Musi Rawas. Kendaraan yang digunakan rombongan adalah mobil jenis Toyota Hiace berwarna silver dengan nomor polisi BG 7150 NZ. Mobil tersebut diketahui membawa sembilan orang, termasuk sopir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan melaju dari arah Simpang Semambang, Kabupaten Musi Rawas, menuju Kota Palembang. Namun, dalam perjalanan, diduga sopir kehilangan konsentrasi akibat mengantuk, sehingga kendaraan tidak terkendali.
Saat tiba di lokasi kejadian, mobil tiba-tiba oleng, keluar dari jalur, dan terjun ke area semak-semak di luar badan jalan yang berbatasan dengan jurang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun seluruh penumpang mengalami luka ringan.
Sopir kendaraan diketahui bernama Ahmad Naufal Fahrezi. Sementara delapan penumpang lainnya adalah Harryasa, Dandi, Jenoura, Abdur Rahman, Naufal, Pramana, Jumiati, dan Ajun. Seluruh korban dilaporkan selamat dan hanya mengalami cedera ringan akibat benturan.
Kapolres Musi Rawas, Agung Adhitya Pranata, melalui Kasat Lantas Muriyanto yang didampingi Kanit Gakkum Haris Joko, menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera merespons laporan kejadian tersebut.
“Setelah menerima informasi, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan awal terhadap korban,” ujar AKP Muriyanto.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Polsek BTS Ulu Cecar untuk mendapatkan pertolongan pertama serta beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, faktor kelelahan dan kurangnya konsentrasi saat berkendara di malam hari menjadi dugaan utama penyebab kecelakaan. Kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan juga diduga memperparah situasi sehingga sopir sulit mengendalikan kendaraan saat kehilangan fokus.
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya pengendara jarak jauh, agar lebih berhati-hati saat berkendara di malam hari. Mengemudi dalam kondisi mengantuk dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, terutama pada malam hari. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu,” tegas AKP Muriyanto.
Kecelakaan ini menjadi pengingat penting akan bahaya microsleep saat berkendara. Microsleep merupakan kondisi di mana seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa disadari, yang bisa berakibat fatal jika terjadi saat mengemudi.
Selain itu, para pengendara juga disarankan untuk tidak memaksakan perjalanan panjang tanpa jeda istirahat yang cukup. Idealnya, pengemudi beristirahat setiap dua hingga tiga jam perjalanan guna menjaga fokus dan keselamatan.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di ruas Jalan Lintas Provinsi Musi Rawas yang dikenal rawan, terutama pada malam hari. Minimnya penerangan dan kondisi jalan yang berliku menjadi tantangan tersendiri bagi para pengguna jalan.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat. Kedisiplinan, kewaspadaan, serta kondisi fisik yang prima menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di jalan raya. (***)
0 Komentar