Musi Online https://musionline.co.id 26 August 2025 @20:17 138 x dibaca 
Begal Modus Tanya Alamat Rampas Motor Bocah SD di Musi Rawas, Korban Dibuang ke Rawa-rawa.
Musionline.co.id, Musi Rawas – Warga Desa C Nawangsasi, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, kembali digegerkan oleh aksi kejahatan jalanan yang makin meresahkan.
Seorang bocah kelas 6 SD berinisial Aal (12) menjadi korban begal motor pada Senin sore, 25 Agustus 2025, hanya sekitar 100 meter dari rumahnya.
Aksi sadis itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, ketika Aal mengendarai sepeda motor Honda Revo seorang diri. Tak disangka, perjalanan singkat menuju rumah kerabatnya justru berubah menjadi pengalaman mengerikan.
Menurut keterangan ayah korban, Epi, pelaku menggunakan modus lama yang masih sering dipakai begal: berpura-pura menanyakan alamat seseorang.
“Anak saya dihentikan pelaku yang pura-pura tanya alamat rumah warga bernama Edi Narti. Karena anak saya sering main ke sana, dia bilang tahu dan mau mengantar,” ungkap Epi saat ditemui wartawan, Selasa (26/8/2025).
Namun niat baik bocah tersebut justru dimanfaatkan pelaku. Saat dibonceng menuju lokasi, pelaku tiba-tiba meminta korban melewati jalan setapak di belakang rumah warga.
Jalan itu sempit dan sepi. Begitu masuk jalan menurun, pelaku langsung merebut setang motor dari belakang.
“Anak saya didorong sampai jatuh ke rawa dekat kolam ikan. Setelah itu motor dibawa kabur pelaku,” jelas Epi dengan nada geram.
Korban Sempat Teriak "Maling"
Meski sempat berteriak “maling”, nasib malang menimpa Aal. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu justru mengira sang bocah sedang bercanda.
Apalagi mereka sempat melihat korban berboncengan dengan pelaku, sehingga tidak menduga sedang terjadi tindak kejahatan.
Alhasil, pelaku berhasil kabur dengan motor curian. Sementara Aal basah kuyup dan ketakutan setelah tercebur ke rawa-rawa. Beruntung ia segera diselamatkan oleh warga yang datang beberapa menit kemudian.
Korban kemudian menceritakan ciri-ciri pelaku. Menurutnya, begal tersebut mengenakan topi dan membawa tas panjang. Identitas pelaku kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Epi menegaskan bahwa aksi begal di Desa C Nawangsasi bukanlah kejadian pertama. Sebelumnya, sejumlah warga juga pernah menjadi korban, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak.
“Aksi begal di sini sudah sering. Beberapa waktu lalu, warung depan jalan juga dibegal. Biasanya mereka beraksi saat siang atau menjelang magrib ketika jalanan sepi. Kami menduga pelakunya masih orang yang sama,” tutur Epi.
Kondisi ini membuat masyarakat sekitar resah dan takut beraktivitas, terutama di jalan-jalan kecil yang jarang dilalui kendaraan lain.
Terpisah, Kapolsek Tugumulyo AKP Rusdan mengakui pihaknya sudah mendapat informasi soal kejadian tersebut. Namun hingga Selasa siang, kasus itu belum dilaporkan secara resmi oleh pihak keluarga korban ke kepolisian.
“Informasi sudah kami terima. Saat ini anggota akan turun ke lokasi untuk mengecek kebenarannya. Kami juga imbau warga segera melapor agar bisa ditindaklanjuti sesuai prosedur,” tegas AKP Rusdan.
Ia juga meminta warga lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya kepada orang tak dikenal yang berpura-pura menanyakan alamat atau minta diantar.
Sejumlah warga mendesak kepolisian segera melakukan patroli lebih intensif di daerah rawan, terutama di jalur-jalur alternatif dan jalan setapak yang sering digunakan pelaku begal untuk melancarkan aksinya.
“Kami berharap polisi segera menangkap pelaku. Jangan sampai ada korban lain, apalagi anak-anak. Kejadian ini bikin trauma, anak saya sekarang takut keluar rumah sendiri,” pungkas Epi dengan wajah muram.
Kasus begal yang menimpa bocah SD ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat Musi Rawas, bahwa pelaku kejahatan kini tidak pandang bulu dalam memilih target. Kewaspadaan ekstra dan kerja sama dengan pihak berwajib menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (***)
0 Komentar