Musi Online | Proyek Gas Alam di Babat Supat Muba Meledak, Lima Pekerja Dilarikan ke Rumah Sakit
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Proyek Gas Alam di Babat Supat Muba Meledak, Lima Pekerja Dilarikan ke Rumah Sakit

Musi Online
https://musionline.co.id 13 June 2026 @15:43
Proyek Gas Alam di Babat Supat Muba Meledak, Lima Pekerja Dilarikan ke Rumah Sakit
Proyek Gas Alam di Babat Supat Muba Meledak, Lima Pekerja Dilarikan ke Rumah Sakit.

Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Sebuah insiden ledakan terjadi pada proyek jaringan gas alam di Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. 
Ledakan tersebut terjadi pada fasilitas Metering Regulating Station (MRS) yang sedang dalam tahap pengujian dan mengakibatkan lima pekerja mengalami luka-luka sehingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi di lokasi proyek yang berada di belakang Kantor Camat Babat Supat. Fasilitas MRS tersebut diketahui merupakan bagian dari jaringan gas alam yang tengah dikerjakan oleh PT Pratiwi Putri Sulung (PPS).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian, sebelum kejadian berlangsung, sebanyak 10 orang pekerja telah melaksanakan briefing kerja serta melakukan berbagai persiapan sesuai standar operasional pengujian yang berlaku.
Dalam tahapan pekerjaan tersebut, para pekerja menjalankan prosedur pengujian yang terdiri dari dua tahap utama, yaitu Factory Acceptance Test (FAT) yang dilakukan di pabrik dan pengujian ulang di lokasi proyek sebelum fasilitas mulai dioperasikan.
Ledakan Terjadi Saat Pengujian Menggunakan Gas Nitrogen
Saat proses persiapan standar pengujian berlangsung, tim teknis menggunakan gas Nitrogen (N2) sebagai bagian dari prosedur pengecekan sistem. Namun, ketika satu tabung Nitrogen diisi ke dalam Pressure Regulator Station (PRS) atau alat pengatur tekanan, tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam perangkat tersebut.
Ledakan tersebut disertai keluarnya asap hitam pekat dari bagian dalam PRS yang membuat para pekerja di sekitar lokasi terkejut dan berupaya menyelamatkan diri.
Kerasnya ledakan mengakibatkan serpihan plat besi dari box PRS terlempar ke sejumlah arah. Selain itu, tekanan udara yang muncul akibat ledakan juga menyebabkan beberapa pekerja mengalami cedera.
Akibat kejadian tersebut, lima orang pekerja mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan pertolongan darurat di lokasi sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Lima Korban Mendapatkan Perawatan Medis
Para korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil minibus Toyota Innova BG 1747 TE menuju Rumah Sakit Daerah Sungai Lilin untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Lima pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut diketahui merupakan tenaga kerja dari PT Kian Santang Muliatama Tbk.
Adapun identitas korban yang terdampak ledakan antara lain:
AS, warga Kelurahan Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
AM (37), warga Kelurahan Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat.
FZ (38), warga Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.
AO (60), warga Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
MO (36), pekerja yang juga berasal dari perusahaan yang sama.
Hingga berita ini ditulis, kelima korban masih mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka terus dipantau oleh tenaga kesehatan.
Polisi Langsung Turun ke Lokasi Kejadian
Mendapatkan informasi mengenai ledakan tersebut, Kapolsek Babat Supat IPTU Agum Marenra, S.Tr.K., M.H. segera mengambil langkah cepat dengan memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Fran Jumaidi, S.H. bersama personel piket SPKT, Unit Reskrim, dan Unit Intelkam Polsek Babat Supat untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.
Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan kondisi lokasi serta melakukan langkah-langkah awal penyelidikan.
Kasi Humas Polres Musi Banyuasin AKP Hutahaean mewakili Kapolsek Babat Supat IPTU Agum Marenra menjelaskan bahwa setelah tiba di lokasi, petugas menemukan bekas ledakan serta serpihan material logam yang berserakan di sekitar area proyek.
"Setibanya Polsek di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati bekas ledakan serta serpihan plat besi yang berserakan. Polisi kemudian melakukan pengamanan lokasi, mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah saksi, serta memasang garis polisi (police line) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut," ujar AKP Hutahaean.
Selain melakukan olah TKP awal, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah pekerja yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Lokasi Dipasang Garis Polisi
Sebagai bagian dari prosedur penyelidikan, aparat kepolisian memasang garis polisi di area ledakan guna mencegah aktivitas yang dapat mengganggu proses pemeriksaan.
Langkah ini dilakukan agar tim penyelidik dapat melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap penyebab terjadinya ledakan pada fasilitas Metering Regulating Station (MRS) tersebut.
Polisi juga berupaya mengumpulkan berbagai data teknis yang berkaitan dengan proses pengujian yang sedang dilakukan sebelum insiden terjadi.
Menurut pihak kepolisian, koordinasi juga telah dilakukan dengan jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Musi Banyuasin untuk memperdalam penyelidikan.
"Untuk Polsek Babat Supat sudah berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Muba untuk penyelidikan lebih lanjut," tambah AKP Hutahaean.
Penyebab Ledakan Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan pada fasilitas Metering Regulating Station (MRS) jaringan gas alam tersebut masih belum dapat dipastikan.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan guna mengetahui apakah insiden tersebut disebabkan oleh faktor teknis, kesalahan peralatan, gangguan sistem tekanan, atau faktor lainnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi pada proyek infrastruktur energi yang sedang dalam tahap pengujian. Selain menimbulkan korban luka, ledakan juga menyebabkan kerusakan pada perangkat yang sedang diuji.
Masyarakat di sekitar lokasi diimbau untuk tetap tenang dan tidak mendekati area proyek yang saat ini masih berada dalam pengawasan aparat kepolisian.
Sementara itu, pihak berwenang memastikan proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap penyebab kejadian sekaligus mencegah insiden serupa terjadi pada proyek-proyek strategis lainnya di masa mendatang. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top