Musi Online https://musionline.co.id 11 October 2025 @15:06 173 x dibaca 
Cegah Penyakit Rabies, Dinas Pertanian OKU Gencarkan Vaksinasi Gratis untuk Ratusan Hewan Peliharaan.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia 2025, Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, terus menggencarkan program vaksinasi rabies massal bagi hewan peliharaan masyarakat.
Melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit rabies yang berpotensi menular dari hewan ke manusia.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian OKU, Ermuni Saurimin, melalui Sub Koordinator Kesehatan Hewan, Hendri Afrizal, mengatakan bahwa sejak awal pelaksanaan pada September 2025, pihaknya telah berhasil memberikan suntikan vaksin anti rabies kepada 800 ekor hewan peliharaan milik warga dari total target 1.000 ekor.
“Program vaksinasi rabies ini kami lakukan sebagai langkah preventif untuk menekan risiko penularan penyakit rabies di Kabupaten OKU. Masyarakat tidak perlu khawatir karena vaksin diberikan secara gratis,” ujar Hendri di Baturaja, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, vaksinasi difokuskan pada hewan yang berpotensi menjadi pembawa virus rabies seperti anjing, kucing, dan kera peliharaan.
Dinas juga menyiapkan 1.000 dosis vaksin anti rabies yang didistribusikan ke seluruh wilayah kecamatan, terutama daerah yang memiliki populasi hewan peliharaan tinggi.
Untuk memastikan program ini berjalan efektif, Dinas Pertanian OKU menerapkan strategi jemput bola.
Sebanyak tiga tim lapangan diterjunkan langsung ke desa-desa dan perkampungan untuk memberikan pelayanan vaksin di rumah warga.
Langkah ini dilakukan agar tidak ada hewan peliharaan yang terlewat, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota.
“Kami tidak membuka layanan vaksinasi di kantor Dinas Pertanian tahun ini, namun jika ada warga yang datang membawa hewannya untuk divaksin tetap akan kami layani. Prinsip kami adalah melindungi masyarakat dari bahaya rabies,” tambah Hendri.
Selain vaksinasi, tim dari Dinas Pertanian OKU juga memberikan sosialisasi mengenai bahaya rabies dan cara pencegahannya, termasuk pentingnya menjaga kebersihan kandang dan tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas tanpa pengawasan.
Rabies sendiri merupakan penyakit mematikan yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menular melalui gigitan hewan terinfeksi.
Gejala rabies pada hewan biasanya ditandai dengan perubahan perilaku, agresif, air liur berlebihan, serta kehilangan koordinasi.
Pada manusia, rabies bisa menyebabkan demam, kejang, bahkan kematian jika tidak segera ditangani.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian OKU berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya vaksinasi rabies sebagai langkah perlindungan bersama antara manusia dan hewan.
“Hewan yang sudah divaksin memiliki risiko jauh lebih kecil untuk tertular dan menularkan virus rabies kepada manusia. Jadi, ini bukan hanya soal kesehatan hewan, tapi juga keselamatan manusia,” tegas Hendri.
Dinas Pertanian OKU juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar proaktif melapor kepada petugas kesehatan hewan jika ditemukan gejala mencurigakan seperti hewan yang menggigit tanpa sebab atau tampak agresif. Petugas akan segera melakukan pemeriksaan dan tindakan sesuai prosedur.
Program vaksinasi rabies ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang mengaku terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk vaksin, sementara kesehatan hewan peliharaan mereka tetap terjaga.
“Biasanya untuk vaksin rabies di klinik hewan itu cukup mahal, tapi sekarang bisa gratis dari pemerintah. Saya sangat bersyukur dan berharap kegiatan ini bisa rutin dilakukan,” ujar Siti, warga Kecamatan Lubuk Batang yang memiliki dua ekor anjing peliharaan.
Dengan capaian vaksinasi yang terus meningkat, Dinas Pertanian OKU optimistis dapat menuntaskan target 1.000 ekor hingga akhir Oktober 2025.
Program ini juga diharapkan menjadi contoh nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pendekatan One Health, yakni kolaborasi antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. (***)
0 Komentar