Musi Online https://musionline.co.id 01 June 2026 @15:05 45 x dibaca 
Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Warga Bumi Kawa Lengkiti OKU Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Jalan.
Musionline.co,id, Ogan Komering Ulu – Warga Desa Bumi Kawa, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di lingkungan kampung, Minggu dini hari, 31 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.
Korban diketahui bernama Rehan Randi (30), seorang petani yang merupakan warga Desa Bumi Kawa. Ia ditemukan tergeletak di badan jalan wilayah RT 09 Kampung 4 dengan kondisi bersimbah darah. Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar panik dan menjadi perhatian masyarakat setempat.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di lokasi kejadian pada dini hari. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan terdapat dugaan luka pada bagian tubuhnya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian agar dilakukan penanganan lebih lanjut.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polres OKU bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) dan anggota Polsek Lengkiti langsung bergerak menuju lokasi kejadian guna melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, petugas segera memasang garis polisi untuk mengamankan area sekaligus mencegah kerumunan warga mengganggu proses penyelidikan.
Polisi juga melakukan dokumentasi lokasi, memeriksa kondisi sekitar, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang dinilai mengetahui situasi sebelum maupun sesudah korban ditemukan.
Selain itu, aparat kepolisian turut mengumpulkan sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi guna membantu proses pengungkapan penyebab pasti kematian korban. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan awal untuk memastikan kronologi kejadian secara lebih jelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah proses identifikasi awal selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans UPTD Puskesmas Tanjung Lengkayap menuju RSUD Dr Ibnu Sutowo Baturaja untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 09.20 WIB. Pemeriksaan medis dilakukan guna mengetahui penyebab kematian secara pasti, termasuk memastikan jenis luka yang ditemukan pada tubuh korban.
Kakak kandung korban, Efran Gani, mengatakan pihak keluarga menemukan adanya sejumlah luka di tubuh korban saat pertama kali melihat kondisi jenazah.
“Ada luka di bagian belakang leher dan wajah korban,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Menurut informasi keluarga, Rehan Randi merupakan putra dari Ruslan Abdul Gani. Korban diketahui telah berkeluarga dan meninggalkan seorang istri serta dua orang anak.
Kepergian korban secara mendadak menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar maupun masyarakat sekitar Desa Bumi Kawa. Hingga Minggu siang, pihak keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Sementara itu, Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban dan mendalami seluruh fakta yang ditemukan di lapangan.
Menurut Kapolres, penyidik saat ini masih fokus memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti, serta menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah korban.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mendalami seluruh informasi yang ada, termasuk meminta keterangan saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis,” kata Kapolres.
Hingga kini, aparat kepolisian belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian korban. Dugaan adanya tindak pidana masih dalam proses pendalaman berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan temuan medis.
Kasus penemuan pria meninggal dunia di Desa Bumi Kawa, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu tersebut masih dalam penanganan Polres OKU. Polisi memastikan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa yang mengejutkan warga tersebut. (***)
0 Komentar