Musi Online https://musionline.co.id 15 September 2025 @19:26 278 x dibaca 
Hanyut di Sungai Ogan Saat Mandi, Pelajar SD Belum Ditemukan, Warga dan Tim Gabungan Lakukan Pencarian Intensif.
Musionline.co.id, OKU – Suasana duka menyelimuti warga Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Minggu (14/4).
Seorang bocah bernama Muhammad Rehan Fahlepi (12), pelajar kelas VI SDN 41 OKU, dilaporkan hanyut terseret arus deras Sungai Ogan saat sedang mandi bersama temannya. Hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di kawasan Sungai Ogan, tepatnya di Lorong Lestari Bakung RT 12 RW 04, Kelurahan Kemalaraja Timur, tak jauh dari Klinik Amanah.
Lokasi tersebut dikenal sering menjadi tempat bermain air anak-anak setempat, meski kondisi arus sungai kadang deras dan berbahaya.
Menurut penuturan seorang warga, Eman, pagi itu korban sempat pulang ke rumah usai bermain air. Namun tak lama kemudian, Rehan kembali lagi ke tepi sungai bersama seorang temannya untuk melanjutkan mandi dan berenang.
Awalnya, kedua anak itu tampak asyik bermain air di tepian. Namun nahas, korban terpeleset ke bagian sungai yang lebih dalam dan deras.
“Temannya sempat berusaha menolong dan akhirnya bisa selamat. Tapi Rehan terbawa arus deras. Kami langsung panik dan berusaha mencari, tapi sampai sekarang belum ketemu,” ujar Eman dengan nada sedih.
Mendengar kabar tersebut, warga sekitar bergegas turun ke sungai untuk melakukan pencarian. Beberapa warga menyusuri tepian sungai, sebagian lain menggunakan perahu kecil. Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil.
Kabar musibah ini segera sampai ke aparat kelurahan dan kecamatan. Lurah Kemalaraja, Sandy Praja Ganta, mengonfirmasi adanya insiden tragis itu.
Ia menuturkan bahwa pihaknya langsung menghubungi BPBD OKU serta instansi terkait lainnya untuk turun membantu proses pencarian.
“Kami sudah koordinasi dengan BPBD dan tim SAR. Saat ini pencarian dilakukan secara manual oleh warga dibantu petugas. Mudah-mudahan hari ini korban segera ditemukan,” ungkap Sandy.
Selain BPBD, aparat kepolisian dari Polsek Baturaja Timur juga telah diterjunkan ke lokasi. Kehadiran polisi bertujuan mengamankan area pencarian sekaligus mengatur kerumunan warga yang memadati tepian sungai.
Pencarian Terus Dilakukan
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung. Tim gabungan menggunakan perahu karet untuk menyisir aliran Sungai Ogan sejauh beberapa kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
Kepala BPBD OKU, melalui seorang anggota tim penyelamat, menyebut bahwa pencarian dilakukan secara bertahap. “Sungai Ogan cukup panjang dan arusnya deras.
Kami fokus menyisir radius 3–5 kilometer terlebih dahulu. Jika belum berhasil, pencarian akan diperluas hingga ke hilir,” jelasnya.
Pihak keluarga korban tampak terpukul mendengar kabar tersebut. Beberapa kerabat menangis histeris di lokasi, sementara orang tua korban terlihat lemas menanti kabar baik. Sejumlah warga berusaha menenangkan mereka dengan memberikan dukungan moral.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih waspada terhadap anak-anak mereka ketika bermain di sekitar sungai. Apalagi Sungai Ogan dikenal memiliki arus deras dan kedalaman yang cukup berbahaya di titik-titik tertentu.
Seorang tokoh masyarakat setempat menuturkan bahwa peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi.
“Beberapa tahun lalu juga ada anak hanyut di sungai ini. Kami berharap pemerintah bisa memasang rambu-rambu peringatan atau pagar pembatas di area rawan, supaya tidak ada lagi korban,” katanya.
Meski suasana haru masih menyelimuti, warga dan tim penyelamat tidak menghentikan pencarian hingga malam tiba. Lampu sorot dipasang di tepi sungai untuk memudahkan tim memantau permukaan air.
Doa pun terus dipanjatkan agar korban segera ditemukan, baik dalam keadaan selamat maupun setidaknya jasadnya bisa segera dievakuasi.
Musibah hanyutnya Muhammad Rehan Fahlepi menjadi duka mendalam bagi keluarga, teman sekolah, dan masyarakat sekitar.
Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan penting bahwa keselamatan anak-anak di lingkungan sekitar sungai perlu lebih diperhatikan. (***)
0 Komentar