Musi Online https://musionline.co.id 17 September 2025 @17:50 137 x dibaca 
Pelajar SD yang Tenggelam di Sungai Ogan Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Tiga Hari Pencarian.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum M. Rehan Fahlepi (13), pelajar sekolah dasar asal Bakung RT 16, Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Setelah dinyatakan hilang sejak Minggu (14/9) sore karena terseret arus Sungai Ogan, jasad Rehan akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan pada Selasa (16/9) sore dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengonfirmasi penemuan tersebut. Menurutnya, korban ditemukan sekitar pukul 16.45 WIB.
“Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di pinggir sungai di wilayah Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang, atau kurang lebih 16 kilometer dari lokasi awal kejadian. Setelah itu korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD OKU untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya dalam keterangan resmi.
Jasad Rehan pertama kali terlihat oleh seorang warga yang tengah memancing di sekitar lokasi.
Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada aparat setempat.
“Begitu mendapat laporan dari warga, tim gabungan langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi,” jelas Dadi Sutiadi, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD OKU.
Proses pencarian selama tiga hari ini melibatkan Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, BPBD OKU, serta masyarakat setempat.
Tim SAR membagi diri menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan pencarian.
SRU pertama menyisir aliran Sungai Ogan menggunakan perahu karet hingga radius 10 kilometer ke arah timur laut.
SRU kedua melakukan pencarian melalui jalur darat, menyusuri tepian sungai, serta menyebarkan informasi kepada warga agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Upaya pencarian ini tidak mudah. Kondisi sungai yang cukup deras dan berarus deras di beberapa titik menjadi tantangan besar bagi tim gabungan.
Meski begitu, koordinasi yang baik antarunsur serta bantuan masyarakat akhirnya membuahkan hasil.
Operasi SAR Ditutup
Dengan ditemukannya korban, Raymond Konstantin menyatakan bahwa operasi SAR resmi ditutup.
“Seluruh personel yang terlibat sudah dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu jalannya operasi ini, baik dari unsur TNI, Polri, BPBD, maupun masyarakat,” katanya.
Raymond juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tambahnya.
Suasana Duka di Rumah Keluarga
Kabar ditemukannya Rehan disambut haru dan tangis keluarga di rumah duka.
Warga sekitar ikut berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawa.
Beberapa kerabat tak kuasa menahan air mata saat jenazah tiba untuk dimakamkan.
“Rehan anak yang ceria dan ramah. Kami semua sangat kehilangan,” ujar salah satu tetangga korban.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi warga, terutama orang tua, agar lebih waspada ketika anak-anak beraktivitas di sekitar aliran Sungai Ogan.
BPBD OKU mengimbau masyarakat agar berhati-hati ketika beraktivitas di sungai, terlebih pada musim penghujan yang membuat arus semakin deras.
“Kami harap warga lebih memperhatikan keselamatan, terutama anak-anak. Jangan biarkan mereka mandi atau bermain tanpa pengawasan di sungai,” pesan Dadi Sutiadi.
Kejadian ini menambah daftar panjang insiden tenggelam di Sungai Ogan yang kerap memakan korban jiwa.
Pihak berwenang mengingatkan agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, karena keselamatan adalah hal yang utama. (***)
0 Komentar