Musi Online https://musionline.co.id 03 July 2026 @14:49 20 x dibaca 
Penjualan Ayam Potong dan Telur di OKU Turun Drastis Saat Dapur MBG Libur, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Penjualan daging ayam potong dan telur ayam di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang karena berdampak langsung terhadap omzet harian mereka.
Lesunya penjualan ini dipicu oleh berhentinya sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.
Selama ini, dapur penyedia makanan untuk Program MBG menjadi salah satu pembeli terbesar berbagai bahan pangan, terutama ayam potong dan telur ayam.
Akibat terhentinya aktivitas dapur MBG, permintaan terhadap kedua komoditas tersebut menurun drastis.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pedagang di pasar tradisional, tetapi juga para pemasok yang selama ini menggantungkan sebagian penjualannya pada kebutuhan program tersebut.
Penjualan Ayam Potong Turun Hingga Sepertiga
Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Baru Baturaja, Tum, mengaku penjualannya mengalami penurunan cukup tajam sejak Program MBG diliburkan mengikuti kalender libur sekolah.
Menurutnya, sebelum dapur MBG berhenti beroperasi sementara, rata-rata sebanyak 60 ekor ayam potong dapat terjual setiap hari. Namun kini jumlah tersebut turun menjadi sekitar 40 ekor per hari.
"Biasanya 60 ekor ayam potong habis terjual setiap hari, tetapi sekarang hanya sekitar 40 ekor saja," ungkap Tum.
Ia mengatakan, ayam yang tidak habis terjual terpaksa dibawa pulang untuk disimpan di ruang pendingin khusus agar kualitas daging tetap terjaga hingga keesokan harinya.
Kondisi tersebut membuat perputaran modal menjadi lebih lambat. Selain harus mengeluarkan biaya penyimpanan, pedagang juga menghadapi risiko penurunan kualitas apabila stok terlalu lama tersimpan.
Tum menambahkan, untuk menarik minat pembeli dirinya bahkan telah menurunkan harga jual ayam potong. Sebelumnya harga ayam berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, namun kini turun menjadi sekitar Rp75 ribu per kilogram.
Meski harga sudah diturunkan, peningkatan pembelian belum juga terlihat secara signifikan.
Penjualan Telur Ayam Ikut Merosot
Penurunan penjualan juga dirasakan para pedagang telur ayam di kawasan Baturaja. Salah satunya Yoga yang mengaku permintaan telur mengalami penurunan sejak dapur MBG tidak lagi melakukan pembelian rutin.
Yoga menjelaskan, sebelum masa libur sekolah, dirinya mampu menjual sekitar 20 peti telur ayam setiap hari. Satu peti berisi sekitar 15 kilogram telur.
Namun kini jumlah tersebut jauh menurun sehingga stok telur lebih lama tersimpan di gudang.
"Biasanya sekitar 20 peti ukuran 15 kilogram habis terjual setiap hari. Sekarang jauh berkurang, padahal harga telur juga sudah turun," kata Yoga.
Menurutnya, harga telur ayam saat ini juga mengalami penurunan. Dari sebelumnya berada di kisaran Rp27.000 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp24.000 per kilogram.
Ia memperkirakan harga telur masih berpotensi mengalami penurunan apabila permintaan pasar belum kembali meningkat.
"Ada kemungkinan harga masih turun lagi, tetapi belum tahu akan berada di angka berapa," tambahnya.
Program MBG Selama Ini Menjadi Penyerap Hasil Dagangan
Para pedagang mengakui bahwa selama Program Makan Bergizi Gratis berjalan aktif, kebutuhan bahan pangan meningkat cukup signifikan. Dapur MBG secara rutin membeli berbagai kebutuhan pokok seperti ayam potong, telur, sayuran, hingga bahan makanan lainnya dalam jumlah besar.
Keberadaan program tersebut secara tidak langsung memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi para pedagang pasar tradisional.
Dengan adanya pembelian rutin dari dapur MBG, pedagang memiliki kepastian pasar sehingga stok barang dapat terserap lebih cepat.
Namun ketika operasional program dihentikan sementara karena mengikuti masa libur sekolah, permintaan langsung mengalami penurunan sehingga berdampak terhadap omzet harian.
Situasi ini memperlihatkan bahwa Program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi para pelajar sebagai penerima makanan bergizi, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di sektor pangan.
Harga Turun Belum Mampu Dongkrak Daya Beli
Meskipun harga ayam potong dan telur ayam mengalami penurunan, kondisi tersebut belum mampu meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan.
Biasanya, penurunan harga akan mendorong masyarakat membeli dalam jumlah lebih banyak. Namun saat ini permintaan masih cenderung lesu karena salah satu pembeli terbesar, yakni dapur MBG, belum kembali beroperasi.
Pedagang berharap kondisi ini hanya bersifat sementara dan akan kembali normal setelah kegiatan belajar mengajar dimulai kembali serta Program MBG kembali berjalan.
Mereka optimistis permintaan ayam potong maupun telur ayam akan kembali meningkat apabila dapur MBG kembali melakukan pembelian secara rutin.
Pedagang Berharap Aktivitas MBG Segera Kembali Normal
Para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengaktifkan kembali operasional Program Makan Bergizi Gratis setelah masa libur sekolah berakhir.
Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, keberlangsungan program tersebut juga terbukti membantu menjaga stabilitas permintaan komoditas pangan lokal.
Dengan meningkatnya kembali aktivitas dapur MBG, para pedagang optimistis omzet penjualan akan kembali membaik sehingga perputaran ekonomi di pasar tradisional dapat kembali bergairah.
Saat ini para pedagang memilih tetap bertahan sambil menunggu kondisi pasar kembali normal. Mereka juga berharap harga ayam potong maupun telur ayam tidak terus mengalami penurunan agar keuntungan usaha tetap dapat dipertahankan. (***)
0 Komentar