Musi Online https://musionline.co.id 08 May 2026 @17:57 32 x dibaca 
Kasus Kecelakaan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki BBM di Muratara, Puspa: “Suami Nawarin Mau Belikan Nanas Atau Tidak”.
Musionline.co.id, Muratara – Suasana duka menyelimuti ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Aisyah Lubuklinggau usai tragedi kecelakaan maut yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu 6 Mei 2026.
Tangis keluarga korban pecah silih berganti di depan ruang jenazah rumah sakit. Keluarga yang datang terlihat berusaha menenangkan satu sama lain sambil menunggu proses identifikasi korban kecelakaan tragis yang menewaskan sedikitnya 16 orang tersebut.
Di tengah suasana pilu itu, seorang wanita bernama Puspa tampak duduk lemas di depan kamar jenazah. Matanya sembab, suaranya bergetar menahan tangis. Ia masih sulit menerima kenyataan bahwa suaminya, Hariyanto, sopir truk tangki BBM, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut.
Puspa mengaku tidak pernah menyangka pertemuan singkat dengan sang suami beberapa jam sebelum kejadian menjadi momen terakhir mereka bersama.
“Tidak bisa dibayangkan lagi sekarang ini perasaannya saya, tidak bisa berkata apa-apa lagi,” ujar Puspa dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Puspa, sekitar pukul 10.00 WIB, Hariyanto sempat pulang sebentar ke rumah mereka di wilayah Muratara sebelum kembali bekerja mengemudikan mobil tangki BBM.
Tak ada firasat aneh yang dirasakannya pagi itu. Sang suami terlihat seperti biasa, bahkan masih sempat bercanda ringan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Namun satu percakapan sederhana kini menjadi kenangan terakhir yang terus terngiang di benaknya.
“Dia cuma mampir ke rumah, nawarin mau dibelikan nanas atau tidak,” ungkapnya lirih sambil menundukkan kepala.
Kalimat sederhana tersebut kini berubah menjadi kenangan yang begitu membekas bagi Puspa. Ia mengaku tidak pernah menyangka tawaran membeli buah nanas itu menjadi komunikasi terakhir dengan suaminya.
Kabar duka baru diterimanya beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB. Saat mendapat informasi terjadi kecelakaan besar di Jalinsum Karang Jaya, Puspa langsung panik dan bergegas menuju lokasi kejadian.
Namun di tengah perjalanan, pihak keluarga kembali menerima kabar bahwa para korban telah dievakuasi ke RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau.
“Katanya sudah dibawa ke rumah sakit,” katanya pelan.
Sesampainya di rumah sakit, suasana haru langsung terasa. Tangisan keluarga korban memenuhi area depan ruang jenazah. Sejumlah anggota keluarga tampak histeris saat mengetahui kerabat mereka menjadi korban kecelakaan maut tersebut.
Kepergian Hariyanto meninggalkan luka mendalam bagi keluarga kecilnya. Kini Puspa harus melanjutkan hidup bersama tiga orang anak tanpa kehadiran sosok kepala keluarga.
Ia mengatakan anak sulung mereka baru berusia 17 tahun, sementara anak bungsu masih berumur 10 tahun dan masih sangat membutuhkan perhatian serta kasih sayang seorang ayah.
“Anak kami tiga,” ujarnya singkat dengan suara bergetar.
Tragedi maut yang terjadi di Jalinsum Karang Jaya itu menjadi salah satu kecelakaan paling memilukan yang terjadi di wilayah Muratara dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi dan sebuah truk tangki BBM yang datang dari arah berlawanan.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.
Diduga, Bus ALS masuk ke jalur berlawanan sehingga tabrakan dengan truk tangki BBM tidak dapat dihindari. Benturan keras membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan parah hingga akhirnya terbakar hebat di lokasi kejadian.
Api dengan cepat membesar dan melahap badan kendaraan. Sejumlah penumpang diduga terjebak di dalam bus saat kebakaran terjadi.
Petugas gabungan bersama warga sekitar langsung berupaya melakukan evakuasi korban dan memadamkan api. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi kendaraan yang hangus terbakar.
Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, empat korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Petugas juga terus mendata identitas korban serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara di jalur lintas sumatera yang dikenal padat dan rawan kecelakaan, terutama di jalur panjang antarkabupaten dan antarprovinsi.
Warga berharap pemerintah serta pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan umum maupun kendaraan besar yang melintas di Jalinsum agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau hingga malam hari. Satu per satu keluarga korban datang untuk memastikan identitas anggota keluarga mereka yang menjadi korban dalam tragedi maut tersebut.
Di antara tangis dan kesedihan yang pecah di ruang jenazah, ucapan sederhana tentang buah nanas yang diingat Puspa kini menjadi simbol perpisahan terakhir yang begitu menyayat hati. (***)
0 Komentar