Musi Online | Gorong-Gorong Jebol di Ruas Payaraman–Rengas Ancam Putus Akses Vital Warga Ogan Ilir
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Gorong-Gorong Jebol di Ruas Payaraman–Rengas Ancam Putus Akses Vital Warga Ogan Ilir

Musi Online
https://musionline.co.id 21 April 2026 @19:29
Gorong-Gorong Jebol di Ruas Payaraman–Rengas Ancam Putus Akses Vital Warga Ogan Ilir
Gorong-Gorong Jebol di Ruas Payaraman–Rengas Ancam Putus Akses Vital Warga Ogan Ilir.

Musionline.co.id, Ogan Ilir - Kerusakan infrastruktur kembali menjadi sorotan di Kabupaten Ogan Ilir setelah sebuah gorong-gorong di ruas jalan Payaraman–Rengas dilaporkan jebol dan berpotensi memutus akses utama masyarakat. 
Insiden yang terjadi pada Jumat, 17 April 2026 ini menimbulkan kekhawatiran luas, terutama bagi warga yang menggantungkan mobilitas harian dan distribusi barang pada jalur tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat sebuah truk bermuatan pasir melintas dari arah Rengas menuju Payaraman. 
Ketika melewati titik gorong-gorong, salah satu ban belakang kendaraan tersebut tiba-tiba terperosok ke dalam lubang yang muncul akibat amblesnya struktur penutup gorong-gorong. 
Kondisi ini langsung memicu keretakan parah pada beton penutup dan memperburuk kerusakan yang sudah ada sebelumnya.
Dari hasil pantauan di lokasi, lubang yang terbentuk di badan jalan memiliki lebar sekitar satu meter dengan kedalaman mencapai 1,5 meter. 
Selain itu, bagian beton di sekitar titik ambles terlihat retak-retak dan rapuh, menandakan struktur penopang jalan tidak lagi stabil. 
Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini berpotensi meluas dan menyebabkan amblas total pada badan jalan.
Seorang warga setempat, Teddy Ettet, mengungkapkan kondisi tersebut melalui unggahan di media sosial. 
Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa lubang yang terbentuk cukup dalam dan sangat berbahaya bagi pengguna jalan. 
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian demi menghindari risiko kecelakaan.
“Ban belakang truk sampai masuk ke dalam lubang. Kondisinya sangat berbahaya, tanah dan beton di sekitar sudah tidak stabil,” tulis Teddy dalam unggahannya pada Senin, 20 April 2026.
Lebih lanjut, Teddy juga menyampaikan bahwa anggota DPRD dari daerah pemilihan Payaraman–Tanjung Batu berencana turun langsung untuk meninjau sekaligus memperbaiki gorong-gorong yang jebol tersebut. Rencana ini disambut positif oleh warga sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai mendesak untuk segera diperbaiki.
Informasi lain yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa kerusakan gorong-gorong diduga terus merambat. Bahkan, terdapat dugaan bahwa struktur penopang gorong-gorong menggunakan material besi yang tidak memadai, sehingga mempercepat kerusakan meskipun usia pembangunan belum terlalu lama. Dugaan ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat kualitas konstruksi sangat menentukan ketahanan infrastruktur dalam jangka panjang.
Ruas jalan Payaraman–Rengas sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kecamatan Payaraman dengan Kecamatan Lubuk Keliat. Jalan ini tidak hanya digunakan sebagai akses utama warga, tetapi juga menjadi jalur distribusi barang dan hasil pertanian. Jika kerusakan terus dibiarkan, dampaknya bisa meluas hingga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Seorang warga lainnya, Budi, menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai jika tidak segera diperbaiki, jalur tersebut berpotensi terputus total.
“Kalau tidak cepat ditangani, bisa putus aksesnya. Ini jalan utama, semua aktivitas warga lewat sini,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir terkait penanganan insiden gorong-gorong jebol tersebut. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan darurat guna mencegah kerusakan yang lebih parah.
Selain itu, warga juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pembangunan infrastruktur, khususnya gorong-gorong dan jalan penghubung antarwilayah. Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, penanganan cepat dan tepat menjadi kunci untuk menjaga kelancaran akses serta keselamatan pengguna jalan di wilayah Payaraman–Rengas. Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada perbaikan sementara, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi yang lebih baik demi keberlanjutan infrastruktur di daerah tersebut. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top