Musi Online https://musionline.co.id 17 April 2026 @18:16 16 x dibaca 
Warga OKU Diserang Beruang Saat Menyadap Karet, Polisi Imbau Tingkatkan Kewaspadaan.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Insiden serangan hewan liar kembali terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Seorang warga bernama Rahmat (55) mengalami luka serius setelah diserang seekor beruang saat menyadap karet di kebunnya yang berada di kawasan Hutan Air Pohal, Desa Rantau Kumpai, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kamis (16/4) sekitar pukul 11.10 WIB.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban tengah beraktivitas seperti biasa di kebun karet miliknya. Tanpa diduga, seekor beruang keluar dari semak belukar dan langsung menyerang korban.
“Korban saat itu sedang menyadap karet, kemudian tiba-tiba diserang beruang yang muncul dari arah semak-semak,” ungkapnya.
Dalam kondisi terdesak, Rahmat berusaha mempertahankan diri menggunakan golok yang dibawanya. Upaya tersebut berhasil membuat beruang tersebut mundur dan melarikan diri kembali ke dalam hutan. Meski berhasil selamat, korban mengalami luka cukup serius akibat serangan tersebut.
“Korban mengalami luka robek pada betis kanan akibat gigitan serta luka cakaran pada tangan kiri,” jelas Kapolres.
Setelah kejadian, warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Hingga kini, kondisi korban masih dalam perawatan tim medis.
Pihak kepolisian langsung bergerak cepat dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, aparat juga melakukan patroli di sekitar kawasan kebun untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan dari hewan liar tersebut.
Kapolres OKU juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan perkebunan dan hutan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian mengingat potensi kemunculan hewan liar yang bisa membahayakan keselamatan warga.
“Kami mengingatkan warga agar tidak beraktivitas sendirian di kebun, terutama yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Selalu waspada dan perhatikan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Untuk penanganan lebih lanjut, kepolisian akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan guna mengantisipasi kemungkinan terulangnya kejadian serupa. Koordinasi ini penting untuk menentukan langkah mitigasi, termasuk kemungkinan evakuasi atau pemantauan terhadap satwa liar yang dianggap berpotensi membahayakan.
Serangan beruang terhadap manusia memang jarang terjadi, namun konflik antara manusia dan satwa liar cenderung meningkat seiring dengan semakin menyempitnya habitat alami hewan akibat aktivitas manusia. Pembukaan lahan dan aktivitas perkebunan yang mendekati kawasan hutan kerap memicu interaksi langsung antara manusia dan satwa liar.
Para ahli konservasi menyebutkan bahwa beruang umumnya tidak menyerang manusia kecuali merasa terancam atau terganggu. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar kawasan hutan diimbau untuk memahami perilaku satwa liar serta menghindari tindakan yang dapat memicu agresivitas hewan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di area rawan. Selain itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan instansi terkait untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian lingkungan.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan langkah-langkah pencegahan dapat segera diterapkan agar keselamatan warga tetap terjaga, tanpa mengabaikan upaya pelestarian satwa liar di habitat aslinya. (***)
0 Komentar