Musi Online | Balai Karantina Sumsel Tegaskan 50 Ton Santan Beku yang Diekspor ke China Layak Konsumsi
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Balai Karantina Sumsel Tegaskan 50 Ton Santan Beku yang Diekspor ke China Layak Konsumsi

Musi Online
https://musionline.co.id 23 August 2025 @21:09
Balai Karantina Sumsel Tegaskan 50 Ton Santan Beku yang Diekspor ke China Layak Konsumsi
Balai Karantina Sumsel Tegaskan 50 Ton Santan Beku yang Diekspor ke China Layak Konsumsi.

Musionline.co.id, Palembang - Sumatera Selatan kembali mencatatkan prestasi di sektor ekspor pangan. 
Sebanyak 50 ton santan beku asal Bumi Sriwijaya dipastikan siap diekspor ke China setelah melalui serangkaian pemeriksaan ketat oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel). 
Pemeriksaan dilakukan pada Selasa (19/8) di gudang penyimpanan sebelum komoditas diberangkatkan ke pelabuhan.
Kepala Karantina Sumsel, drh. Sri Endah Ekandari, M.Si., menegaskan bahwa setiap produk ekspor wajib melalui sertifikasi karantina sebagai jaminan mutu. 
“Kami pastikan komoditas santan beku asal Sumsel sehat, aman, dan layak dikonsumsi. Ini penting agar produk kita dapat terus bersaing di pasar global,” ujarnya.
Petugas karantina melakukan verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik kemasan, hingga memastikan proses pengolahan dilakukan secara higienis sesuai standar negara tujuan. 
Sri Endah menjelaskan bahwa santan beku termasuk kategori media pembawa sehingga wajib menjalani pemeriksaan ketat sesuai Peraturan Badan Karantina Indonesia Nomor 5 Tahun 2025.
Setelah dinyatakan memenuhi standar, santan beku asal Sumsel dinyatakan sehat, aman, dan siap dilalulintaskan menuju China.
Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat reputasi produk kelapa Indonesia di pasar internasional, tetapi juga menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga kualitas pangan ekspor.
Produk Unggulan Sumsel yang Mendunia
Santan beku merupakan produk olahan kelapa unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar global. 
Sumsel tercatat sebagai salah satu daerah penghasil santan kelapa terbesar di Indonesia.
Sepanjang tahun 2024, total ekspor santan kelapa dari Sumsel mencapai 1.129 ton dengan nilai Rp27,11 miliar. 
China dan Hongkong menjadi dua pasar utama dengan permintaan yang terus meningkat.
Sementara itu, hingga Juli 2025, volume ekspor santan kelapa sudah menembus 212 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp5,87 miliar. 
Angka ini diproyeksikan terus naik seiring tingginya permintaan pasar internasional.
“Melihat peluang ekspor yang menjanjikan, Karantina Sumsel siap mengawal jaminan kesehatan pangan agar produk kita, khususnya santan kelapa, dapat diterima di negara tujuan tanpa hambatan,” tutup Sri Endah.
Dengan tren positif ini, Sumsel semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu penyuplai santan beku dunia, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap devisa negara dan kesejahteraan petani kelapa lokal. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top