Musi Online | Penyaluran Bansos PKH dan BPNT untuk 2.374 KPM di OKU Raya, Bupati Teddy Meilwansyah Tekankan Jaga Daya Beli Masyarakat
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Penyaluran Bansos PKH dan BPNT untuk 2.374 KPM di OKU Raya, Bupati Teddy Meilwansyah Tekankan Jaga Daya Beli Masyarakat

Musi Online
https://musionline.co.id 31 March 2026 @18:07
Penyaluran Bansos PKH dan BPNT untuk 2.374 KPM di OKU Raya, Bupati Teddy Meilwansyah Tekankan Jaga Daya Beli Masyarakat
Penyaluran Bansos PKH dan BPNT untuk 2.374 KPM di OKU Raya, Bupati Teddy Meilwansyah Tekankan Jaga Daya Beli Masyarakat.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Pemerintah melalui Kantor Pos Baturaja mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap pertama tahun 2026 kepada ribuan warga di wilayah OKU Raya, Sumatera Selatan. 
Sebanyak 2.374 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tiga kabupaten, yakni Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), dan Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), menerima bantuan dari dua program utama pemerintah pusat, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Penyaluran bansos ini dilakukan untuk periode Januari hingga Maret 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan di tingkat daerah.
Executive Manager Kantor Pos Baturaja, Rifki Ardhianto melalui Bidang Pemasaran, Adi, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan secara serentak untuk memastikan bantuan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Wilayah OKU Raya mencakup tiga kabupaten, yaitu OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan. Total penerima bantuan mencapai 2.374 KPM,” ujarnya.
Ia merinci, dari total tersebut, sebanyak 612 KPM berasal dari Kabupaten OKU, 910 KPM dari OKU Timur, dan 852 KPM dari OKU Selatan. 
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan BPNT sebesar Rp600.000 untuk tiga bulan, sementara bantuan PKH diberikan dengan nominal yang bervariasi, tergantung kategori penerima seperti ibu hamil, lansia, atau anak sekolah.
Untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat saat pencairan bantuan, Kantor Pos Baturaja telah menyiapkan dua loket pelayanan. Langkah ini diambil guna mempercepat proses distribusi sekaligus menghindari antrean panjang yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga.
Selain itu, pihak Kantor Pos juga mengimbau masyarakat agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan serta membawa dokumen yang diperlukan saat pengambilan bantuan, sehingga proses penyaluran dapat berjalan lancar dan tertib.
Sementara itu, Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, menegaskan bahwa program bansos ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Menurutnya, bantuan tersebut sangat penting, terutama bagi kelompok masyarakat rentan yang terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Bantuan ini dirancang sebagai bagian dari paket kebijakan ekonomi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Teddy.
Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diterima digunakan secara bijak dan difokuskan pada kebutuhan utama keluarga, seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan. Dengan demikian, manfaat bansos dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat penerima.
Lebih lanjut, Teddy berharap penyaluran bansos ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat memberikan efek positif terhadap perputaran ekonomi di daerah. Ketika daya beli masyarakat terjaga, aktivitas ekonomi lokal pun diharapkan ikut meningkat.
Program PKH dan BPNT sendiri merupakan dua program unggulan pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia. PKH difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bantuan bersyarat, sedangkan BPNT bertujuan untuk memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan yang layak.
Dengan penyaluran bansos tahap awal tahun 2026 ini, pemerintah berharap kesejahteraan masyarakat di wilayah OKU Raya dapat terus meningkat. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak penyalur seperti Kantor Pos menjadi kunci keberhasilan distribusi bantuan yang tepat sasaran.
Ke depan, pemerintah juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem penyaluran bansos agar semakin efektif, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top