Musi Online https://musionline.co.id 04 June 2026 @19:40 28 x dibaca 
Mengaku Menyesal, Tersangka Pembunuhan APS Sempat Didatangi Korban Dua Kali Dalam Mimpi.
Musionline.co.id, Muara Enim – Tersangka kasus pembunuhan perempuan muda berinisial APS (23), warga Desa Perjito, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, mengaku menyesali perbuatannya.
Pelaku berinisial MAP (33), warga Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, bahkan mengaku sempat didatangi korban dalam mimpi sebanyak dua kali setelah kejadian tragis tersebut.
Pengakuan itu disampaikan MAP saat berada di Mapolres Muara Enim, Selasa, 2 Juni 2026. Dengan wajah penuh penyesalan, duda yang memiliki satu anak itu meminta maaf kepada keluarga korban, keluarganya sendiri, serta masyarakat atas perbuatan yang telah menghilangkan nyawa mantan kekasihnya tersebut.
"Saya tidak ada niat untuk membunuh. Semua terjadi karena emosi sesaat. Saya hanya bisa meminta maaf dan memohon ampun kepada korban, keluarga korban, dan keluarga saya karena sudah membuat malu keluarga," ujar MAP.
Kasus pembunuhan yang menggegerkan warga Kabupaten Muara Enim ini bermula dari pertemuan antara pelaku dan korban di sebuah kamar hotel.
Menurut pengakuan MAP, dirinya tersinggung oleh ucapan korban yang menuding dirinya hanya pandai berbicara namun tidak pernah memenuhi keinginan korban untuk dibelikan telepon genggam iPhone.
Saat itu, pelaku mengaku sempat mengancam akan mencekik korban apabila terus berbicara sembarangan. Namun korban justru menantang pelaku untuk melakukannya.
"Saya bilang nanti saya cekik kalau ngomong sembarangan. Korban malah bilang cekik saja kalau tega. Lalu saya cekik, niatnya hanya memberi pelajaran. Tapi ternyata korban tidak bergerak lagi," ungkapnya.
Setelah korban terkulai, pelaku sempat memeriksa denyut nadi dan pernapasan korban. Saat mengetahui korban tidak lagi bernapas, MAP mengaku panik dan menyesal. Ia kemudian duduk di samping korban sebelum memutuskan meninggalkan lokasi dan mengunci kamar dari luar.
Keesokan harinya, pelaku kembali ke hotel dengan harapan korban hanya pingsan. Namun saat diperiksa, APS dipastikan telah meninggal dunia.
Karena panik dan takut perbuatannya diketahui, pelaku kemudian berusaha menghilangkan jejak. Ia membungkus jasad korban, memasukkannya ke dalam ember berukuran besar, lalu mengangkutnya menggunakan mobil.
Menurut pengakuannya, jasad korban dibawa menuju kawasan Jembatan Enim III di Kecamatan Muara Enim. Dalam perjalanan, pelaku sempat membeli bahan bakar Pertalite di warung eceran yang kemudian digunakan untuk membakar jasad korban.
"Saya bakar, tapi apinya tidak sampai habis karena sudah padam. Hari mulai pagi dan saya takut ketahuan. Akhirnya ember yang berisi jasad korban saya dorong ke Sungai Enim," katanya.
Pelaku bahkan menunjukkan luka melepuh di tangannya yang diduga akibat terkena api saat berusaha membakar jasad korban.
Namun upaya menghilangkan jejak tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Keesokan harinya, pelaku kembali mendatangi lokasi pembuangan jasad dan terkejut karena tubuh korban masih tersangkut di pinggir sungai.
Ia berharap hujan deras turun sehingga debit air Sungai Enim meningkat dan dapat menghanyutkan jasad korban. Namun kondisi itu tidak terjadi.
"Saya berharap malamnya hujan deras supaya mayat hanyut, tapi ternyata tidak hujan," ujarnya.
Pada hari berikutnya, MAP kembali mengecek lokasi untuk memastikan kondisi jasad korban. Saat melihat jasad masih berada di lokasi yang sama, ia berencana membuang kembali tubuh korban pada malam hari dengan membeli sarung tangan dan perlengkapan lain.
Namun rencana tersebut tidak sempat terlaksana. Warga lebih dahulu menemukan jasad korban dan informasi penemuan mayat itu langsung menyebar luas di media sosial.
"Begitu viral, saya pasrah. Saya sadar cepat atau lambat pasti akan ketahuan," katanya.
Mengaku Didatangi Korban Dalam Mimpi
Selain mengungkap kronologi pembunuhan, MAP juga mengaku mengalami tekanan batin setelah kejadian tersebut. Ia mengaku sempat bermimpi didatangi korban sebanyak dua kali.
Menurutnya, mimpi pertama terjadi sebelum dirinya ditangkap polisi. Dalam mimpi itu, korban datang dengan kondisi tubuh hangus terbakar.
Sementara pada mimpi kedua yang terjadi setelah dirinya ditahan, korban datang mengenakan pakaian serba putih sambil menangis.
"Saya selalu berdoa dan meminta maaf kepada korban. Saya tahu membunuh itu dosa besar dan saya hanya memohon ampun kepada Allah SWT," tuturnya.
Suami Korban Minta Hukuman Berat
Di sisi lain, suami korban, Amar Maulana (25), mengaku tidak memiliki firasat khusus sebelum istrinya meninggal dunia. Namun ia pernah bermimpi istrinya dibawa pergi oleh seseorang yang tidak dikenalnya.
Amar mengenang APS sebagai sosok perempuan yang baik, sabar, dan penuh kasih sayang. Selama menjalani rumah tangga, korban dikenal selalu merawat dan mendampingi dirinya ketika sedang sakit tanpa pernah mengeluh.
"Dia orang yang sangat baik dan penyayang. Saat saya sakit, dia yang merawat saya dengan sabar," ujar Amar.
Atas kejadian tersebut, Amar berharap aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku.
"Saya meminta hukum ditegakkan seadil-adilnya dan pelaku dihukum seberat-beratnya, kalau perlu hukuman mati," tegasnya.
Keluarga Korban Minta Kasus Dikawal Hingga Tuntas
Kesedihan mendalam juga dirasakan Gita Tiara (25), kakak ipar korban. Menurutnya, APS merupakan pribadi yang ramah, mudah bergaul, dan ringan tangan membantu orang lain.
Gita mengaku memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan korban. Bahkan saat mendengar kabar penemuan mayat di Sungai Enim, ia langsung merasa bahwa korban adalah anggota keluarganya yang sedang dicari.
"Korban sangat dekat dengan saya dan anak saya. Dia orang baik, periang, dan suka membantu. Saya seperti tidak percaya ketika akhirnya dipastikan bahwa mayat itu adalah dirinya," ujar Gita sambil menangis.
Ia berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.
Terungkap Setelah Penemuan Mayat di Sungai Enim
Kasus ini sebelumnya bermula dari penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di aliran Sungai Enim, tepatnya di kawasan pangkal Jembatan Enim III, Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim.
Penemuan tersebut sempat menggegerkan masyarakat dan menjadi perhatian luas di media sosial. Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, identitas korban akhirnya terungkap sebagai APS (23), warga Desa Perjito, Kecamatan Gunung Megang.
Hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa korban meninggal akibat dibunuh oleh mantan kekasihnya sendiri, MAP (33). Pelaku diduga mencekik korban hingga tewas, kemudian berusaha menghilangkan jejak dengan membakar jasad dan membuangnya ke Sungai Enim.
Saat ini, pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum di Polres Muara Enim. Kasus tersebut terus menjadi perhatian masyarakat yang menantikan proses peradilan berjalan secara transparan dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. (***)
0 Komentar