Musi Online | Tiga Jasad Korban Hanyut Terseret Banjir Bandang Ditemukan, Bupati Abusama: Penanganan Pascabencana Berjalan Baik
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Tiga Jasad Korban Hanyut Terseret Banjir Bandang Ditemukan, Bupati Abusama: Penanganan Pascabencana Berjalan Baik

Musi Online
https://musionline.co.id 24 September 2025 @18:03
Tiga Jasad Korban Hanyut Terseret Banjir Bandang Ditemukan, Bupati Abusama: Penanganan Pascabencana Berjalan Baik
Tiga Jasad Korban Hanyut Terseret Banjir Bandang Ditemukan, Bupati Abusama: Penanganan Pascabencana Berjalan Baik.

Musionline.co.id, OKU Selatan – Musibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, kembali menorehkan duka mendalam. 
Tiga orang warga yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret derasnya arus akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan, Selasa (23/9/2025).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono, menjelaskan bahwa banjir bandang tersebut terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi sejak Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. 
Guyuran hujan lebat memicu meluapnya aliran sungai dan menimbulkan banjir bandang yang menyapu kawasan permukiman di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sindang Danau. Bahkan, dua unit rumah warga dilaporkan hilang setelah hanyut terbawa derasnya arus.
“Banjir bandang terjadi begitu cepat dan deras, sehingga tiga orang warga yang berada di sekitar lokasi tidak sempat menyelamatkan diri,” ungkap Heri. Tiga korban tersebut yakni Tarzan bin Syukur, Lina binti Dupir, dan Sur.
Proses Pencarian Penuh Perjuangan
Sejak dini hari, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat langsung melakukan pencarian.
Mereka menggunakan perahu karet untuk menyusuri aliran sungai, baik ke arah hulu maupun hilir, demi mempercepat penemuan korban.
Sekitar pukul 10.30 WIB, dua korban atas nama Tarzan dan Sur berhasil ditemukan di Sungai Air Besar, berjarak beberapa kilometer dari titik awal kejadian. 
Selang kurang dari satu jam, pada pukul 11.15 WIB, tim SAR kembali menemukan korban ketiga, Lina binti Dupir, di Sungai Are yang berjarak sekitar 14 kilometer dari lokasi banjir bandang.
“Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah proses evakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Heri. Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terdampak serta kerugian materi akibat musibah tersebut.
Bupati Abusama Sampaikan Belasungkawa
Bupati OKU Selatan, Abusama, turun langsung memantau perkembangan penanganan bencana. Ia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ucap Abusama dengan penuh empati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat terkait akan terus mendampingi warga terdampak. Bantuan logistik, kebutuhan dasar, hingga upaya perbaikan sarana yang rusak sedang dipersiapkan. 
“Kami memastikan penanganan pascabencana berjalan sebaik mungkin. Tidak hanya dalam bentuk bantuan darurat, tetapi juga pemulihan infrastruktur serta pemantauan terhadap kondisi lingkungan pascabanjir,” tambahnya.
Selain memberikan dukungan moril dan materi, Bupati Abusama juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. 
Menurutnya, potensi banjir susulan masih mungkin terjadi mengingat intensitas hujan di wilayah OKU Selatan masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Kami minta masyarakat tidak lengah. Jika hujan deras turun kembali, sebaiknya segera menjauh dari aliran sungai dan daerah rawan longsor. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” imbau Abusama.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa Kabupaten OKU Selatan, yang memiliki banyak daerah perbukitan dan aliran sungai besar, cukup rentan terhadap bencana hidrometeorologi. 
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat mitigasi bencana melalui edukasi masyarakat, pemetaan kawasan rawan, serta peningkatan sarana prasarana penanggulangan bencana.
Sementara itu, warga Desa Tanjung Harapan masih dibayangi trauma. Banyak di antara mereka yang memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman. Sejumlah posko darurat pun telah didirikan untuk menampung warga dan menyalurkan bantuan.
Banjir bandang kali ini mungkin sudah mereda, tetapi kerja panjang masih menanti. Tidak hanya sekadar memulihkan kondisi fisik, tetapi juga membangun kembali rasa aman warga yang kehilangan keluarga, rumah, dan harta benda. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top