Musi Online https://musionline.co.id 23 May 2025 @19:00 341 x dibaca 
Oknum Guru SMKN 1 Lubuklinggau Dinonaktifkan Usai Didemo Siswa: Diduga Terlibat Pungli dan Pelecehan Siswi.
Musionline.co.id, Lubuklinggau – Situasi di SMKN 1 Lubuklinggau memanas setelah ratusan pelajar menggelar aksi demonstrasi di lingkungan sekolah.
Aksi protes yang dilakukan oleh siswa kelas XI itu menuntut kejelasan dan ketegasan pihak sekolah terhadap seorang oknum guru olahraga berinisial AY yang diduga terlibat dalam pungutan liar (pungli) dan tindak pelecehan terhadap sejumlah siswi.
Kepala Sekolah SMKN 1 Lubuklinggau, Suwarni, akhirnya angkat bicara terkait kasus yang mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut.
Dalam keterangan resminya kepada wartawan pada Jumat (23/05/2025), Suwarni menyatakan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara guru tersebut dari seluruh aktivitas mengajar dan kegiatan sekolah.
"Oknum guru untuk sementara kita nonaktifkan dari tugasnya, sambil menunggu proses lebih lanjut," tegas Suwarni di hadapan media.
Menurutnya, pihak sekolah baru mengetahui adanya dugaan kasus ini pada Rabu, 21 Mei 2025, setelah menerima laporan dari para siswa dan siswi perwakilan kelas.
Keluhan dan tuntutan yang disampaikan berkaitan dengan perlakuan tidak pantas yang dilakukan oleh AY, serta adanya dugaan praktik pungli yang sudah berlangsung cukup lama.
"Kami menerima aspirasi dari perwakilan siswa-siswi, dan segera menindaklanjutinya dengan memanggil pihak-pihak terkait," ujarnya.
Langkah awal yang diambil pihak sekolah adalah mencoba memediasi pertemuan antara korban dan terduga pelaku secara internal.
Namun, upaya mediasi itu gagal mencapai kesepakatan. Pihak sekolah pun memutuskan untuk menyerahkan seluruh penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Setelah mediasi tidak membuahkan hasil, kami serahkan permasalahan ini sepenuhnya ke Polres Lubuklinggau agar diusut secara transparan dan adil," jelas Suwarni.
Sementara itu, aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Kamis (22/05/2025) itu berlangsung damai namun penuh semangat.
Ratusan pelajar berkumpul di halaman sekolah sambil membawa poster berisi tuntutan agar guru AY segera diberhentikan dan diusut tuntas oleh aparat hukum.
Mereka juga meminta jaminan keamanan dan kenyamanan belajar di lingkungan sekolah.
Salah satu siswa yang ikut dalam aksi tersebut mengaku kecewa terhadap sikap guru AY yang dianggap mencederai kepercayaan siswa dan mencoreng nilai-nilai pendidikan.
“Kami tidak ingin ada korban lain. Kami ingin sekolah kami bersih dari oknum guru yang tidak pantas,” ujar siswa yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Banyak pihak mendukung langkah cepat sekolah dan mendorong penegak hukum untuk segera mengungkap fakta yang sebenarnya.
Aparat kepolisian dari Polres Lubuklinggau sendiri telah menyatakan akan segera memanggil para pihak terkait, termasuk korban, saksi, dan terduga pelaku.
Hingga berita ini diturunkan, guru berinisial AY belum memberikan keterangan resmi kepada publik.
Proses hukum kini menjadi tumpuan harapan agar kasus ini bisa dituntaskan secara adil dan transparan, serta menjadi pelajaran bagi semua pihak agar dunia pendidikan tetap menjadi ruang yang aman dan bermartabat. (***)
0 Komentar