Musi Online | Sejumlah Sekolah di Muara Enim Belum Tersentuh Program MBG, Terkendala Ketiadaan Dapur SPPG
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Seputar Musi

Sejumlah Sekolah di Muara Enim Belum Tersentuh Program MBG, Terkendala Ketiadaan Dapur SPPG

Musi Online
https://musionline.co.id 02 April 2026 @19:06
Sejumlah Sekolah di Muara Enim Belum Tersentuh Program MBG, Terkendala Ketiadaan Dapur SPPG
Sejumlah Sekolah di Muara Enim Belum Tersentuh Program MBG, Terkendala Ketiadaan Dapur SPPG.

Musionline.co.id, Muara Enim - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar di Indonesia ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh siswa di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. 
Hingga saat ini, sejumlah sekolah di wilayah Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, dilaporkan belum pernah menerima manfaat dari program tersebut sejak pertama kali diluncurkan.
Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak, terutama para orang tua siswa dan tenaga pendidik yang berharap program tersebut dapat segera direalisasikan secara merata. 
Salah satu sekolah yang belum tersentuh program MBG adalah SD Negeri 8 Muara Enim.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 8 Muara Enim, Ruslaili SPd, mengungkapkan bahwa hingga kini para siswa di sekolahnya belum pernah menerima makanan bergizi gratis dari program MBG. 
Padahal, program tersebut telah berjalan di beberapa sekolah lain di wilayah yang sama.
“Sejak awal program berjalan sampai sekarang, siswa SDN 8 Muara Enim belum pernah menerima MBG,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jumlah siswa di SDN 8 Muara Enim mencapai sekitar 300 orang. Pihak sekolah sebenarnya telah beberapa kali menerima kunjungan dari tim terkait yang melakukan pendataan jumlah siswa dan guru sebagai bagian dari persiapan program. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut berupa realisasi penyaluran MBG.
Menurut Ruslaili, para siswa dan wali murid kerap mempertanyakan kapan program tersebut akan mulai diterapkan di sekolah mereka. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kondisi dengan sekolah lain yang sudah lebih dulu menerima manfaat MBG.
“Kami sangat berharap MBG di SDN 8 Muara Enim bisa segera berjalan agar siswa kami juga mendapatkan hak yang sama,” tambahnya.
Hal serupa juga disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Muara Enim, Gunawan. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini siswa di sekolahnya juga belum menerima program MBG, meskipun proses pendataan telah dilakukan sebelumnya.
“Sudah ada pendataan jumlah siswa, tapi sampai sekarang belum ada realisasi MBG di SMPN 3 Muara Enim. Jumlah siswa kami juga sekitar 300 orang,” jelas Gunawan.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan orang tua siswa. Salah satu wali murid, Febri, mengaku anaknya belum pernah merasakan manfaat program MBG, berbeda dengan siswa di sekolah lain yang sudah lebih dulu menerima bantuan tersebut.
“Kami berharap program MBG segera berjalan di sekolah anak kami. Selain membantu pemenuhan gizi, program ini juga bisa menghemat uang jajan siswa,” ujarnya.
Harapan yang sama juga disampaikan oleh salah satu siswa, Azzahra, siswi kelas VIB SDN 8 Muara Enim. Ia mengaku belum pernah menerima makanan dari program MBG dan berharap bisa segera merasakannya seperti teman-teman di sekolah lain.
“Saya belum pernah dapat MBG, semoga bisa segera ada,” ucapnya singkat.
Menanggapi kondisi tersebut, Koordinator Sekretariat Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Muara Enim, Oktafian Muharsyah, menjelaskan bahwa belum terlaksananya program MBG di sejumlah sekolah, khususnya di Desa Karang Raja, disebabkan oleh belum tersedianya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Berdasarkan data Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Muara Enim, wilayah Desa Karang Raja memang belum memiliki dapur SPPG, sehingga program MBG belum bisa dijalankan di sekolah-sekolah di sana,” jelasnya.
Oktafian juga memaparkan bahwa potensi penerima manfaat MBG di Kabupaten Muara Enim mencapai 180.951 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 149.025 siswa, 191 ibu hamil, 9 ibu menyusui, serta 31.726 balita.
Namun, hingga Februari 2026, realisasi penerima program MBG baru mencapai 97.145 orang atau sekitar 54 persen dari total sasaran. Artinya, masih terdapat hampir separuh dari target penerima yang belum mendapatkan manfaat program tersebut.
Untuk mencapai target distribusi MBG secara menyeluruh, Kabupaten Muara Enim membutuhkan sebanyak 61 dapur SPPG. Sayangnya, saat ini baru tersedia 35 dapur atau sekitar 57 persen dari kebutuhan.
“Percepatan pembangunan dapur SPPG menjadi kunci utama agar program MBG dapat merata di seluruh wilayah, termasuk Desa Karang Raja,” tegas Oktafian.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) baik di tingkat kabupaten maupun provinsi agar pembangunan SPPG dapat dipercepat. Dengan demikian, diharapkan seluruh siswa di Kabupaten Muara Enim dapat segera merasakan manfaat dari program MBG secara adil dan merata.
Keterlambatan distribusi MBG ini menjadi pengingat penting bahwa kesiapan infrastruktur pendukung, seperti dapur SPPG, memiliki peran vital dalam keberhasilan implementasi program nasional. Tanpa dukungan fasilitas yang memadai, tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda berisiko tidak tercapai secara optimal. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top