Musi Online https://musionline.co.id 26 September 2025 @18:39 203 x dibaca 
Gelar Razia Dini Hari, Petugas Lapas Tanjung Raja Sita Sejumlah Barang Terlarang dari Kamar Hunian Warga Binaan.
Musionline.co.id, Ogan Ilir – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
Hal ini dibuktikan dengan digelarnya operasi penggeledahan insidentil yang berlangsung pada Kamis (25/9/2025) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.
Razia mendadak yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tanjung Raja, Abdul Waris, dilakukan secara menyeluruh di seluruh blok hunian, mulai dari Blok B hingga Blok I.
Dalam operasi yang berlangsung selama hampir dua jam, puluhan petugas gabungan dari jajaran pengamanan turut dikerahkan untuk memastikan jalannya kegiatan berjalan lancar, tertib, dan tanpa hambatan.
Sita Barang-Barang Terlarang
Hasil penggeledahan membuahkan temuan yang cukup signifikan.
Petugas berhasil menyita sejumlah barang terlarang yang tidak seharusnya berada di dalam lingkungan lapas.
Barang sitaan tersebut antara lain:
Lima unit handphone beserta charger
Satu unit rokok elektrik
Empat unit magic com
Tiga unit pemanas air
Empat rol kabel listrik
Empat sendok stainless
Tiga korek api gas
Empat set kartu remi
Satu utas tali
Kepala Lapas Tanjung Raja, Abdul Waris, menyampaikan bahwa meskipun barang-barang tersebut tergolong dalam kategori terlarang, pihaknya merasa bersyukur karena tidak ditemukan narkoba ataupun senjata tajam yang berpotensi membahayakan keselamatan warga binaan maupun petugas.
“Dalam operasi dini hari ini kami memastikan seluruh blok kamar hunian diperiksa secara detail. Alhamdulillah tidak ditemukan narkoba maupun benda berbahaya lain. Barang-barang yang berhasil diamankan akan didokumentasikan sebagai barang bukti, kemudian segera dimusnahkan sesuai prosedur,” ujarnya.
Bentuk Komitmen Keamanan
Abdul Waris menegaskan bahwa kegiatan razia semacam ini merupakan langkah nyata untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Menurutnya, upaya preventif ini sangat penting untuk menekan peredaran barang-barang yang dapat memicu gangguan keamanan di dalam lapas.
“Razia ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, dan terkendali di Lapas Tanjung Raja. Kami juga berterima kasih kepada warga binaan yang bersikap kooperatif sehingga operasi berjalan lancar tanpa adanya perlawanan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa penggeledahan akan terus dilakukan, baik secara berkala maupun insidentil, agar setiap potensi gangguan dapat dicegah sedini mungkin.
“Ke depan, kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin agar stabilitas keamanan tetap terjaga, sekaligus menjadi pembelajaran bagi warga binaan untuk lebih mematuhi aturan,” jelasnya.
Menariknya, dalam operasi kali ini tidak terjadi ketegangan berarti antara petugas dan warga binaan.
Justru sebagian besar warga binaan tampak mendukung langkah pengamanan tersebut. Hal ini dinilai sebagai indikator positif bahwa tingkat kesadaran hukum di kalangan warga binaan mulai meningkat.
Menurut pihak lapas, kerja sama tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
Dengan demikian, pembinaan yang diberikan juga dapat berjalan lebih efektif tanpa adanya gangguan dari barang-barang terlarang.
Selain operasi penggeledahan, Lapas Tanjung Raja juga terus memperkuat pengawasan pada pintu masuk, baik terhadap barang bawaan pengunjung maupun aktivitas internal.
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada celah bagi masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan pemasyarakatan.
Abdul Waris berharap, masyarakat, keluarga warga binaan, serta semua pihak yang berkaitan dengan lapas juga ikut berperan aktif dalam mendukung langkah pengawasan ini.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan semua pihak sangat penting agar lapas benar-benar bersih dari barang-barang yang dilarang,” tandasnya.
Razia dini hari di Lapas Tanjung Raja Ogan Ilir bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan wujud komitmen yang konsisten dalam menegakkan aturan.
Dengan temuan barang-barang terlarang tersebut, pihak lapas bertekad untuk semakin memperketat pengawasan sekaligus meningkatkan kesadaran hukum warga binaan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan, sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih kondusif demi tercapainya tujuan pemasyarakatan, yakni membina narapidana agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (***)
0 Komentar