Musi Online https://musionline.co.id 13 May 2026 @18:36 18 x dibaca 
Hampir Tiga Pekan Buron, Tiga Tahanan Kabur di OKU Masih Dalam Pengejaran Aparat.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Kasus kaburnya tiga tahanan narkoba usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), hingga kini masih menjadi perhatian publik.
Sudah hampir tiga pekan sejak peristiwa tersebut terjadi, namun ketiga tahanan itu belum juga berhasil ditangkap aparat penegak hukum.
Ketiga tahanan yang masih buron diketahui bernama Anwar Safari (39), Novri Antoni (38), dan Hery Feriyanto (50). Mereka merupakan terdakwa kasus narkotika yang diduga memiliki peran sebagai bandar narkoba di wilayah OKU dan sekitarnya.
Peristiwa pelarian itu terjadi pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 17.30 WIB, setelah para tahanan selesai menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Baturaja dan hendak dikembalikan ke Rumah Tahanan (Rutan) Baturaja.
Hingga Selasa, 12 Mei 2026, aparat gabungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU dan Polres OKU masih terus melakukan pengejaran terhadap ketiga tahanan tersebut.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri OKU, Hendri Dunan SH, mengatakan bahwa proses pencarian masih terus berlangsung dan saat ini perkembangan pengejaran berada dalam koordinasi bersama pihak kepolisian.
“Kami masih terus berkoordinasi dengan Polres OKU untuk melakukan pengejaran terhadap ketiga tahanan yang kabur tersebut. Mohon doanya agar para pelaku cepat tertangkap. Setelah tertangkap mereka akan kami sidangkan kembali,” ujar Hendri saat dibincangi pada Selasa (12/5).
Menurut Hendri, aparat telah melakukan berbagai langkah untuk mempersempit ruang gerak para pelaku. Salah satunya dengan melakukan penyekatan di sejumlah titik strategis yang diduga menjadi jalur pelarian ketiga tahanan tersebut.
“Penyekatan dilakukan di beberapa titik strategis, khususnya jalur-jalur yang diduga kuat menjadi akses pelarian para tahanan,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian terdapat total 23 tahanan yang selesai menjalani sidang dan akan dikembalikan ke Rutan Baturaja menggunakan empat rangkaian pengawalan kendaraan tahanan.
Insiden kaburnya tahanan terjadi pada rombongan terakhir yang membawa lima orang tahanan. Saat kendaraan tiba di rumah tahanan dan petugas hendak menurunkan para tahanan dari mobil, situasi mendadak berubah menjadi kacau.
Ketiga tahanan tersebut diduga melakukan perlawanan terhadap petugas pengawal. Dalam situasi tersebut, mereka memanfaatkan celah pengamanan untuk melarikan diri.
Petugas yang berjaga sempat melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan kembali dua tahanan lainnya. Namun tiga orang tahanan berhasil lolos dan melarikan diri dari area pengawalan.
Dugaan sementara, borgol yang digunakan oleh para tahanan sebelumnya telah dirusak sehingga memudahkan mereka melakukan aksi pelarian.
Informasi ini kini juga menjadi bahan pendalaman aparat untuk mengetahui apakah aksi pelarian tersebut telah direncanakan sebelumnya atau dilakukan secara spontan saat kesempatan muncul.
Diduga Ada Bantuan dari Pihak Lain
Selain fokus melakukan pencarian terhadap para tahanan yang kabur, aparat penegak hukum juga tengah mendalami dugaan adanya keterlibatan pihak lain yang membantu proses pelarian tersebut.
Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa para tahanan diduga sempat dijemput menggunakan sepeda motor setelah berhasil lolos dari kejaran petugas.
Dugaan adanya bantuan eksternal ini membuat aparat memperluas penyelidikan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang telah menyiapkan jalur pelarian.
Petugas juga melakukan pengumpulan informasi dari sejumlah saksi serta menelusuri rekaman CCTV di beberapa titik yang diduga dilalui para tahanan usai melarikan diri.
Jika terbukti ada pihak yang membantu pelarian tahanan, maka pihak tersebut dapat dikenakan sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelarian Menuju Arah Berbeda
Dari informasi yang berhasil dihimpun, dua tahanan yakni Anwar Safari dan Novri Antoni diduga melarikan diri menuju wilayah Lekis. Sementara Hery Feriyanto disebut kabur ke arah kawasan permukiman di sekitar rumah tahanan.
Perbedaan arah pelarian itu membuat aparat membagi tim pencarian ke sejumlah wilayah yang dianggap berpotensi menjadi tempat persembunyian para buronan.
Pengejaran juga melibatkan koordinasi lintas wilayah guna mengantisipasi kemungkinan para tahanan melarikan diri keluar daerah.
Aparat disebut terus melakukan patroli dan pemeriksaan di sejumlah titik strategis, termasuk jalur perbatasan antarwilayah yang diduga dapat digunakan untuk kabur lebih jauh.
Masyarakat Diminta Ikut Membantu
Pihak Kejari OKU maupun kepolisian juga mengimbau masyarakat agar ikut membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan ketiga tahanan tersebut.
Masyarakat diminta segera melapor kepada aparat terdekat apabila melihat atau mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan para buronan tersebut.
Aparat memastikan identitas pelapor akan dirahasiakan demi menjaga keamanan masyarakat yang memberikan informasi.
Kasus kaburnya tahanan ini pun menjadi perhatian serius karena ketiganya merupakan terdakwa kasus narkoba yang dinilai memiliki jaringan dan relasi cukup luas.
Selain menjadi evaluasi terhadap sistem pengamanan tahanan, peristiwa ini juga memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait potensi gangguan keamanan apabila para pelaku belum segera ditangkap.
Hingga kini, aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran intensif dan berharap ketiga tahanan tersebut segera berhasil diamankan untuk kembali menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Baturaja.
Pihak Kejari OKU menegaskan bahwa proses hukum terhadap ketiga tahanan akan tetap dilanjutkan setelah mereka berhasil ditangkap kembali. (***)
0 Komentar