Musi Online https://musionline.co.id 08 May 2026 @17:59 39 x dibaca 
Pemuda Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri di Kontrakan, Kasusnya Viral di Ogan Ilir.
Musionline.co.id, Ogan Ilir - Kelurahan Timbangan mendadak gempar setelah seorang pemuda ditemukan meninggal dunia di dalam kontrakan, sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban diketahui bernama Juanda (28), yang ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar kontrakannya.
Peristiwa tragis tersebut sontak menjadi perhatian warga sekitar dan viral di media sosial, khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
Banyak warga yang mengaku terkejut karena korban dikenal sebagai sosok ramah dan mudah bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, penemuan mayat korban pertama kali diketahui setelah warga mencium aroma tidak sedap dari arah kontrakan korban.
Selain itu, banyak lalat terlihat berkerumun di depan pintu kontrakan sehingga memicu kecurigaan warga sekitar.
Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Muhklis mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga dan Ketua RT setempat.
“Benar, kami menerima laporan adanya penemuan mayat seorang laki-laki bernama Juanda (28). Saat ditemukan, kondisi korban masih dalam keadaan tergantung. Diduga korban telah meninggal sekitar dua sampai tiga hari,” ujar AKP Muhklis saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan sesuai prosedur guna memastikan penyebab kematian korban.
“Diduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan evakuasi dan selanjutnya korban akan dibawa untuk pemeriksaan sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga memastikan akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap jenazah korban sebelum dibawa ke rumah duka. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar penanganan kasus penemuan mayat.
Sementara itu, seorang saksi bernama Kelvin (20), yang tinggal di kontrakan sebelah korban, mengungkapkan awal mula dirinya mengetahui kejadian tersebut.
Menurut Kelvin, ia mulai merasa curiga karena mencium bau menyengat dari arah kamar korban. Tidak hanya itu, banyak lalat terlihat di sekitar pintu kontrakan korban yang sudah beberapa hari tertutup.
“Saya penasaran karena ada bau menyengat dari kontrakan sebelah. Selain itu juga banyak lalat di depan pintu. Karena curiga, saya ajak teman kontrakan lain untuk melapor ke pemilik kontrakan, lalu ke ketua RT dan polisi,” ungkap Kelvin.
Kelvin menuturkan, selama tinggal berdampingan dengan korban, ia mengenal Juanda sebagai pribadi yang cukup ramah dan sering menyapa warga sekitar. Namun dalam beberapa hari terakhir, korban memang sudah jarang terlihat beraktivitas.
“Orangnya ramah, sering menyapa. Tapi sudah lama tidak kelihatan, jadi kaget saat tahu kejadian ini,” tambahnya.
Ketua RT 09 Lingkungan 5 Kelurahan Timbangan, Jhon Kenedi, membenarkan bahwa korban sehari-hari bekerja sebagai pedagang di Pasar Pagi Timbangan. Ia juga mengatakan korban diketahui baru menikah dan diduga sedang mengalami persoalan rumah tangga sebelum kejadian tragis tersebut terjadi.
“Berdasarkan keterangan istrinya, seminggu yang lalu mereka cekcok mulut. Setelah itu istrinya pergi meninggalkan korban dan pulang ke rumah orang tuanya. Tadi istrinya juga sudah dikabari oleh pihak keluarga terkait kejadian ini,” kata Jhon.
Jhon menjelaskan dirinya turut masuk ke dalam kontrakan saat proses pengecekan awal bersama warga dan aparat kepolisian. Saat itu, pintu kontrakan disebut tidak dalam kondisi terkunci.
“Tadi saya sendiri yang membuka pintu pakai kaki. Pintunya tidak terkunci. Dari keterangan istrinya, korban merupakan warga Desa Talang Aur, Kecamatan Indralaya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jhon mengatakan korban memang bukan warga asli Kelurahan Timbangan, namun sudah cukup dikenal di lingkungan sekitar karena aktivitasnya sebagai pedagang di pasar.
Ia bahkan mengaku sudah sekitar satu pekan tidak melihat korban berjualan seperti biasanya di Pasar Pagi Timbangan. Hal tersebut kini menjadi salah satu fakta yang menguatkan dugaan bahwa korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.
“Saya juga sesama pedagang di pasar, sudah lebih kurang seminggu tidak melihat korban berjualan,” tutup Jhon.
Peristiwa ini pun memicu perhatian luas masyarakat di media sosial. Banyak warganet menyampaikan rasa belasungkawa atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kondisi mental dan lingkungan sekitar.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Meski dugaan sementara mengarah pada aksi bunuh diri, polisi tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sebelum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keluarga, kerabat, maupun tetangga yang sedang menghadapi persoalan hidup. Dukungan sosial dan komunikasi yang baik dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Apabila Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional berat, stres berkepanjangan, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan kepada keluarga, sahabat, tenaga profesional, maupun layanan kesehatan terdekat. (***)
0 Komentar