Musi Online https://musionline.co.id 02 September 2025 @19:25 187 x dibaca 
Media Jaga Integritas Informasi Wartakan Demonstrasi, Ketua Umum AMSI: Tiga Seruan Penting.
Musionline.co.id, Jakarta - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyerukan kepada seluruh media siber di tanah air untuk tetap menjunjung tinggi integritas informasi dalam mewartakan gelombang demonstrasi yang tengah berlangsung di berbagai daerah Indonesia.
Seruan ini disampaikan AMSI melalui pernyataan terbuka yang diterima di Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Dalam keterangan tersebut, AMSI menekankan pentingnya peran media sebagai pilar keempat demokrasi.
Di tengah maraknya aksi unjuk rasa, media diminta agar tidak terjebak dalam penyebaran provokasi, ujaran kebencian, maupun hoaks yang berpotensi memperkeruh suasana.
Tiga Seruan Penting AMSI
Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika bersama Sekretaris Jenderal AMSI Maryadi menandatangani seruan terbuka yang memuat tiga poin utama.
Menjunjung Etika Jurnalistik
Media massa dan jurnalis diminta berkomitmen menerapkan standar etika jurnalistik tertinggi dalam meliput aksi demonstrasi.
Dengan demikian, publik tetap mendapatkan informasi yang akurat, proporsional, dan tidak memicu konflik baru di tengah situasi yang penuh dinamika.
Menjaga Integritas Informasi
AMSI menegaskan bahwa setiap berita harus disajikan dengan fakta yang terverifikasi dan bebas dari bias, manipulasi, maupun distorsi.
Prinsip ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media, sekaligus memperkuat sendi-sendi demokrasi.
Melawan Misinformasi dan Disinformasi
Media diminta menyediakan sanggahan yang kuat terhadap misinformasi maupun disinformasi yang semakin marak, termasuk konten manipulatif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi deepfake.
Untuk itu, AMSI mendorong penerapan disiplin verifikasi serta praktik cek fakta yang konsisten.
“Media massa harus aktif melakukan verifikasi terhadap semua produk jurnalistiknya agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi palsu, terutama yang diproduksi dengan teknologi canggih seperti AI,” tegas AMSI.
Media sebagai Pilar Demokrasi
AMSI menegaskan, ketiga seruan tersebut tidak hanya ditujukan kepada anggota AMSI, tetapi juga kepada seluruh redaksi media siber di Indonesia.
Dengan menjaga kualitas pemberitaan, media dapat menjalankan fungsinya secara optimal sebagai pilar keempat demokrasi.
“Kepercayaan publik hanya bisa terjaga jika media tetap konsisten menghadirkan informasi yang benar, teruji, dan independen,” tulis AMSI dalam pernyataan resmi.
Dalam sepekan terakhir, gelombang demonstrasi besar-besaran melanda berbagai kota di Indonesia.
Aksi ini dipicu oleh insiden meninggalnya seorang mahasiswa bernama Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan taktis saat unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Tragedi itu memantik kemarahan publik dan mendorong semakin banyak mahasiswa serta elemen masyarakat turun ke jalan.
Beberapa tuntutan massa meliputi:
Transparansi dan pemangkasan tunjangan DPR,
Reformasi etika dan akuntabilitas lembaga legislatif,
Penolakan terhadap sejumlah rancangan undang-undang kontroversial.
Hingga Senin (1/9/2025), aksi demonstrasi masih terus berlangsung.
Meski di beberapa daerah terjadi gesekan dengan aparat, sejumlah wilayah lain seperti Palu (Sulawesi Tengah) dan Kabupaten Tangerang memperlihatkan suasana kondusif.
Di sana, aspirasi massa diterima secara terbuka oleh pejabat publik.
AMSI berharap momentum ini menjadi pengingat bagi media untuk kembali mengedepankan fungsi edukasi, kontrol sosial, dan penyalur aspirasi publik.
Dengan menjaga kualitas pemberitaan, media diharapkan mampu menyalurkan aspirasi masyarakat tanpa memperkeruh keadaan.
“Gelombang demonstrasi adalah bagian dari dinamika demokrasi. Media memiliki peran penting memastikan percakapan publik tetap konstruktif,” tutup AMSI. (***)
0 Komentar