Musi Online https://musionline.co.id 03 September 2025 @19:32 233 x dibaca 
Mahasiswi di Lubuklinggau Jadi Korban Perampokan, Leher Disayat Pelaku Karena Melawan.
Musionline.co.id, Lubuklinggau — Aksi perampokan disertai kekerasan kembali meresahkan warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Kali ini, korbannya adalah seorang mahasiswi bernama Peli Marjihan (18), warga Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Peli diserang secara brutal di kamar kosnya yang terletak di Kelurahan Majapahit, RT 05, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, pada Rabu (3/9/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Peristiwa itu terjadi ketika korban tengah tertidur lelap. Menurut informasi yang dihimpun, Peli terbangun setelah mendengar suara mencurigakan di sekitar kamar kos.
Rasa penasaran membuatnya berusaha memastikan sumber suara, namun tiba-tiba seorang pria tak dikenal sudah berada di dalam kamarnya.
Pelaku yang membawa sebilah parang langsung menodongkan senjata tajam tersebut ke arah korban. Niatnya jelas, merampas barang berharga berupa telepon genggam milik Peli.
Namun, bukannya pasrah, korban yang merupakan mahasiswi Universitas PGRI (Unpari) Lubuklinggau itu berusaha melawan dan berteriak meminta pertolongan.
Sayangnya, keberanian Peli justru membuat pelaku kalap. Dalam upaya menakut-nakuti korban, pelaku tega menyayat bagian tengkuk atau belakang leher korban, sebelum akhirnya melarikan diri. Meski demikian, pelaku tidak berhasil membawa kabur barang berharga apapun.
Korban Alami Luka Serius di Leher
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek cukup serius di bagian belakang leher.
Warga sekitar yang mendengar jeritan korban segera berdatangan ke lokasi dan menolong Peli. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Korban mengalami luka sayatan di bagian leher, namun beruntung segera mendapat penanganan dokter sehingga kondisinya saat ini berangsur membaik,” ujar salah seorang warga setempat.
Kasus ini mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Kapolres Lubuklinggau AKBP Adhitia Bagus Arjunadi melalui Kasat Reskrim AKP M Kurniawan membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar, ada laporan tentang aksi perampokan disertai kekerasan di salah satu kos wilayah Lubuklinggau Timur. Korban sudah mendapat perawatan medis, dan saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku,” tegas AKP Kurniawan.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk penghuni kos lainnya.
Polisi juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama penghuni kos atau rumah kontrakan yang kerap menjadi sasaran tindak kriminal. Apabila menemukan hal mencurigakan segera laporkan kepada pihak berwajib,” tambahnya.
Kos Mahasiswa Jadi Sasaran Kriminal
Kasus ini menambah daftar panjang tindak kriminal yang menyasar kos mahasiswa di Lubuklinggau.
Minimnya sistem keamanan serta lokasi kos yang sebagian besar berada di kawasan padat penduduk namun sepi pada malam hari membuat pelaku lebih leluasa melancarkan aksinya.
Beberapa warga sekitar mengaku resah dan berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli di kawasan permukiman mahasiswa.
“Kami takut kejadian ini terulang lagi. Semoga pelakunya cepat ditangkap,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Meski kondisi fisiknya mulai membaik setelah mendapat perawatan, namun trauma mendalam masih membekas bagi korban.
Menurut keluarga, Peli masih sering merasa ketakutan setiap kali mengingat kejadian dini hari itu.
“Kami berharap aparat kepolisian bisa segera menangkap pelakunya agar anak kami bisa merasa aman kembali,” kata salah satu kerabat korban.
Kasus perampokan disertai kekerasan ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan lingkungan, khususnya di area kos mahasiswa, perlu lebih diperhatikan.
Aparat, pemilik kos, dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman tindak kriminal. (***)
0 Komentar