Musi Online https://musionline.co.id 30 May 2026 @16:33 17 x dibaca 
Kondisi Polisi Korban Penusukan Bandar Narkoba di OKU Mulai Membaik, Segera Dipindahkan dari ICU RSUD Ibnu Sutowo.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Kabar baik datang dari kondisi kesehatan Brigpol Joni Agustoni, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, yang menjadi korban penusukan saat melakukan penyergapan terhadap bandar narkoba di kawasan Pasar Atas Baturaja.
Setelah sempat berada dalam kondisi kritis akibat luka tusuk serius yang menembus rongga tubuh, kondisi Brigpol Joni kini dilaporkan mulai membaik dan segera dipindahkan dari ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.
Perkembangan kesehatan personel Banit I Satres Narkoba Polres OKU itu menjadi perhatian publik, terutama setelah insiden dramatis yang terjadi saat operasi penangkapan bandar sabu di pusat aktivitas masyarakat tersebut.
Pada hari ketiga masa perawatan, tim dokter menyampaikan kondisi Brigpol Joni menunjukkan perkembangan positif dan tingkat kesadarannya telah berada pada skala yang baik.
Dokter Pahala P, tenaga medis yang menangani korban, menyebut pemulihan Brigpol Joni berjalan cukup baik meskipun pengawasan medis masih dilakukan secara intensif.
“Rencana pindah ruangan hari ini, kondisi pasien mulai membaik dan tetap dalam pemantauan,” ujar Dokter Pahala saat memberikan keterangan medis di Baturaja, Jumat (29/5).
Menurutnya, kondisi hemodinamik pasien terus dipantau guna memastikan stabilitas fungsi tubuh pascaoperasi. Selain itu, evaluasi tingkat nyeri juga masih dilakukan secara berkala untuk memastikan proses penyembuhan berlangsung optimal.
Brigpol Joni sebelumnya sempat menjalani tindakan medis intensif setelah mengalami luka tusuk serius di bagian pinggang kanan yang menembus area dada hingga rongga perut.
Cedera tersebut menyebabkan korban harus mendapatkan penanganan cepat di ruang darurat sebelum akhirnya menjalani operasi penyelamatan.
Kini, kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan menggembirakan. Beberapa alat bantu medis yang sebelumnya digunakan secara intensif mulai dilepas, dan pasien bahkan telah diperbolehkan mengonsumsi cairan secara mandiri sebagai bagian dari proses pemulihan bertahap.
Insiden berdarah yang menimpa Brigpol Joni terjadi saat tim Satres Narkoba Polres OKU melakukan operasi penindakan terhadap bandar narkotika jenis sabu berinisial AJ alias Andri Badak di kawasan Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Baturaja Lama, Kecamatan Baturaja Timur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (26/5) sekitar pukul 10.10 WIB di kawasan Pasar Atas Baturaja, lokasi yang dikenal ramai aktivitas warga. Saat itu, aparat kepolisian tengah menjalankan operasi penyergapan secara taktis terhadap tersangka yang diduga telah lama menjadi target pengungkapan kasus narkotika.
Situasi berubah tegang ketika tersangka berusaha melarikan diri saat posisinya mulai terdesak oleh petugas. Dalam kondisi panik dan agresif, Andri Badak disebut melakukan perlawanan brutal menggunakan sebilah pisau.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, menjelaskan bahwa awalnya tusukan pelaku diarahkan kepada Brigpol Hendri Setiawan. Namun serangan tersebut berhasil dihindari sehingga mengenai Brigpol Joni Agustoni yang berada di dekat lokasi penangkapan.
“Tusukan awalnya diarahkan ke Brigpol Hendri Setiawan, namun berhasil dihindari sehingga mengenai Brigpol Joni Agustoni,” jelas Endro saat mengungkap kronologi kejadian.
Akibat luka tikam tersebut, Brigpol Joni langsung mengalami kondisi serius dan harus segera dievakuasi untuk memperoleh penanganan medis darurat.
Petugas Tetap Lumpuhkan Pelaku Meski Situasi Ricuh
Meskipun salah satu anggota mengalami luka parah di tengah situasi yang penuh kepanikan, tim Satres Narkoba Polres OKU tetap bergerak cepat dan sigap untuk mengendalikan situasi di lapangan.
Petugas berhasil melumpuhkan tersangka melalui tindakan tegas dan terukur guna mencegah kemungkinan korban tambahan, baik dari unsur aparat maupun masyarakat sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Langkah cepat tersebut dinilai penting mengingat lokasi penyergapan berada di area publik yang ramai aktivitas jual beli masyarakat. Risiko terjadinya korban lain sangat tinggi apabila pelaku berhasil meloloskan diri sambil membawa senjata tajam.
Setelah berhasil diamankan, tersangka Andri Badak langsung dibawa ke Mapolres OKU guna menjalani pemeriksaan intensif terkait jaringan peredaran narkotika yang diduga melibatkan sejumlah pihak lain.
Dari tangan tersangka, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa tiga paket narkotika jenis sabu siap edar, sebilah pisau yang digunakan untuk menyerang petugas, uang tunai yang diduga hasil transaksi narkoba, serta satu unit sepeda motor.
Barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyidikan dan pengembangan perkara lebih lanjut.
Polres OKU Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan terhadap Aparat
Pihak kepolisian menegaskan tindakan kekerasan terhadap aparat yang sedang menjalankan tugas negara tidak akan ditoleransi.
Penyerangan terhadap personel kepolisian, terutama saat proses penegakan hukum berlangsung, dipastikan akan menjadi faktor pemberat dalam proses hukum yang dijalani tersangka.
Kapolres OKU menekankan bahwa institusi kepolisian tetap berkomitmen memberantas jaringan narkotika sekaligus melindungi keselamatan personel di lapangan.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak jarang menghadapi risiko tinggi, termasuk ancaman keselamatan bagi aparat yang bertugas. Dalam banyak operasi lapangan, petugas kerap berhadapan dengan pelaku yang memilih melakukan perlawanan demi menghindari proses hukum.
Sementara itu, fokus utama saat ini tetap tertuju pada pemulihan kesehatan Brigpol Joni Agustoni yang terus mendapat perhatian dari tim medis dan jajaran kepolisian.
Kondisi yang mulai stabil memberi harapan besar bahwa anggota Satres Narkoba tersebut dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitasnya.
Perkembangan kesehatan Brigpol Joni juga mendapat simpati dari masyarakat yang mengikuti kasus ini sejak awal. Banyak pihak berharap korban segera pulih sepenuhnya setelah mengalami insiden serius saat menjalankan tugas negara dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Ogan Komering Ulu. (***)
0 Komentar