Musi Online | Dua Jembatan Rusak Parah di Ogan Ilir, Warga Resah dan Harus Cari Jalur Alternatif
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Dua Jembatan Rusak Parah di Ogan Ilir, Warga Resah dan Harus Cari Jalur Alternatif

Musi Online
https://musionline.co.id 09 September 2025 @18:50
Dua Jembatan Rusak Parah di Ogan Ilir, Warga Resah dan Harus Cari Jalur Alternatif
Dua Jembatan Rusak Parah di Ogan Ilir, Warga Resah dan Harus Cari Jalur Alternatif.

Musionline.co.id, Ogan Ilir – Warga Kabupaten Ogan Ilir kembali dihadapkan pada persoalan infrastruktur yang cukup serius. 
Dua jembatan yang menjadi akses vital di wilayah ini dilaporkan mengalami kerusakan parah dan sangat mengkhawatirkan. 
Akibat kondisi tersebut, banyak pengguna jalan terpaksa mencari jalur alternatif agar tetap bisa beraktivitas, meskipun dengan waktu tempuh yang lebih lama.
Kerusakan pertama terjadi pada jembatan di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya. 
Jembatan ini merupakan jalur penghubung penting antara Bobosan dan Brimob. 
Namun, sejak beberapa hari terakhir, kondisi jembatan kian memburuk hingga akhirnya tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat. 
Hanya sepeda motor yang masih bisa melewati jalur tersebut dengan penuh kehati-hatian.
Kondisi ini menjadi sorotan publik setelah salah satu warga, Wawan Setiawan, mengunggah foto dan keterangan kondisi jembatan di grup Facebook Ogan Ilir Memilih Pemimpin pada Minggu (7/9/2025). 
“Jembatan Sejaro Sakti, jalan lintas Bobosan ke Brimob rusak,” tulisnya singkat. 
Unggahan tersebut langsung mendapat banyak komentar dari warganet. Sebagian besar mengungkapkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan, terutama para pelajar dan pekerja yang setiap hari harus melewati jembatan tersebut.
Selain jembatan di Sejaro Sakti, kerusakan juga terjadi pada jembatan pelat besi di jalur Kotadaro, Kecamatan Rantau Panjang, yang menghubungkan ke Desa Pinang Jaya, Kecamatan Sungai Pinang. 
Dalam sebuah rekaman video yang beredar, terlihat bagian tengah jembatan sudah berlubang cukup besar. Bahkan, beberapa pelat besi sudah hilang dan memperlihatkan kondisi yang rawan ambruk sewaktu-waktu.
“Kerusakan itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Kami yang biasa melintas jadi harus sangat berhati-hati, apalagi untuk mobil. Kalau salah posisi, bisa langsung celaka,” ungkap Doni, seorang warga yang saban hari melintasi jalur tersebut.
Menurut keterangan warga, penyebab kerusakan diduga karena besi-besi pada konstruksi jembatan mengalami korosi akibat usia yang sudah terlalu tua. 
Intensitas lalu lintas yang cukup padat setiap harinya diduga turut mempercepat kerusakan. Beberapa warga bahkan menuturkan bahwa kondisi jembatan tersebut sudah lama dikeluhkan, namun baru viral setelah diunggah ke media sosial.
Menanggapi keresahan masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir, H. Ruslan, memastikan pihaknya sudah menurunkan tim teknis untuk meninjau langsung ke lapangan. 
“Sudah saya perintahkan staf saya agar segera meninjau lokasi kedua jembatan tersebut dan melakukan langkah penanganan darurat,” kata Ruslan.
Ia menjelaskan, perbaikan akan dilakukan dengan mengganti besi gelagar jembatan menggunakan material baru yang lebih kuat. 
“Nanti kita ganti H-beam gelagar memanjangnya, jadi tidak pakai lagi tiang tengah. Dengan begitu, kekuatan jembatan akan lebih baik dan aman dilalui kendaraan,” tambahnya.
Meski demikian, Ruslan mengakui perbaikan membutuhkan waktu, terutama untuk pengadaan material serta proses teknis di lapangan. Karena itu, ia meminta masyarakat bersabar dan berhati-hati ketika melintas, sambil menunggu perbaikan rampung.
Kondisi rusaknya dua jembatan sekaligus ini menambah daftar panjang persoalan infrastruktur jalan dan jembatan di Ogan Ilir. 
Padahal, kedua akses tersebut menjadi urat nadi mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun aktivitas sosial sehari-hari. 
Tidak sedikit pedagang, pelajar, dan pekerja yang kini harus menempuh rute lebih jauh dan mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah cepat agar perbaikan tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi memberikan solusi jangka panjang yang lebih aman dan kokoh. 
Mereka khawatir jika penanganan lamban, bukan hanya aktivitas warga yang terganggu, tetapi potensi kecelakaan lalu lintas juga semakin besar. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top